Stroke, Salah Satu Penyakit Penyebab DE

birahi, cakra tv, desire, disfungsi ereksi, doctor love, dokter cinta, dokter rehab medik, dokter rehabilitasi medik, dokter seks, dokter seksologi, dokter seksual, dokter seksualitas, dokter sex, dr andi, dr andi semarang, dr Andi Sugiarto, dr cinta, dr enjoy, dr love, dr rehabilitasi medik, dr seks, dr seks semarang, ejakulasi dini, erectile dysfunction, erection, ereksi, famous sex doctor, fertilitas, fertility, fluor albus, gairah, genital, hubungan intim, hubungan suami istri, impotensi, indonesian sex doctor, indonesian sexologist, intercourse, kedokteran fisik dan rehabilitasi, kelamin, kepuasan seksual, keputihan, last longer, love, mani, marriage, medical blogger, nafsu, orgasm, orgasme, passion, pasutri, penis, physical medicine, pm&r, rehab, rehab medik indonesia, rehab medik semarang, rehab seks, rehab seksual, rehab sex, rehab your sex life, rehabilitasi, rehabilitasi medik, rehabilitasi seksual, rehabilitation, seks, seksolog indonesia, seksolog semarang, seksologi, seksologi indonesia, seksual, semarang, semarang sex doctor, sex, sex doctor, sex iq, sex rehab, sexual intercourse, sexual rehab, sexual rehabilitation, sexual satisfaction, sperm, sperm sperma, sperma, spkfr, sprm, subur, sugiarto, Tagged andi, tahan lama, vagina

Pada keadaan pasca stroke, dalam fase penyembuhan, diperlukan suatu penyesuaian diri yang sangat besar, bukan hanya dari pasien, namun juga dari pasangannya. Stroke bisa menyebabkan suatu keadaan yang sangat melemahkan dan seringkali berjalan selama beberapa bulan, bahkan lebih lama lagi. Di antara berbagai keprihatinan yang terjadi, banyak pasien stroke dan pasangannya selalu bimbang dan cemas tentang kelanjutan kehidupan seksnya.Stroke dapat mengganggu fungsi seksual dan hasrat dengan berbagai cara. Beberapa penderita pria dan wanita ragu untuk melanjutkan aktivitas seksual pasca stroke, karena takut, bahwa akan menyebabkan suatu serangan stroke lagi. Kelemahan, kelumpuhan, perubahan dalam keadaan badan dan kehilangan sensasi semunya dapat mengganggu dalam fungsi seksual, juga obat-obatan dan faktor emosional seperti depresi. Karena adanya kelumpuhan atau kelemahan, maka terjadi kesukaran dalam berbagai posisi seksual, yang sebelumnya disenangi, sehingga diperlukan penyesuaian dan eksperimentasi beberapa posisi yang lain untuk menemukan, mana yang terbaik. Pasien dan pasangannya mendapatkan counseling dari seorang psikolog, seksuolog atau seks terapis.