Rehab Your Sex Life!

Konsultasi seksologi dan rehabilitasi oleh Dr Andi Sugiarto, SpRM

20
May

Mau Jadi Pria Sehat dan Panjang Umur? Ini sedikit rahasianya:

May 8, 2009 — Drinking up to half a glass of wine daily may increase longevity by 5 years in men, but more studies are needed, according to the results of a study reported online first in the April 30 issue of the Journal of Epidemiology and Community Health.

“Light to moderate alcohol intake lowers the risk of cardiovascular mortality, but whether this protective effect can be attributed to a specific type of beverage remains unclear,” write M.T. Streppel, from the National Institute for Public Health and the Environment, Bilthoven, the Netherlands, and colleagues. “Moreover, little is known about the effects of long-term alcohol intake on life expectancy.”

The goal of this analysis was to determine the effect of long-term alcohol intake and types of alcoholic beverages consumed on cardiovascular mortality and life expectancy at age 50 years. The study cohort consisted of 1373 men enrolled in the Zutphen Study who were born between 1900 and 1920 and evaluated repeatedly between 1960 and 2000.

Time-dependent Cox regression models were used to calculate hazard ratios (HRs) for total alcohol intake and for intake of alcohol from wine, beer, and spirits. Areas under survival curves were used to assess life expectancy at age 50 years. Light alcohol intake was defined as consumption of not more than 20 g/day.

Compared with no alcohol consumption, long-term light alcohol intake was strongly and inversely associated with risks for cerebrovascular mortality (HR, 0.43; 95% confidence interval [CI], 0.26 – 0.70), total cardiovascular mortality (HR, 0.70; 95% CI, 0.55 – 0.89), and all-cause mortality (HR, 0.75; 95% CI, 0.63 – 0.91).

Long-term wine consumption averaging less than half a glass per day was strongly and inversely associated with coronary heart disease (HR, 0.61; 95% CI, 0.41 – 0.89), total cardiovascular mortality (HR, 0.68; 95% CI, 0.53 – 0.86), and all-cause mortality (HR, 0.73; 95% CI, 0.62 – 0.87), independent of total alcohol intake. Differences in socioeconomic status did not explain these results. Compared with men who did not consume alcohol, men who drank, on average, less than half a glass of wine per day had a life expectancy about 5 years longer.

“Long-term light alcohol intake lowered cardiovascular and all-cause mortality risk and increased life expectancy,” the study authors write. “Light wine consumption was associated with 5 years longer life expectancy; however, more studies are needed to verify this result.”

Limitations of this study include lack of data on drinking frequency, average long-term alcohol intake was relatively low, most participants used more than 1 type of alcoholic beverage in their usual diet, and for those men who were newly included in the study in 1985, information on alcohol intake was missing for the period 1960 to 1970.

“The inverse associations between wine consumption and mortality remained after adjustment for total alcohol intake,” the study authors conclude. “Wine consumers had a 5 years longer life expectancy compared with no alcohol consumers; however, more studies are needed to draw conclusions on the strength of the association between wine consumption and mortality.”

The former Inspectorate for Health Protection and Veterinary Public Health, at present integrated in the Food and Consumer Product Safety Authority, the Netherlands, supported this study. The authors have disclosed no relevant financial relationships.

J Epidemiol Community Health. Published online April 30, 2009.
Clinical Context

An observed U- or J-shaped association between alcohol intake and all-cause mortality may be attributed to a lower risk for cardiovascular disease mortality in light to moderate drinkers. The mechanism underlying the protective effect of light to moderate alcohol intake may be an increase in high-density lipoprotein cholesterol and prevention of blood clotting and reduction in platelet aggregation.

The polyphenols in red wine may offer an additional health benefit because these compounds inhibit the formation, progression, and rupture of atherosclerotic plaques and improve endothelial function. However, some studies suggest that the apparent benefits of wine consumption vs other alcoholic beverages may reflect differences in socioeconomic status and dietary and other lifestyle habits.

03
Mar

Jangan stop merokok! (Kecuali kalo ingin jadi sepur..)

Ada lalat dimakan blekok, Kalo mau sehat, ya stop merokok..

Menurut penelitian,  merokok itu sudah terbukti merugikan kesehatan. Merokok bisa menyebabkan atherosklerosis, penyakit jantung koroner, impotensi/ disfungsi ereksi dan

Kiat-kiat untuk bisa berhenti merokok:

Bila tidak bisa meloncat sekaligus, mulailah dengan melangkah
Bila tidak bisa berhenti total, mulailah sedikit demi sedikit. Tidak usah idealis, tetapkan target anda sesuai dengan kemampuan anda. Tidak ada gunanya menetapkan target berhenti total bila anda merasa tertekan dengan itu. Kurangi sedikit demi sedikit, bila itu sesuai dengan kemampuan anda.

