Komunikasi Yang Baik Dalam Keluarga

komunikasi2

komunikasi1

Hidup di dalam keluarga tentunya menjalankan yang nama nya komunikasi. Kita harus berkomunikasi dengan bik, agar tidak ada kesalahpahaman dalam keluarga.

Berikut ini beberapa komunikasi yang baik dalam berkeluarga:

  1. Saling menghargai dan menghormati

Komunikasi akan efektif dalam keluarga jika ada rasa saling menghargai dan menghormati di antara anggotanya. Adanya penghargaan dari orang tua (pengirim pesan) akan menumbuhkan kepercayaan diri dan menimbulkan feedback dari anak (penerima pesan). Orang tua dan anak akan sukses berkomunikasi jika ada rasa saling respek.

  1. Jangan mengabaikan

Seringkali, perlakuan diam digunakan oleh istri sebagai sebuah cara untuk menghukum suami mereka, namun ini dapat menjadi hal yang sangat merusak dalam pernikahan. Sebuah pernikahan yang kuat dibangun atas kemampuan suami dan istri dalam berkomunikasi secara efektif satu sama lain. Jika salah satu diantaranya berhenti berkomunikasi, pernikahan tidak akan dapat mengalami suatu kemajuan. Daripada menahan untuk berkomunikasi dan membuat suatu ganjalan di dalam hubungan Anda, gunakanlah kemampuan Anda untuk berkomunikasi untuk menyelesaikan perbedaan dan memperkuat pernikahan Anda. Komunikasi memiliki kekuatan yang luar biasa. Kata-kata Anda adalah kekuatan. Jika Anda seorang yang bijaksana, Anda dapat menggunakan dengan penuh kasih dan efektif untuk mengatasi setiap rintangan yang akan Anda hadapi dalam pernikahan Anda.

Belajar untuk berkomunikasi dengan pasangan Anda tidak hanya akan memperkuat hubungan pernikahan, hal itu juga akan memperkuat kemampuan Anda untuk berkomunikasi dengan orang lain. Pria dan wanita memiliki cara berkomunikasi yang unik. Ketika mereka belajar untuk menerima dan memberi satu sama lain, bersama, mereka dapat menciptakan pernikahan yang dibangun atas dasar saling percaya. Daripada membentuk sebuah pernikahan yang hanya berdasarkan pada perkiraan pemikiran dan permainan kata semata, ketika pasangan sungguh-sungguh belajar untuk berkomunikasi dengan benar dan jujur, mereka dapat memahami kebutuhan masing-masing dan dengan senang hati bekerjasama untuk memenuhi kebutuhan bersama.

  1. Adanya rasa empati

Empati merupakan kemampuan untuk mendengar dan mengerti orang lain, sebelum didengar atau dimengerti orang lain. Komunikasi efektif akan berhasil jika masing-masing anggota keluarga saling memiliki rasa empati. Saling berdialog dengan keterbukaan, mendengarkan keluh kesah dan harapan-harapan. Mendengar tidak hanya melalui indra saja, namun juga menggunakan hati dan perasaan. Cara ini akan memunculkan rasa saling percaya dan keterlibatan masing-masing anggota keluarga.

  1. Pesan yang mudah dimengerti, dimaknai dan diterima dengan baik

Sebuah pesan harus disampaikan dengan cara atau sikap yang bisa dimengerti, dimaknai dan diterima dengan baik oleh si penerima pesan. Hal ini bisa dilakukan dengan raut muka yang cerah, dengan senyuman, bahasa yang baik dan tutur kata yang halus, tidak emosional.

  1. Menyampaikan pesan dalam momen tertentu

Salah satu momen yang baik dan ideal untuk melakukan komunikasi adalah pada saat makan bersama. Kegiatan ini selain membuat semua anggota keluarga bisa berkumpul di satu meja, juga bisa saling bertukar pendapat, saling menanyakan kegiatan masing-masing, berdiskusi, solusi-solusi dan sebagainya. Maka gunakan meja makan sebagai sebuah kesempatan untuk berbagi dalam keluarga.

