After The Storm

Kiat mengembalikan cinta yang hilang setelah badai rumah tangga

Cinta hanya untuk anak muda?

Cinta memang bukan monopoli remaja atau anak muda saja, tapi juga untuk semua usia. Tentunya pengejewantahannya tidak selalu sama, pada orang yang lebih lanjut usianya pasti akan lebih ‘soft’ atau tidak terlalu eksplisit. Tapi pada orang yang lebih ekstrovert, manifestasinya akan lebih kelihatan.

Romantis atau tidak romantis?

Cinta bisa berupa hal-hal yang romantis dan yang non romantis. Yang romantis misalnya berupa kata-kata mesra, rayuan (gombal), dan sentuhan, pelukan serta yang lebih jauh lagi. Yang non romantis yaitu berupa hal2 umum yang mendukung kehidupan cinta sepasang muda mudi atau sepasang suami istri. Misalnya kebersamaan, memberikan hal2 yang dibutuhkan oleh pasangan, baik berupa finansial, dukungan moral, pujian, membantu pekerjaan rumah tangga, membantu mengasuh anak.  Semua itu pernyataan dari cinta.

Seksologi membantu kedekatan relasi pasutri

Dalam bidang seksologi, tentunya semua aktivitas seksual sebaiknya dikaitkan dan ditujukan untuk memperkuat cinta kasih antara pasutri. Semua kegiatan suami istri, apakah itu romantis atau tidak, tentunya digunakan untuk saling mendekatkan hubungan dan relasi pasutri.

Kadang kemesraan suami istri sering sekali disalah artikan sebagai upaya utk mengajak berhubungan intim. Kadang ini benar, kadang ini tidak benar. Tidak setiap kemesraan, romantisme, dan kata-kata rayuan diungkapkan untuk kearah seksual. Ini adalah kunci dari kedekatan hubungan suami istri. Bila masing2 bisa berkomunikasi tanpa tendensi negatif dan kecurigaan, maka keduanya akan bisa dekat di hati.

Sesudah ‘prahara’/ perselingkuhan

Pada pasutri yang sudah pernah mengalami prahara atau pertengkaran hebat, kadang bisa terjadi pisah ranjang, pisah kamar, atau tidak omong2an bila tidak perlu (ngomong seperlunya saja). Ini membuat pasutri itu seperti ‘sandiwara di depan orang lain’ saja, maka perlu adanya rekonsiliasi/ rujuk/ berbaikan kembali. Ini langkah2nya:

1. Yakinkan diri anda bahwa tidak ada manusia yang sempurna

2. Pasangan anda adalah belahan hidup anda, toh dia masih hidup bersama dengan anda

3. Bila anda berjuang dengan kekuatan sendiri, tidak akan bisa. Tapi bila kita berjuang dengan kekuatan dari Tuhan, niscaya akan lebih kuat.

4. Tekan ego anda, tekan kemarahan anda, coba bersabar, bernafaslah lebih dalam.

5. Jangan cepat berkata2 marah, pikirkan 2 kali bila ingin marah dan berteriak.

6. Keluarkan kata2 yang halus dan pelan

7. Tidak usah membahas kesalahan masa lalu untuk saat ini.

8. Anggaplah ini ‘cacat’ dari anda dan pasangan anda, berarti harus hidup dan berjuangdengan ‘kecacatan’ ini. Coba untuk menerima ‘kecacatan’ dan ‘kekurangan’ anda.

9. Mulailah dengan aktivitas bercinta dengan pasangan anda, walaupun itu terasa janggal dan kaku. Bercinta dapat mendekatkan hubungan suami istri.

10. Manfaatkan moment yang baik setelah anda berdua merasa lebih dekat.

11. Mulailah menempuh lembaran baru, jangan selalu menengok kesalahan yang sudah lalu.

12. Buang semua memori dan catatan lama.