Tetapkan tanggal berhenti merokok total.
Tidak ada target tanpa tenggat waktu (dead line). Tuliskan besar-besar di kalender anda tanggal anda berhenti merokok. Biarkan anda lebih terpacu karenanya.

Minta dukungan keluarga dan orang serumah
Umumkan pada orang serumah dan keluarga anda bahwa anda berhenti merokok dan mintalah dukungan mereka. Biarkan mereka mengingatkan anda bila motivasi anda sedang ‘down’.

Minta dukungan rekan sekantor yang tidak merokok
Dukungan teman sekantor sangat penting, biarkan mereka menegur anda bila anda ketahuan ‘nyolong-nyolong’ merokok lagi. Ucapkan selamat tinggal pada teman yang merokok, artinya pamit pada mereka untuk tidak merokok lagi bareng teman perokok lain.

Berikan hadiah pada diri sendiri
Setelah bisa melewati seminggu, sebulan atau periode waktu tertentu tanpa rokok, berikan hadiah pada diri sendiri. Hadiahnya bisa berupa baju baru, arloji, handphone baru, atau apa pun yang anda sukai sebagai hadiah.

Tetapkan denda bila merokok
Berikan kompensasi pada orang serumah yang melihat anda merokok. Bisa berupa uang sekadarnya, tiket bioskop, pulsa hp, atau membersihkan kamar mandi, mencuci piring atau apa pun yang bisa membuat anda ‘jera’ merokok dan takut merokok.

Imajinasikan diri anda yang bersih dari asap rokok
Pada saat bangun tidur dan saat mau tidur malam hari, berdiam diri sejenak dan imajinasikan diri anda berada di atmosfir yang bersih, udara segar sambil menarik nafas dari udara yang bersih. Tarik nafas dalam-dalam sampai terasa paru mengembang maksimal. Lalu hembuskan nafas

Jangan simpan rokok dan korek api
Berikan kepada orang lain semua rokok dan korek api yang biasa dipakai untuk merokok. Menyimpannya hanya membuat anda tergoda untuk merokok lagi.

Tidak ada yang tidak mungkin bila anda niat
Ingat dengan semut yang bisa membawa beban berpuluh kali besar tubuhnya? Seperti itulah anda, kelihatannya sulit dan ‘impossible’ tapi anda bisa!

Jangan menyerah pada godaan teman
Istilahnya “Setan kepingin cari teman”! untuk hal yang negatif, ingin banyak orang yang ikut melakukan itu. Misalnya, seorang koruptor, cenderung senang dan ingin lebih banyak orang yang melakukan korupsi. Apa kata dunia?

Bersiaplah untuk dijadikan bahan ‘ejekan’ teman yang perokok
Jadikan ejekan itu sebagai sarapan dan makan malam anda, artinya: jadikan itu hal yang biasa. Tidak heran bahwa orang akan sinis terhadap perokok yang berusaha berhenti. Jangan sakit hati, jalan saja terus. Anjing menggonggong, kafilah berlalu.

Perkuat alasan untuk berhenti merokok
Cari alasan apa pun yang membuat anda berhenti merokok: mulut jadi bau rokok, jari tangan kuning-kuning, istri tidak mau dicium karena anda bau rokok, baju bolong-bolong karena percikan api rokok, mobil jadi bau rokok, dan banyak lagi.

Cari teman yang sudah berhasil berhenti merokok
Motivasi dan suasana hati kita kadang menurun dan kita jadi ‘down’. Di situlah perlu teman yang sudah berhenti merokok untuk membantu memompa semangat kita lagi.

Cari pertolongan ke dokter:
Bila tidak bisa berusaha sendiri, anda bisa berusaha mencari pertolongan ke dokter. Cara-cara yang bisa dilakukan misalnya:
1.    Obat anti nikotin: dengan resep dokter, anda bisa mendapatkannya di apotik. Obat ini akan menghilangkan ketergantungan terhadap rokok dan nikotin. Rasa nikmat yang dihasilkan rokok akan berkurang sampai tidak ada sama sekali.
2.    Akupunktur/ tusuk jarum: dengan tusukan jarum akupuntur di titik-titik paru, jantung dan titik yang mengendalikan emosi, bisa mengurangi rasa ingin merokok. Bila merokok pun, rasanya tidak senikmat biasanya, dan lama kelamaan akan tidak ada kenikmatan yang didapat dari merokok.
3.    Berlatih senam pernapasan: dengan mengatur nafas dan konsentrasi, menarik nafas dalam dan membuang nafas secara pelahan sampai sebanyak mungkin terjadi pertukaran udara dari paru ke udara luar.
4.    Hipnoterapi untuk stop merokok: dengan menghipnosis diri sendiri, diharapkan kemauan untuk merokok menjadi hilang. Pikiran menjadi ‘tergiring’ untuk tidak menginginkan rokok dan nikotin lagi.

