Busy.. busy.. busy..

That is the most frequent word that comes into my mind these several weeks.. but I tried not to say it out of my mouth. I just kept calm and said to my family that I am still have time for them. But actually I was in a hurry all the time. Sometimes you couldnt help to hurry yourself to a project, the purpose is to quicken the process. I am always longing for a better administration for my clinic/ office, so I have my nurses to do all the paper work, and act like an administration worker. But I know the medical and paramedic person have weakness in administration.. like me!! I have the headache every time I am managing the paper work for administration. But I keep on doing it and make it neat. Now I have the good result and it is done neatly and sistematically. Thank God I can do it. With thanks to my nurses, of course. I have the optimist that we can keep up with it and do well.

One good thing lead to another, but my blog is now left behind. But I have the idea  to include what I have written for the talkshow in tv and radio to my blog. And I am free from the dead line too.. hehe..

Well, to blog or not to blog, we dont have to ask Shakespeare. Just write it and act like a writer. (or a crazy one). Hehe..

To all my friends, please forgive for my Semarang English.

Kiat mengembalikan cinta yang hilang setelah badai rumah tangga

Cinta hanya untuk anak muda?

Cinta memang bukan monopoli remaja atau anak muda saja, tapi juga untuk semua usia. Tentunya pengejewantahannya tidak selalu sama, pada orang yang lebih lanjut usianya pasti akan lebih ‘soft’ atau tidak terlalu eksplisit. Tapi pada orang yang lebih ekstrovert, manifestasinya akan lebih kelihatan.

Romantis atau tidak romantis?

Cinta bisa berupa hal-hal yang romantis dan yang non romantis. Yang romantis misalnya berupa kata-kata mesra, rayuan (gombal), dan sentuhan, pelukan serta yang lebih jauh lagi. Yang non romantis yaitu berupa hal2 umum yang mendukung kehidupan cinta sepasang muda mudi atau sepasang suami istri. Misalnya kebersamaan, memberikan hal2 yang dibutuhkan oleh pasangan, baik berupa finansial, dukungan moral, pujian, membantu pekerjaan rumah tangga, membantu mengasuh anak.  Semua itu pernyataan dari cinta.

Seksologi membantu kedekatan relasi pasutri

Dalam bidang seksologi, tentunya semua aktivitas seksual sebaiknya dikaitkan dan ditujukan untuk memperkuat cinta kasih antara pasutri. Semua kegiatan suami istri, apakah itu romantis atau tidak, tentunya digunakan untuk saling mendekatkan hubungan dan relasi pasutri.

Kadang kemesraan suami istri sering sekali disalah artikan sebagai upaya utk mengajak berhubungan intim. Kadang ini benar, kadang ini tidak benar. Tidak setiap kemesraan, romantisme, dan kata-kata rayuan diungkapkan untuk kearah seksual. Ini adalah kunci dari kedekatan hubungan suami istri. Bila masing2 bisa berkomunikasi tanpa tendensi negatif dan kecurigaan, maka keduanya akan bisa dekat di hati.

Sesudah ‘prahara’/ perselingkuhan

Pada pasutri yang sudah pernah mengalami prahara atau pertengkaran hebat, kadang bisa terjadi pisah ranjang, pisah kamar, atau tidak omong2an bila tidak perlu (ngomong seperlunya saja). Ini membuat pasutri itu seperti ‘sandiwara di depan orang lain’ saja, maka perlu adanya rekonsiliasi/ rujuk/ berbaikan kembali. Ini langkah2nya:

1. Yakinkan diri anda bahwa tidak ada manusia yang sempurna

2. Pasangan anda adalah belahan hidup anda, toh dia masih hidup bersama dengan anda

3. Bila anda berjuang dengan kekuatan sendiri, tidak akan bisa. Tapi bila kita berjuang dengan kekuatan dari Tuhan, niscaya akan lebih kuat.

4. Tekan ego anda, tekan kemarahan anda, coba bersabar, bernafaslah lebih dalam.

5. Jangan cepat berkata2 marah, pikirkan 2 kali bila ingin marah dan berteriak.

6. Keluarkan kata2 yang halus dan pelan

7. Tidak usah membahas kesalahan masa lalu untuk saat ini.

8. Anggaplah ini ‘cacat’ dari anda dan pasangan anda, berarti harus hidup dan berjuangdengan ‘kecacatan’ ini. Coba untuk menerima ‘kecacatan’ dan ‘kekurangan’ anda.

9. Mulailah dengan aktivitas bercinta dengan pasangan anda, walaupun itu terasa janggal dan kaku. Bercinta dapat mendekatkan hubungan suami istri.