  1. Pergi berlibur bersama atau sekedar jalan-jalan

Pergi berlibur atau jalan-jalan merupakan salah satu cara menghabiskan waktu bersama anggota keluarga. Hal ini bisa membuat hubungan keluarga tetap dekat, hangat dan mesra antara satu dengan yang lain. Komunikasi menjadi efektif di lingkungan keluarga jika hubungan antar anggota terjalin baik dan harmonis.

  1. Saling Mengghargai

Apapun yang telah dikerjakan tau dilakukan oleh orang yang ada dirumah, ada baikknya kita mengapresiasi mereka dengan kata terima kasih tau memuji mereka, agar hubungan dapat selalu terasa baik dan harmonis.

  1. Minta Maaf

Sekecil apapun kesalahan yang kita buat di dalam rumah atau orang lain, maka yang kita harus lakukan adalah meminta maaf. Karena kita sendiri tidak tau penilaian orang terhadap kesalahan yang kita buat. Bisa jadi menyinggung, padahal kita anggap itu sendiri bukan masalah yang besar.

Klik: http://www.dokterandi.com/2017/01/20/komunikasi-yan…dalam-keluarga/ ?

www.dokterandi.com

fb: Dr Andi Sugiarto  – Dr Seksologi

ig: dokter_andi

twitter: @andisugi

Nyeri Saat Berhubungan Intim

nyeri1

nyeri2

Nyeri saat berhubungan intim di dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah dispareunia(nyeri saat berhubungan intim). Nyeri ini dapat terjadi saat penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina) di awal, pertengahan, ketika orgasme, maupun ketika hubungan intim sudah selesai. Tentunya hal ini sangat mengganggu bagi pasangan suami istri.

Ada beberapa hal yang menyebabkan nyeri saat berhungan intim:

  1. Vagina kering
    Kurangnya pelumas vagina merupakan masalah klasik yang dialami oleh wanita yang kekurangan kadar estrogen. Tubuh mengalami penurunan kadar estrogen saat hamil, memasuki menopause, dan dalam masa pengobatan kanker payudara. Selain itu vagina kering juga berhubungan dengan kondisi yang lebih serius seperti penyakit autoimun yang langka, sindrom Sjogren.

    Ada beberapa solusi untuk vagina kering, antara lain terapi hormon, cukup asupan lemak tak jenuh dalam diet, serta cukup terhidrasi. Namun sebaiknya tidak menggunakan semprotan pelembab vagina karena justru akan menghilangkan kelembaban alami vagina. Sebaliknya, gunakan produk alami, dan pelumas buatan berbasis air. Sesi pemanasan yang cukup juga membantu meningkatkan lubrikasi organ intim wanita.

    Lichen sclerosis
    Lichen sclerosis adalah berkembangnya kulit tipis berwarna putih di atas kulit Anda, sehingga menimbulkan kesan seperti tambalan. Lichen sclerosis yang terjadi di vagina akan menyebabkan kegiatan bercinta menjadi menyakitkan. Kondisi ini dapat diobati dengan steroid topikal. Namun sebaiknya periksakan ke dokter dahulu.

    3. Pil KB
    Penggunaan pil KB bisa menjadi penyebab sakit saat bercinta, meskipun hanya pada sebagian orang. Pil KB meningkatkan kadar hormon seks yang berikatan dengan globulin sehingga dapat mengikat testosteron bebas dan menyebabkan atrofi vagina. Solusinya yaitu dengan menghentikan konsumsi pil atau melakukan pengobatan penyeimbangan kadar hormon.

    4. Vulvodinia
    Vulvodinia merupakan sindrom yang menyebabkan vagina menjadi hipersensitif. Hal ini disebabkan infeksi jamur yang terlalu sering. Biasanya dokter merekomendasikan pengobatan steroid. Sedangkan untuk mencegahnya, biasakan makan makanan sehat, termasuk yang mengandung probiotik sehingga dapat melawan infeksi. Serta penting untuk menjaga vagina tetap bersih dan kering.