Burung blekok si burung binal,

Stop merokok, ayo kita siap mental

09
Feb

Latihan untuk Sakit Sendi

Latihan untuk Sakit Sendi
Dr Andi,
Saya pria usia 42 tahun, dalam 3 bulan ini mengalami nyeri pada sendi pergelangan kaki kiri. Pada saat bangun pagi, kaki kiri sering terasa nyeri dan bengkak serta merah. Saya sudah periksa ke dokter, dan diperiksa di laborat, ternyata asam urat saya dalam batas normal. Sendi pergelangan kaki saya sangat sakit untuk berjalan dan berdiri. Sudah diberi obat, sekarang sakitnya berkurang, tapi pergelangan saya sekarang kaku, dan kadang bengkak bila kebanyakan jalan. Apa yang harus saya lakukan dan bagaimana solusinya dok, terimakasih.

Dari: Marsudianto  di Kendal.

Jawaban dr Andi Sugiarto:
Melihat dari gejalanya, bapak terkena penyakit rematik. Memang penyakit rematik itu banyak macamnya, bukan hanya asam urat saja, itu hanya salah satu dari banyak penyakit golongan rematik. Seringkali orang mengobati sendiri, dan mengistirahatkan sendi itu secara berlebihan. Bila sendi tidak digerakkan secara kontinyu, maka akan kaku dan lama-lama sulit digerakkan.

Nyeri untuk mengistirahatkan
Memang rasa nyeri dan kaku pada sendi itu sebetulnya adalah mekanisme pertahanan dari tubuh untuk mengurangi pergerakan sendi. Dengan mengurangi pergerakan sendi, tubuh akan berusaha menyembuhkan dirinya sendiri, yaitu dengan proses peradangan, atau inflamasi. Bila gerakan sendi itu sepenuhnya dihentikan, maka yang terjadi adalah proses menjadi kontraktur sendi atau kekakuan sendi. Ini terjadi dalam proses yang berkembang dari hari demi hari.  Berarti bagaimana kita menyikapi nyeri sendi ini?

Nyeri untuk membatasi gerakan
Sendi yang nyeri dan kaku serta bengkak memang harus kita batas gerakannya, tapi bukan berarti harus tidak bergerak sama sekali. Ambil contoh gerakan pada pergelangan kaki yang bengkak dan nyeri, mulailah dengan menggerakkan sedikit demi sedikit ke arah telapak, lalu ke arah punggung kaki (seperti gerakan menginjak gas pada mobil, dan sebaliknya).

Mulailah sedikit demi sedikit
Gerakan selanjutnya adalah mencoba memijakkan kaki ke tanah atau menumpu sebagian berat badan ke kaki yang sakit. Mulailah dengan tekanan yang sedikit, lalu tambah sedikit demi sedikit, sampai kaki tidak nyeri saat menumpu tekanan seluruh berat badan. Bila masih terasa nyeri, jangan teruskan. Lanjutkan nanti, dan teruskan dengan latihan selanjutnya.

Perhatikan Lingkup Gerak Sendi
Coba untuk menggerakkan pergelangan kaki seluas-luasnya, bila terasa nyeri, jangan dipaksa. Biarkan tubuh kita beradaptasi dengan rasa nyeri itu, sehingga lingkup gerak sendi dari kaki yang sakit bertambah, sampai pergelangan kaki kita bisa bergerak dengan leluasa.  Bila ada sedikit nyeri atau kemeng, jangan dipaksa, itu masih wajar.

Kompres dengan air dingin
Untuk mengatasi bengkak, rendam kaki dengan air dingin. Bisa juga dengan dikompres basah dengan air dingin selama kira-kira setengah jam. Bila tahan dengan dinginnya es, bisa juga dikompres dengan es batu.

Lakukan sehari 2-3 kali
Menggerakkan sendi yang sakit, perlu dilakukan 2-3 kali sehari, dengan demikian ada pertambahan lingkup gerak sendi, dan juga pengurangan nyeri secara progresif. Setiap kali berlatih menggerakkan sendi, terus tambah intensitasnya dan  lingkup gerak sendinya.

Anti inflamasi non steroid
Untuk membantu mengurangi nyeri dan bengkaknya, dokter mungkin akan memberikan natrium diklofenak atau piroksikam sebagai anti inflamasi non steroid oral ataupun topikal/ gel. Bila nyeri sudah bisa dikontrol, pemberian obat bisa dikurangi atau dihentikan.

Fisioterapi
Pada sendi yang bengkak, nyeri dan kemerahan, diberikan fisioterapi pendinginan seperti cryotherapy, atau icepack. Pada sendi yang sudah tidak bengkak dan tidak kemerahan (masa akut sudah terlewati) dokter mungkin akan memberikan fisioterapi bersifat panas, misalnya short wave diathermy, ultrasound diathermy, atau infra red.

© 2009 Rehab Your Sex Life! | Entries (RSS) and Comments (RSS)

Design by Web4 Sudoku - Powered By Wordpress