10. Manfaatkan moment yang baik setelah anda berdua merasa lebih dekat.

11. Mulailah menempuh lembaran baru, jangan selalu menengok kesalahan yang sudah lalu.

12. Buang semua memori dan catatan lama.

Tanya:
Dr Andi, saya seorang ibu rumah tangga usia 48 tahun. Sudah 3 bulan ini saya merasakan badan kurang fit dan rasanya kurang fresh. Saya mencoba bangun tidur agak siang, tetapi tetap saja bila bangun tidur rasanya tidak bisa fresh dan semangat gitu dok. Saya sudah coba untuk istirahat/ tidur siang dan mengurangi kerja berat. Saya takut kalau punya penyakit dalam atau kronis, karena ibu saya punya penyakit kencing manis dan darah tinggi. Saya pernah periksa lab, gula darah saya normal. Saya juga tidak punya pikiran yang berat-berat. Tapi memang teman bilang saya sering gampang mikir bila ada persoalan sedikit saja. Bagaimana solusinya dok, terimakasih.

Ny. Rosma di Smg

Jawaban Dr Andi:
Yth Bu Rosma, untuk bisa tidur dengan tenang dan nyenyak memang perlu kesehatan dan kebugaran, serta juga kebutuhan tidur setiap orang bervariasi.  Kesulitan tidur atau yang sering disebut dengan istilah insomnia ini kerap membikin frustasi mereka yang menderitanya. Hampir sepanjang hari, para penderita insomnia memiliki daya konsentrasi rendah dan mengalami kepenatan dalam tingkat yang parah.
Kecukupan tidur seseorang sebenarnya bukan hanya diukur dari lama waktu tidur, tapi juga kualitas tidur itu sendiri. Jika seseorang tidur selama delapan jam, tapi tidurnya dipenuhi dengan mimpi buruk, maka waktu tidurnya adalah sia-sia. Seseorang dikatakan tidur dengan berkualitas atau cukup adalah jika ia bangun dengan kondisi segar dan bugar.
Sulit tidur ini biasanya menyerang kelompok dewasa, terutama kaum perempuan yang kerap mengalami tekanan psikologis dan medis yang lebih besar dari laki-laki.

Dilihat dari sejak mulainya, insomnia dibagi menjadi insomnia akut dan insomnia kronis.
Insomnia akut yang terjadi satu atau beberapa hari biasanya muncul karena stress yang dialami oleh penderitanya. Karena itu, penelusuran terhadap penyebab stress itu sendiri dan juga tindakan untuk mengatasinya akan menghilangkan insomnia.
Sementara insomnia kronis yang berlangsung selama beberapa hari, pekan atau bulan harus diatasi dengan terapi lebih serius dibanding insomnia akut. Jika 16 hari dalam sebulan, Anda mengalami sulit tidur pada malam hari maka Anda sudah bisa dikategorikan sebagai penderita insomnia kronis.
Bagi penderita insomnia kronis, dianjurkan agar dilakukan terapi perilaku, di antaranya tidur yang sehat, terapi kontrol stimulus, terapi pembatasan tidur, terapi relaksasi, dan terapi lainnya, seperti terapi cahaya yang bisa sangat membantu seseorang untuk tidur.
Tidur sehat yang dimaksud adalah membangun kebiasaan tidur yang baik. Caranya, pergi tidur pada waktu yang sama setiap malam dan bangun pagi pada jam yang sama pula, apa pun dan bagaimanapun kondisinya. Hal lain, hindari tidur pada siang hari, tidak mengonsumsi kafein dan nikotin, serta menghindari alkohol.

Sebaiknya juga jangan pergi tidur jika perut terlalu lapar atau kenyang. Bangun suasana yang membantu untuk tidur yang nyenyak. Misalnya, lampu tidak terlalu terang, tidak ada bunyi berisik, dan temperatur ruangan dibuat nyaman.
Sedangkan terapi pembatasan tidur adalah mengukur berapa lama Anda tidur selama berbaring di tempat tidur. Jika Anda hanya tertidur enam jam selama delapan jam berbaring di tempat tidur, maka itu masih tergolong normal. Tapi jika lebih sedikit dari itu, sebaiknya Anda segera pergi ke dokter.
Sementara terapi kontrol stimulus dibangun berdasarkan ide bahwa penderita insomnia biasanya menjadikan tempat tidur sebagai tempat bermalas-malasan bukan tempat untuk tidur. Karena itu, salah satu rekomendasi dari terapi ini adalah segera bangun dari tempat tidur jam berapa pun Anda terbangun dari tidur.
Terapi perilaku ini cukup efektif untuk menghilangkan insomnia. Namun memang dibutuhkan waktu untuk membuat terapi ini efektif. Hal inilah yang kerap membuat penderita insomnia tidak sabar. Mereka menginginkan sebuah ”penyembuhan” yang instan. Karena itu, konsumsi obat menjadi salah satu pilihan.
Semoga ibu Rosma bisa tidur dengan nyenyak dan bangun dengan fresh dan bugar!