    5. Vaginismus
    Dalam beberapa kasus, rasa sakit yang dirasakan saat bercinta disebabkan oleh otot-otot dasar panggul yang menegang, yang dikenal dengan istilah vaginimus. Solusinya yaitu dengan melakukan terapi fisik dasar panggul serta foreplay yang lama.

    6. Nyeri mendalam
    Rasa sakit yang mendalam selama bercinta dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kanker, endometriosis, fibroid, dan sindrom ovarium polisistik. Semakin dini diobati maka semakin besar kemungkinannya untuk sembuh. Maka segeralah hubungi dokter jika mengalaminya.

    7. Sakit sementara
    Jika rasa sakit hanya dirasa sementara, mungkin penyebabnya berhubungan dengan siklus menstruasi Anda. Selain itu, bisa juga berhubungan dengan posisi bercinta Anda yang tidak nyaman atau disebabkan oleh hubungan personal yang renggang dengan pasangan.

 

  1. Menopause: saat mengalami masa menopause, wanita menjadi kurang terangsang. Akibatnya vagina mereka akan kering sehingga menimbulkan rasa sakit saat penetrasi.

    9. Penyakit menular seksual: beberapa jenis penyakit menular seksual seperti herpes atau luka di kelamin dapat menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seksual.

 

Lalu Bagaimana Cara Mengatasinya?

Jika hanya terjadi sekali dan tidak disertai gejala lain seperti pendarahan, Anda dan pasangan bisa mencoba untuk mengatasi sendiri. Rasa sakit bisa diminimalisasi dengan empat langkah berikut ini.

  • Berkomunikasi. Ini merupakan hal penting saat berhubungan seksual. Tanpa komunikasi, Anda akan sulit mencapai kenikmatan saat bercinta. Selalu utarakan pendapat Anda kepada pasangan mengenai apa yang membuat Anda nyaman dan apa yang tidak. Jika Anda merasa sakit, tidak perlu sungkan untuk memberi tahu pasangan agar memperlambat gerakannya.
  • Ganti posisi. Anda bisa mencoba berada di atas saat berhubungan seksual. Dengan posisi itu, Anda bisa mengontrol gerakan penetrasi hingga kedalaman yang bisa membuat Anda merasa nyaman.
  • Jangan terburu-buru. Rasa sakit biasanya terjadi karena penetrasi yang terlalu dini dilakukan oleh pasangan, padahal Anda belum siap. Katakan kepada pasangan untuk memperpanjang waktu foreplay (pemanasan). Hal ini berguna untuk merangsang cairan lubrikasi keluar dari vagina Anda. Saat foreplay, Anda bisa meminta pasangan untuk menyentuh bagian tubuh Anda yang sensitif agar mudah terangsang. Ingat, jangan lakukan penetrasi hingga Anda benar-benar terangsang dan cairan lubrikasi cukup.
  • Gunakan pelumas. Jika cairan lubrikasi alami tidak bisa membantu meredakan sakit, Anda bisa menggunakan produk pelumas. Namun jangan asal memakai produk pelumas. Tanyakan dahulu kepada dokter produk apa yang cocok untuk Anda.

Jika cara-cara tersebut tidak juga mempan meredakan rasa sakit, Anda bisa menjalani pengobatan secara medis. Sebelum memberikan pengobatan, dokter akan menanyai Anda beberapa hal, seperti sejarah kehidupan seksual Anda, bagaimana rasa sakitnya, seberapa sering Anda merasakan sakit, riwayat kesehatan dan lain sebagainya.

Klik: http://www.dokterandi.com/2017/01/19/nyeri-saat-berhubungan-intim/

fb: Dr Andi Sugiarto  – Dr Seksologi

twitter: @andisugi

ig: dokter_andi

KEMOTERAPI

kankerrkanker1

Nah… pasti sekarang udah pada banyak denger yang nama nya kemoterapi. Kemoterapi adalah salah saat taham pengobatan para penderita kanker yang stadium awal ataupun yang sudah stadium akhir.

Kemoterapi mungkin diberikan selama rawat inap di rumah sakit atau klinik sebagai bagian dari pengobatan rawat jalan, meski kemoterapi juga dapat dilakukan di rumah. Namun proses pengobatan kemoterapi harus tetap diawasi oleh dokter dan perawat untuk mengamati kemungkinan efek samping atau adanya keputusan diperlukannya penggantian dengan obat-obatan.

