Menopause Mempengaruhi Hubungan Seksual

monopause2

monopause1

Menopause adalah berhentinya siklus menstruasi secara fisiologis yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita yang mengalami menopause alamiah, sama sekali tidak dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya yang terakhir sampai satu tahun berlalu. Menopause kadang-kadang disebut sebagai perubahan kehidupan.

Menopause menyebabkan penurunan estrogen dan ini dapat menyebabkan atrofi atau penipisan pada jaringan vagina dan vulva. Atrofi dapat menyebabkan timbulnya rasa nyeri saat berhubungan seksual karena vagina Anda begitu kering. Karena gejala ini dipicu oleh estrogen, maka perawatan paling efektif adalah beberapa resep yang mengandung estrogen, termasuk obat-obat oral, atau krim untuk vagina. Jika trik ini tidak juga berfungsi, maka sebaiknya Anda konsultasikan dengan dokter ahli.

Ketika seorang wanita menopause, kadar estrogennya turun drastis. Sehingga memicu reaksi dalam dirinya yang dapat mempengaruhi kehidupan seksual. Menopause pada wanita adalah waktu mengalami perubahan fisik yang luar biasa sehingga bisa mengubah perilaku. Wanita membutuhkan pemahaman dan dukungan dari pasangan di saat-saat penting untuk melalui tantangan seperti hilangnya massa payudara, berat badan, dan mengendurnya kulit.

Tetapi untuk mencegah hal-hal yang akan terjadi, akankah baiknya bila kita selalu menjaga kesehatan seperti olahraga, makan teratur dan terus menjaga pola makan yang baik. Karena hidup pasangan suami istri untuk hidup bersama sampai menjelang kematian, maka untuk bisa saling bersama bisa saling berkomunikasi agar hubungan tetap terjalin harmonis. Karena tidak bisa dipungkiri, berhubungan seksual sangat penting dalam hubungan suami istri. Jika terjadi ketidaknyamanan dalam hubungan seksual, sekarang ini sudah banyak cara untuk mengatasinya seperti bisa konsultasi ke dokter yang berkaitan.

www.dokterandi.com

Klik: http://www.dokterandi.com/2017/02/07/menopause-memp…bungan-seksual/ ?

Facebook: Dr Andi Sugiarto  РDr Seksologi

Twitter: @andisugi

Ig: dokter_andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *