Siang itu jalanan ramai dengan mobil, sepeda motor, becak dan angkutan kota. Semua orang tampak sibuk dengan urusannya sendiri. Angkutan kota menurunkan dan menaikkan penumpang di halte, tidak terdengar ada klakson dan sumpah serapah dari pengendara lainnya. Tukang becak berjajar rapi di pinggir jalan dan dengan sopan mengendarai becaknya di tepi jalan dan tidak menghalangi pemakai jalan lainnya.

Calon penumpang dengan sabar mengantri dan menunggu taksi dan angkot di halte dan tempat pemberhentian bis kota dan angkot. Ada seorang nenek tua yang tersenyum ketika dipersilakan naik angkot duluan oleh seorang pemuda berambut panjang dan berjins belel dan bolong-bolong.

Tampak pak polisi menyetop kendaraan yang salah jalur kemudian dengan simpatik pak polisi memberitahukan jalur yang benar dan dengan sopan memberikan jalan kepada mobil yang salah jalur. Pengamen yang nongkrong di perempatan jalan hanya duduk di trotoar sambil berharap diberi recehan oleh pengemudi yang lewat. Tidak ada pengamen yang mendekati mobil, hanya duduk saja dan menyanyi di trotoar.

Di perempatan tampak lampu kuning menyala. Kendaraan mulai memperlambat kecepatan dan siap untuk berhenti. Mobil dari arah lain mempersilakan kendaraan yang masih berada di tengah perempatan untuk lewat, sampai perempatan kosong barulah mereka melintas perempatan.

Semua tampak padat di jalanan hari itu, tapi semuanya tertata rapi, berjalan dengan lancar.. tidak ada kemacetan, tidak ada saling rebutan jalur, rebutan penumpang.. sampai…. “Pah, pah, pah, bangun pah…!! Sudah waktunya ngantar anak sekolah!!”… terdengar suara istriku membangunkan aku..
Wah… ternyata mimpi….!!!

@@Posted by Dr Andi Sugiarto, SpRM for Rehab Your Life!!@@

Semarang – www.dokterandi.com – Seorang cewek puber berusia 16 tahun lari 2 hari dari rumah karena konflik dengan orang tuanya. Dia menemui pacarnya yang usianya jauh lebih tua. Orang tua sang cewek tidak terima dan melaporkan ke polisi.

Well, ini semua problem di dunia yang selalu berputar ini. Bila ditinjau dari seksologi, khususnya tentang pubertas, dari hal ini bisa dilihat beberapa point yang penting:
1. Remaja yang sedang puber harus ditangani, didampingi dan dihadapi secara bijak.
2. Pubertas memberikan ketidak stabilan emosi dan juga hormonal, sehingga remaja puber bisa bertindak di luar kewajaran atau di luar sangkaan kita.
3. Masalah pacaran dan pertemanan bagi remaja puber merupakan hal yang seolah-olah paling penting, apa lagi bagi yang tidak dekat dan akrab dengan orang tua dan keluarga.
4. Bagaimana menjadi pendamping, dan orang tua bagi remaja puber,sehingga kasus di atas tidak terjadi lagi, baik pada anak kita maupun anak orang lain.

Remaja yang sedang puber mengalami perubahan hormonal yang meningkat drastis. Secara fisik, badannya bertambah tinggi, besar, ototnya berkembang pesat seperti orang dewasa. Suaranya pun semakin berat, dan mirip dengan orang dewasa.

Emosionalnya masih tidak stabil karena masih berpikiran seperti anak2 yang meningkat dewasa.

SEringkali orang dewasa, orang tua, guru, dianggap sebagai “lawan” dan “berseberangan”, “bertentangan” dengan “gue”. Jadi perlu sekali untuk menjadi “teman” dan bukan sebagai “guru” dan “orang tua”. Utk jadi teman, berarti kita bisa ngobrol2 santai, curhat, guyonan, dan bukan menggurui, menasehati. Utk menasehati, kita perlu tahu triknya dan cara bicaranya yang pinter-pinter sehingga remaja/ anak tidak digurui dan dinasehati terus.

Bosen deh kalo ngobrol sama papa mama, bisanya kasih nasehat… terus.. kapan curhatnya dan kapan guyonnya… mungkin itu pikiran mereka.

Dari segi seksologi, remaja puber sudah mulai timbul rasa cinta, dan juga gairah seksual, yaitu cinta eros. Ini merupakan “kuda liar” alias dorongan yang kuat utk melakukan hal-hal apapun. Bila kita bisa mengendalikan dorongan dan kuda liar ini maka kita sebagai orang tua bisa mengendalikan dan menggiring remaja puber ini ke jalan yang baik dan positif.

Pakai tenaga dan energi remaja puber yang berlebih ini ke jalan yang baik, contohnya ikut Indonesian Idol, ikut olahraga dan berprestasi… gitu!!

Ok sementara gitu dulu ya nanti disambung lagi kalo ga males…

@@Rehab Your Sex Life! by dr Andi Sugiarto, SpRM@@

Semangat anak muda memang membara… idealisme harus dibayar dengan idealisme… Dengan punya pengetahuan, mudah2an anak muda ini bisa bersikap. Dengan bersikap yang baik, kita bisa kalahkan diri kita sendiri, dan akhirnya bisa mengalahkan ego dan kemalasan kita.

Tidak ada yang impossible. Yang ada hanyalah belum dicoba.

Pe er utk kita semua di bidang seksologi ini agar membekali anak muda semuanya agar bisa fokus ke membangun diri, membangun karier, dan membangun hal yang positif.

Nonsense berbicara tentang bangsa dan negara, bila utk diri sendiri pun masih berkutat dengan pemikiran yang cupet, terbatas, dan terkotak-kotak. Kreatifitas bukan cuma utk bikin iklan, bikin novel, lukisan dan karya seni. Kreatifitas diterapkan juga di semua bidang kehidupan, pekerjaan, dan relasi antar teman, anak ke orang tua, adik kakak. Dan juga suami istri.

This posting is dedicated to the young generations.

People inspire one another. Saling mengasah, menajamkan….

@@ posted by Dr Andi Sugiarto, SpRM for Rehab Your Sex Life! 2008.