Rehab Your Sex Life!

Ask dr Andi ! All about Sexology and Rehabilitation, by Dr Andi Sugiarto, SpRM. email: dokter.andi@gmail.com

23
Apr

Rehabilitasi Seksual untuk Ejakulasi Dini

Jawa Pos Radar Semarang, Minggu, 10 April 2011

Tanya:
dr Andi,
saya pria berusia 38 tahun, sudah menikah 12 tahun.  Selama tahun2 awal nikah, tidak ada masalah apa2, kami puas dengan hubungan suami istri kami. Tapi dalam setahun terakhir, saya sulit memuaskan istri, karena seringkali saya sudah loyo sebelum permainan selesai. Seringkali Mr P sudah mencapai klimaks sebelum istri puas. Saya jadi kurang pede dan seringkali cemas bila akan memulai hubungan suami istri. Bagaimana mengatasi masalah ini dr Andi. Terimakasih.

M di Sm.

Jawaban dr Andi:

Ini masalah ejakulasi dini, artinya cepat lambat keluarnya sperma tidak dapat dikontrol sama sekali, sehingga ejakulasi terjadi sebelum istri mengalami orgasme atau kepuasan.

Hal ini sangat sering terjadi pada pria di segala golongan umur, baik tua muda, baik baru nikah maupun sudah lama menikah, dan segala tingkat sosial  ekonomi dan tingkat pendidikan. Jadi pak M tidak usah terlalu berkecil hati, cuma memang hal ini membuat malu di depan istri, dan juga menghilangkan rasa percaya diri.

Seringkali istri juga berdiam diri saja karena kesal. Hal ini ditanggapi oleh suami dengan rasa bersalah. Bila keduanya jarang berkomunikasi dan membahas masalah ini, maka problem ini akan semakin meruncing dan menimbulkan masalah rumah tangga.

Bila suami mau membicarakan hal ini dengan istri, berusaha mencari pengobatan bersama, maka masalah ejakulasi dini ini bisa diatasi.

Dulu dianggap penyebab ejakulasi dini ini adalah semata2 psikis semata, tetapi saat ini ditemukan bahwa sebagian besar ejakulasi dini disebabkan oleh faktor kekurangan hormon serotonin, atau juga karena reseptor serotonin tidak berfungsi dengan baik. Untuk ini perlu dicari penyebabnya lagi mengapa bisa terjadi faktor tersebut.

Bila ada penurunan kualitas ereksi, maka perlu diperiksa faktor penyebab yang lain, misalnya kadar gula darah, tekanan darah, penyakit jantung koroner, tingginya kolesterol, kegemukan, kurangnya kadar hormon testosteron, kurang olahraga dan aktivitas fisik. Faktor depresi dan tidak dapat mengelola stres dengan baik juga perlu dicari.

Penanganan
Ejakulasi dini dapat diatasi dengan sex therapy, yaitu terapi berpasangan suami dan istri, pada prinsipnya adalah melatih membiasakan diri dengan sentuhan dan rangsangan, agar gejolak gairah tidak terlalu meletup2 dan terlalu cepat ejakulasi.

Bila ada rasa cemas yang berlebihan, dokter akan memberikan obat untuk mengurangi kecemasan. Bila ada gejala disfungsi ereksi, maka juga diberikan obat untuk menimbulkan ereksi. Hormon testosteron juga bisa diberikan bila tidak ada kontra indikasi.

Istri diberikan pengarahan untuk bisa mendukung suami agar tidak luntur rasa percaya dirinya. Biarkan suami merasa rileks, nyaman, dan tidak terburu-buru.

Cobalah berkonsultasi ke dokter untuk penanganan yang lebih efektif.

25
Aug

One bed, two wives: Interested?

One bed, two wives: Interested?
Satu ranjang, dua istri: Tertarik?

This gentleman come into my practice with a complaint of erectile dysfunction for 2 months. He always took aphrodisiacs “herbal” to strengthen his erections these days. And now he wants some medications to make him stronger erections. Before he came in, I saw a lady in my waiting room sitting beside him. I asked her, ” Ibu tidak ikut masuk? Maam, do you want to come in?” I thought she is his wife. ” Tidak usah dok, saya tunggu di sini saja sambil nonton tivi. No, thanks, doc, I just wait here and watch television”

The next visit, I saw another older lady coming with that gentleman patient. So I asked him when he had entered the consultation room. “Tidak sama Ibu, pak? Dont you come with your wife, Sir?” The man smiled widely, ” Hehe, ini yang pertama dok. Yang dulu yang kedua. Hehe, this is my first wife, doc. The lady you saw last visit is my second wife” I was startled to hear that and I couldnt stand not asking, ” Tinggalnya di satu rumah, Pak? Do you live in the same house?” To my surprise, he answered, ” Hehe, malah satu ranjang bertiga, dok. Hehe, doc, one bed for three of us” And I was very ‘impolite’ but curious, “Wah, berarti kalau ‘main’ bertiga langsung bareng dong? So you do threesome?” The man laughed, “Iya dok, sudah biasa. Yes, doc, it is a usual situation. We do it threesome. ”

Haree genee, ternyata masih ada ya??? These days.. we still have that kind of  ‘peaceful polygami’????

I think my posting is graphic enough, and I dont have much to say after telling the story..

@@Rehab Your Sex Life! Dr Andi Sugiarto, SpRM.

Image was taken from http://www.liuding.com/blog/uploaded_images/polygamy-716014.jpg

22
Aug

Masa Subur? Bagaimana mengetahuinya?

Bila ingin mendapatkan anak, maka berhubunganlah pada saat masa subur. Tapi bila belum ingin mendapatkan anak, maka hindarilah berhubungan pada masa subur.

Ada beberapa cara menghitung/ memprediksi masa subur:
1. Sistem kalender
Cara ini bisa digunakan bila siklus menstruasi teratur antara 28 hari sampai 35 hari.
Prinsipnya adalah:
a. Ovulasi (pengeluaran sel telur dari indung telur) terjadi 14 hari sebelum menstruasi yang akan datang.

b. Sperma dapat bertahan hidup sampai 48 jam setelah ejakulasi.

c. Sel telur dapat bertahan hidup selama 24 jam setelah ovulasi.

Cara menghitung dengan sistem kalender:

(i) Catat tanggal pertama haid, minimal 6 kali menstruasi

(ii) Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek – 18

(iii) Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang – 11

Contoh:

Siklus terpendek 28 hari dan siklus terpanjang 32 hari (mulai hari pertama haid sampai haid berikutnya)

Perhitungannya : 28 -18 = 10 dan 32–11 = 21. jadi masa suburnya adalah mulai hari ke-10 sampai ke 21 dari hari pertama haid. Pada masa ini suami isteri tidak boleh berhubungan intim. Bila ingin berhubungan intim, disarankan memakai kondom.

Cara KB dengan sanggama terputus tidak disarankan karena angka kegagalannya cukup tinggi yaitu 25-30% , karena dikhawatirkan ada sperma yang tetap lolos , bisa berenang sampai saluran tuba falopii (saluran telur) dan bisa membuahi sel telur.

2. menilai peningkatan suhu badan, biasanya suhu badan meningkat menjelang dan sesudah masa ovulasi karena pengaruh hormon progesteron.

3. menilai lendir rahim. Hormon estrogen mencapai puncaknya pada saat ovulasi terjadi dan memengaruhi lendir rahim. Menjelang ovulasi biasanya lendir rahim jadi agak encer dan bila diraba dengan dua jari membentuk benang dan berwarna bening.

4. dengan Alat Tes Ovulasi. Saat ini juga sudah dijual bebas diapotik atau toko obat alat untuk menilai masa subur yaitu Test prediksi masa subur atau ovulasi. Alat test ini bekerja dengan mengukur kadar hormone LH yang dihasilkan saat ovulasi. Alat ini digunakan seperti test kehamilan tetapi tentu saja harganya lebih mahal.

@@Rehab Your Sex Life! dr Andi Sugiarto, SpRM

Image was taken from: http://blog.oxygencreator.web.id/wp-content/uploads/2009/08/aw.jpg

© 2012 Rehab Your Sex Life! | Entries (RSS) and Comments (RSS)

Design by Web4 Sudoku - Powered By Wordpress