Kemoterapi bermanfaat sebagai:

  • Meringankan gejala. Kemoterapi dapat memperkecil tumor yang mengakibatkan rasa sakit.
  • Mengendalikan. Kemoterapi dapat mencegah penyebaran, memperlambat pertumbuhan, sekaligus menghancurkan sel kanker yang berkembang ke bagian tubuh yang lain.
  • Menyembuhkan. Kemoterapi dapat menghancurkan semua sel kanker hingga sempurna dan ini mencegah berkembangnya kanker di dalam tubuh lagi.

Efek Samping Kemoterapi

Berbagai jenis obat kemoterapi tidak hanya akan merusak atau membunuh sel-sel kanker, tetapi juga dapat merusak sebagian sel-sel normal dalam tubuh. Hal ini akan menimbulkan efek samping bervariasi. Beberapa efek samping yang sering terjadi dalam kemoterapi antara lain:

  • Mual dan/atau muntah
  • Diare atau sembelit
  • Kehilangan nafsu makan
  • Rambut rontok
  • Jumlah sel darah merah rendah atau anemia
  • Sistem kekebalan tubuh melemah dan meningkatnya kerentanan terhadap infeksi
  • Rasa lemah
  • Mudah memar dan/atau perdarahan
  • Sariawan
  • Mati rasa dan kesemutan di tangan dan/atau kaki, atau kelemahan akibat kerusakan saraf
  • Kerusakan ginjal
  • Kerusakan otot jantung
  • Infertilitas (tingkat kesuburan menurun)
  • Periode menstruasi terhenti

cara mengatasi efek samping :

  • pemberian anti mual dan muntah
  • saat merasa mual duduk ditempat yang segar
  • makan makanan tinggi kadar protein dan karbohidrat (puding, sereal, bakso, puding, susu, roti panggang, sup, yoghurt, keju, susu kental, kurma, kacang, dll)
  • lakukan perawatan mulut dengan menggosok gigi sebelum tidur dan setelah makan. Bila tidak dapat menggosok gigi karena gusi berdarah, gunakan pembersih mulut
  • berikan pelembab bibir sesuai kebutuhan
  • hindari rokok, makanan pedas dan air es.

Prosedur Kemoterapi

Obat kemoterapi dapat diterapkan ke dalam aliran darah untuk menyerang sel-sel kanker di seluruh tubuh, atau dapat juga diterapkan langsung ke tempat kanker berada. Dokter akan menentukan pilihan obat kemoterapi terbaik untuk mengobati kanker. Obat kemoterapi dapat diberikan dalam beberapa cara, yaitu:

  • Per oral (dari mulut)
  • Dengan injeksi (suntikan) ke dalam otot (intramuskular) atau vena (intravena)
  • Dengan tabung kateter yang menuju ke kandung kemih, perut, rongga dada, otak, sumsum tulang belakang atau hati
  • Penerapan/aplikasi langsung di kulit

Namun sebelum prosedur kemoterapi, dokter biasanya akan memerintahkan pasien untuk mengonsumsi obat-obatan seperti di bawah ini:

  • Steroid
  • Obat alergi
  • Obat anti mual
  • Obat penenang
  • Antibiotik

Apakah Kanker Cukup dengan Kemoterapi saja?

Terkadang kemoterapi adalah satu-satunya perawatan yang dibutuhkan dan sudah cukup untuk membasmi kanker. Namun yang lebih sering adalah kemoterapi digunakan bersama dengan operasi atau terapi radiasi atau keduanya. Berikut penjelasannya:

– Kemoterapi dapat digunakan untuk mengecilkan tumor sebelum operasi atau terapi radiasi.

– Kemoterapi dapat digunakan setelah terapi operasi atau radiasi untuk membantu membunuh sel-sel kanker yang mungkin tersisa.

-Kemoterapi dapat digunakan dengan perawatan lainnya jika kanker kembali kambuh.

