Kadar esterogen penting untuk menghasilkan pelumas alami yang mempermudah penetrasi juga mengurangi rasa nyeri pada wanita saat berhubungan intim.
Penurunan kadar esterogen biasanya terjadi setelah wanita melahirkan, selama menyusui, dan setelah menopause (masa saat wanita tidak lagi menghasilkan sel telur).
Selama masa subur pelumas alami yang dihasilkan oleh hormon esterogen dapat dipicu dengan melakukan pemanasan (foreplay).
Penurunan hormon esterogen juga dapat terjadi karena pengaruh obat-obatan; anti depresi, obat tekanan darah tinggi, obat penenang, dan beberapa pil KB. Selain kadar esterogen, nyeri saat penetrasi dapat terjadi karena infeksi saluran kemih, operasi panggul, atau kejang yang tidak terkendali pada otot vagina (vaginismus).
Psikologis seringkali memainkan peranan penting dalam kesehatan seksual wanita. Misalnya pada saat Anda mengalami stres, secara otomatis otot panggul akan mengencang. Beberapa wanita yang mengalami trauma karena pelecehan seksual juga beresiko mengalami rasa nyeri ini.
Pengalaman seksual yang menyebabkan nyeri di masa lalu juga membuat seorang wanita menghindari aktivitas seksual, jika ia memutuskan untuk mencobanya lagi, seringkali tidak dapat tenang atau sering cemas.