Ketika kemoterapi diberikan setelah operasi untuk membunuh sel-sel kanker yang mungkin masih ada, maka dari itu kegiatan kemoterapi ini sendiri harus dengan pengawasan dari dokter dan tenaga kesehatan lainnya.
www.dokterandi.com

ig: dokter_andi

 

Operasi Kanker Serviks

ooperasi

operasi1

Ada beberapa penanganan kanker serviks:

Prosedur Pengangkatan Sel-sel Prakanker

Hasil pap smear mungkin tidak menunjukkan adanya kanker serviks, tapi bisa dilihat jika terjadi perubahan biologis yang berpotensi menjadi kanker di masa mendatang. Berikut ini adalah beberapa penanganan yang tersedia:

  • Biopsi kerucut: yaitu pengangkatan wilayah tempat jaringan yang abnormal melalui prosedur operasi.
  • Terapi laser: pemakaian laser untuk membakar sel-sel abnormal.
  • LLETZ atau large loop excision of transformation zone: sel-sel abnormal dipotong memakai kawat tipis dan arus listrik.

Operasi Pengangkatan Kanker Serviks

Ada tiga jenis operasi utama untuk kanker serviks.

Operasi radical trachelectomy

Prosedur ini lebih cocok untuk kanker serviks yang terdeteksi pada stadium awal dan akan ditawarkan kepada wanita yang masih ingin memiliki anak. Operasi ini bertujuan mengangkat leher rahim, jaringan sekitarnya, dan bagian atas dari vagina, tanpa mengangkat rahim.

Anda masih berpeluang memiliki anak karena rahim tidak diangkat. Pasca operasi, rahim dan vagina membutuhkan waktu untuk pulih. Akan disarankan menunggu enam bulan hingga setahun setelah operasi sebelum memutuskan untuk hamil.

Operasi yang melibatkan pengangkatan rahim

Histerektomi adalah operasi pengangkatan rahim wanita. Histerektomi dilakukan untuk berbagai alasan, salah satunya untuk operasi kanker serviks stadium awal. Agar kanker tidak kembali lagi, radioterapi juga mungkin perlu dilakukan.

Ada dua jenis operasi histerektomi. Pertama, histerektomi sederhana. Ini adalah prosedur di mana leher rahim dan rahim akan diangkat. Pada beberapa kasus, ovarium dan tuba falopi bisa juga turut diangkat. Prosedur ini bisa dilakukan untuk kanker serviks stadium awal.

Yang kedua histerektomi radikal. Leher rahim, rahim, jaringan di sekitarnya, nodus limfa, ovarium, dan tuba falopi, semuanya akan diangkat. Ini operasi yang cenderung dilakukan pada kanker serviks stadium satu lanjutan dan stadium dua pada tahap awal.

Efek samping atau komplikasi jangka pendek dari operasi histerektomi adalah:

  • Pendarahan
  • Infeksi
  • Risiko cedera pada ureter, kandung kemih, dan rektum
  • Penggumpalan darah

Kemungkinan komplikasi jangka panjang dari operasi histerektomi adalah:

  • Ketidakmampuan menahan kencing.
  • Vagina menjadi pendek dan lebih kering, hubungan seksual bisa terasa menyakitkan.
  • Pencernaan dalam usus terhalang karena adanya penumpukan bekas luka. Mungkin diperlukan operasi lagi untuk membukanya.
  • Pembengkakan pada lengan dan kaki karena penumpukan cairan atau limfedema.

Meski risiko komplikasi ini kecil, tapi akan sangat menyulitkan jika terjadi. Dengan histerektomi, kehamilan tidak mungkin terjadi dan jika ovarium diangkat, ini juga bisa memicu terjadinya menopause pada pasien belum mengalaminya.

Pelvic exenteration

Pelvic exenteration adalah operasi besar yang hanya disarankan jika kanker serviks kembali muncul setelah pernah diobati dan sempat sembuh. Operasi ini dilakukan jika kanker kembali ke daerah panggul, tapi belum menyebar ke wilayah lain.

Setelah operasi, vagina bisa direkonstruksi ulang memakai kulit dan jaringan yang diambil dari bagian tubuh lainnya. Anda tetap bisa melakukan hubungan seks  beberapa bulan setelah operasi ini.

Terdapat dua tahapan pelvic exenteration yang harus dilewati. Tahap pertama, kanker akan diangkat bersamaan dengan kandung kemih, rektum, vagina, dan bagian bawah dari usus. Lalu tahap yang kedua, dua lubang yang disebut stoma akan dibuat di perut untuk mengeluarkan urine dan kotoran dari tubuh. Kotoran yang dibuang dimasukkan ke dalam kantung penyimpanan, disebut dengan istilah kantung colostomy.

Penanganan Kanker Serviks dengan Radioterapi

Untuk penanganan kanker serviks stadium awal, radioterapi bisa dilakukan sendiri atau dikombinasikan dengan operasi. Sedangkan pada kanker serviks stadium akhir, radioterapi akan dikombinasikan dengan kemoterapi untuk mengendalikan pendarahan dan rasa nyeri.

Radioterapi bisa diberikan dengan dua cara yaitu:

  • Eksternal. Mesin radioterapi akan menembakkan gelombang energi tinggi ke bagian panggul pasien untuk menghancurkan sel kanker.
  • Internal. Implan radioaktif akan dimasukkan di dalam vagina dan leher rahim pasien.

Proses radioterapi biasanya berjalan sekitar satu sampai dua bulan. Meski begitu, radioterapi tidak hanya menghancurkan sel-sel kanker, terkadang, radioterapi juga menghancurkan jaringan yang sehat. Efek samping bisa bertahan selama berbulan-bulan atau bahkan tahunan. Pada beberapa kasus, efek samping ini bisa bersifat permanen. Tapi, kebanyakan efek samping akan hilang dalam dua bulan setelah menyelesaikan pengobatan.

Keuntungan radioterapi sering kali lebih besar dari risiko dan efek sampingnya. Bagi beberapa orang, radioterapi menawarkan harapan satu-satunya untuk memusnahkan kanker. Efek samping dari radioterapi adalah:

  • Sakit saat buang air kecil.
  • Pendarahan dari vagina dan rektum.
  • Diare.
  • Kelelahan.
  • Mual
  • Merusak kandung kemih dan usus sehingga kehilangan kontrol dalam membuang air besar dan kecil.
  • Mempersempit vagina sehingga seks menjadi terasa sakit.
  • Rasa perih pada kulit di daerah panggul.
  • Kemandulan.
  • Merusak ovarium, berakibat pada menopause dini.

Sel telur bisa diangkat melalui operasi dari ovarium sebelum radioterapi, jika Anda mencemaskan soal kesuburan. Sel telur ini bisa ditanamkan kembali di rahim. Untuk mencegah menopause, ovarium bisa dipindahkan di luar daerah panggul yang tidak terpengaruh radiasi. Proses ini lebih dikenal dengan istilah ovarian transposition.

Surgery/Operasi

Operasi kanker serviks dapat dilakukan dengan mempertimbangkan posisi dan penyebaran kanker serviks juga hilangnya kesempatan memiliki anak.

Chemoradiation

Kemoradiasi adalah kombinasi antara kemoterapi dan radiasi. Keduanya dilakukan baik sebelum operasi maupun paska operasi.Kombinasi ini bertujuan untuk mengendalikan pendarahan dan rasa nyeri.

Klik: http://www.dokterandi.com/2017/01/17/operasi-kanker-serviks/

www.dokterandi.com

facabook:  Dr Andi Sugiarto – Dr Seksologi

Twitter: @andisugi

Ig: dokter_andi

 

 

Kanker Serviks

servik 1

Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Semua wanita dari berbagai usia berisiko menderita kanker serviks. Tapi, penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara seksual.

Pada tahap awal, kanker serviks biasanya tidak memiliki gejala. Gejala kanker serviks yang paling umum adalah pendarahan pada vagina yang terjadi setelah berhubungan seks, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause. Meski terjadi pendarahan, belum berarti Anda menderita kanker serviks. Untuk memastikan penyebab kondisi Anda, segera tanyakan kepada dokter. Jika dicurigai terdapat kanker serviks, rujukan menemui dokter spesialis akan diberikan.

Penyebab kanker serviks pun bermacam ragam dapat kita lihat:

  1. Human papilloma Virus (HPV)

Human papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker serviks. Sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik.

  1. Merokok

Merokok dapat meningkatkan resiko kanker serviks, karena rokok mengandung zat kimia yang dapat merusak DNA pada sel jaringan serviks dan melemahkan sistem kekebalan tubuh dalam menangkal infeksi virus HPV. Perokok aktif maupun pasif memiliki resiko dua kali lebih besar mengidap kanker serviks.

  1. Bergonta-ganti pasangan

Melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan dapat meningkatkan resiko kanker serviks, karena virus HPV yang menyebabkan infeksi pada leher rahim ditularkan melalui hubungan seksual.

  1. konsumsi buah dan sayur

Kurangnya konsumsi buah dan sayur dapat meningkatkan resiko kanker serviks. Sayur dan buah mengandung antioksidan yang merupakan penangkal infeksi dan radikal bebas, serta berfungsi menguatkan sistem kekebalan tubuh.

  1. Kelebihan berat badan

Wanita yang memiliki kelebihan berat badan memiliki resiko yang lebih tinggi mengidap adenokarsinoma kanker.

  1. Kontrasepsi oral (pil kb)

Wanita yang rajin mengkonsumsi kontrasepsi oral atau pil KB dalam jangka waktu yang lama atau lebih dari lima tahun beresiko dua kali lebih besar mengidap kanker serviks.

  1. Kehamilan

Faktor kehamilan juga berpengaruh terhapap tingginya resiko kanker serviks. Wanita yang hamil dibawah usia 17 tahun memiliki resiko dua kali lebih besar dibandingkan wanita yang hamil diatas usia 25 tahun.

Sementara itu, wanita yang pernah hamil lebih dari 3 kali semasa hidupnya juga memiliki resiko yang lebih besar mengidap kanker serviks. Hal ini disebabkan karena sistem hormonal yang berubah-ubah dan lemahnya sistem kekebalan tubuh disaat kehamilan.

  1. Riwayat keluarga

Sama halnya dengan kanker payudara, kanker ini juga diturunkan secara genetis. Jika seorang wanita mempunyai ibu atau saudara perempuan yang mengidap kanker serviks, maka ia meiliki resiko 2 – 3 kali lebih besar untuk mengidap kanker serviks. Hal ini disebabkan karena faktor ketidakmampuan tubuh dalam menangkal infeksi virus HPV dapat diturunkan pada generasi selanjutnya.

  1. Pembersih area wanita

Jangan terlalu sering menggunakan pembersih kewanitaan karena sifat pembersih akan mempengaruhi PH kewanitaan sehingga bakteri akan mati dan dapat memicu kanker. Karena tidak semua bakteri itu jahat bagi area kewanitaan.

serviks

Adapun gejala yang sering muncul:

  1. Pendarahan

Gejala utama dari kanker serviks adalah munculnya pendarahan vagina baik pendarahan setelah berhubungan seksual, saat buang air besar, menstrruasi yang berkepanjangan atau tidak normal, serta pendarahan yang terjadi setelah masa menopouse. Jika anda mengalami pendarahan seperti yang disebutkan diatas, maka sebaiknya anda segera lakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya.

Gejala-gejala Lainnya yang Mungkin Muncul

Selain pendarahan yang abnormal, gejala lain yang mungkin muncul adalah:

  • Cairan yang keluar tanpa berhenti dari vagina dengan bau yang aneh atau berbeda dari biasanya, berwarna merah muda, pucat, cokelat, atau mengandung darah.
  • Rasa sakit tiap kali melakukan hubungan seksual.
  • Perubahan siklus menstruasi tanpa diketahui penyebabnya, misalnya menstruasi yang lebih dari 7 hari untuk 3 bulan atau lebih, atau pendarahan dalam jumlah yang sangat banyak.
  1. Keluar cairan vagina yang tidak normal

Tubuh biasanya menghasilkan cairan untuk melumasi bagian dalam vagina, akan tetapi jika ditemukan darah pada cairan vagina atau keputihan yang berlebih ada baiknya segera lakukan pengecekan.

  1. Kaki bengkak

Pada pasien kanker serviks biasanya ditemukan pembengkakan pada kaki. Pembengkakan ini merupakan tanda bahwa kanker telah memasuki stadium lanjut.

  1. Nyeri punggung

Penderita kanker serviks akan merasakan nyeri yang amat menggangu pada bagian punggung. Gejala ini biasanya terjadi pada stadium lanjut kanker serviks dan menandakan bahwa jaringan kanker telah meluas ke bagian luar leher rahim.

  1. Pusing dan kelelahan

Pada stadium lanjut, penderita akan sering mengalami pusing dan kelelahan. Kondisi ini akan menjadi semakin buruk hingga menyebabkan kehilangan kesadaran jika tidak segera ditangani.

  1. Nyeri perut

Tidak hanya mengalami nyeri punggung, penderita kanker serviks juga akan merasakan sakit dan nyeri di bagian perut. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh menghasilkan zat prostaglandin saat menangkal infeksi dan zat ini dapat menimbulkan rasa sakit pada perut.

  1. Turunnya berat badan secara drastis

Penderita kanker stadium akhir akan mengalami cachexia, yakni hilangnya berat badan serta massa otot. Kondisi ini juga disertai dengan hilangnya nafsu makan dan tubuh akan merasa lemas. Cachexia terjadi dikarenakan metabolisme tubuh yang terganggu oleh jaringan kanker dan juga bisa terjadi karena efek dari kemoterapi.

Pencegahan Kanker Serviks

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan kaum perempuan dalam hal mencegah kanker serviks agar tidak menimpa dirinya, antara lain:

  1. Jalani pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisi dan bergizi
  2. Selalu menjaga kesehatan tubuh dan sanitasi lingkungan
  3. Hindari pembersihan bagian genital dengan air yang kotor
  4. Jika anda perokok, segera hentikan kebiasaan buruk ini
  5. Hindari berhubungan intim saat usia dini
  6. Selalu setia kepada pasangan anda, jangan bergonta-ganti apalagi diikuti dengan hubungan intim.
  7. Lakukan pemeriksaan pap smear minimal lakukan selama 2 tahun sekali, khususnya bagi yang telah aktif melakukan hubungan intim
  8. Jika anda belum pernah melakukan hubungan intim, ada baiknya melakukan vaksinasi HPV
  9. Perbanyaklah konsumsi makanan sayuran yang kandungan beta karotennya cukup banyak, konsumsi vitamin c dan e.

Tingkat Stadium Menentukan Pengobatan Kanker Serviks

Pengobatan kanker serviks tergantung kepada beberapa faktor. Kanker serviks bisa diobati dengan cara operasi jika diagnosis dilakukan pada tingkat awal. Pada beberapa kasus, hanya serviks yang diangkat dan rahim bisa dibiarkan saja. Pada kondisi yang lebih serius, rahim perlu diangkat seluruhnya. Proses operasi untuk pengangkatan rahim disebut sebagai histerektomi.

Sedangkan prosedur radioterapi adalah langkah alternatif untuk kanker serviks stadium awal. Pada kasus tertentu, radioterapi juga bisa dijalankan berdampingan dengan operasi. Untuk kasus kanker serviks stadium lanjut, biasanya dirawat dengan metode kombinasi kemoterapi dan radioterapi. Beberapa penanganan bisa memiliki efek samping yang berat dan jangka panjang, termasuk di antaranya adalah menopause dini dan kemandulan.

Untuk memastikan penyebab kondisi Anda, segera tanyakan kepada dokter. Jika dicurigai terdapat kanker serviks, rujukan menemui dokter spesialis akan diberikan. Maka dari itu berubah menjalani pola hidup sehat itu sangatlah penting.

Klik: http://www.dokterandi.com/2017/01/16/kanker-serviks/

www.dokterandi.com

facabook:  Dr Andi Sugiarto – Dr Seksologi

Twitter: @andisugi

Ig: dokter_andi