Istri yang gampang geli mungkin sulit mengalami orgasme, karena malah tidak bisa merasakan rangsangan secara baik. Sentuhan di bagian tubuh yang tidak vital pun sulit dinikmati. Suami harus membantunya dengan cara merangsang dengan agak menekan bagian yang mudah geli, sehingga rasa geli berkurang. Bila sentuhan terlalu ringan, malah akan mudah kegelian berlebihan.
Dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang Hp 081 2291 0565
Kualitas ereksi sebetulnya dapat dipertahankan sampai usia lanjut sekalipun. Seringkali yang membuat pria semakin sehat dan bersemangat adalah kehidupan seksual yang memuaskan. Ditambah lagi dengan kehidupan rumah tangga yang harmonis, akan menghindarkan pasutri itu dari banyak stres dan membantu mencegah penyakit seperti diabetes, hipertensi serta kolesterol tinggi.
Berciuman adalah hal yang indah yang dilakukan pasangan suami istri. Tiada hubungan intim yang memuaskan tanpa ada ciuman membara. Adegan ciuman panas saja bisa membuat penontonnya terangsang. Be a good kisser and your husband /wife will be semakin lengket dan terkintil – kintil….
Dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang Hp 081 2291 0565
Suami suka memasukkan jari ke vagina. Istri juga bisa puas dengan cara itu.
Pertanyaannya : Kenapa harus dipuaskan pakai jari? Apakah tidak puas dengan Penis? Suami perlu belajar menggunakan senjatanya, supaya bisa menembakkan ke arah yang membuat istri terkaing – kaing….
Dr. Andi Sugiarto,SpRM Seksologi Semarang Hp 081 2291 0565
Suami Ingin Dilayani tapi Istri Kurang Bergairah
Banyak faktor yang mengakibatkan ereksi jadi kurang baik, salah satunya faktor psikologis. Misalnya suami merasa kurang ‘dilayani’, atau istri kurang bergairah dan bersemangat dalam berhubungan intim. Sebetulnya dalam berumah tangga, baik suami maupun istri harus belajar terus dalam meningkatkan kemesraan dan juga dalam hal seksualitas. Seringkali keduanya tidak seimbang dalam tingkat gairahnya. Misalnya istri gairahnya rendah, tapi suami mintanya tiap hari. Tapi bila keduanya mau saling belajar, perbedaan gairah ini tidak menjadi konflik.
Dari pihak istri, yang bisa dilakukan:
Coba menjadwal 2-3 hari dalam seminggu untuk dapat bermesraan. Jadi dalam hari itu, kita bisa memprogram diri kita agar tidak terlalu capek dalam pekerjaan dan rumah tangga.
Berbenah diri, berdandan rapi dalam menghadapi suami. Jangan pikir kalau sudah berumah tangga, suami sudah tidak perlu istrinya dandan cantik. Itu masih perlu, ibaratnya masih perlu bumbu dalam keluarga.
Menghadapi suami dengan tutur kata yang halus, dan senyum yang baik.
Perbanyak sentuhan fisik dengan suami, apakah itu berupa pegangan tangan, sentuhan badan, rangkulan, kecupan dan seterusnya.
Membuka diri untuk variasi baru dalam hal kemesraan. Jangan kita malu untuk mencoba hal baru.
Dari pihak suami, yang bisa dilakukan:
Bila pagi hari, diharapkan masih bisa ereksi spontan. Bila tidak, maka ini suatu lampu kuning untuk disfungsi ereksi.
Kenali tingkat ereksi anda: apakah kerasnya seperti timun/ terong (derajat 4), atau kerasnya seperti sosis (derajat 3), atau tidak terlalu keras, seperti buah pisang (derajat 2), ataukah lembek seperti tape singkong (derajat 1). Bila sudah derajat 3 atau lembek, maka coba ke dokter untuk mengatasi masalahnya.
Seringkali istri tidak puas karena suami ejakulasi (‘keluar’) terlalu cepat. Ini disebut ejakulasi dini. Bila sudah demikian, perlu sex therapy ke dokter. Dokter akan memeriksa kadar hormon, keadaan pembuluh darah penis, keadaan kelenjar prostat, lalu akan memberikan obat sesuai dengan penyebabnya, agar bisa tahan lebih lama dan memuaskan istri.
Ketahui apakah anda terkena kencing manis, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, yaitu dengan periksa di laboratorium. Ketiga hal itu merupakan faktor risiko disfungsi ereksi, dan penyakit jantung koroner.
Bila ada kegemukan/ obesitas, kurang aktivitas fisik, kurang olah raga, coba sisihkan waktu ½ jam sehari untuk berolah raga, misalnya: jalan cepat, jogging, senam aerobik, bersepeda. 3-5 kali seminggu.
Problema seksual pasutri sebaiknya cepat diatasi, agar tidak mengganggu pekerjaan, tidak mengganggu keharmonisan rumah tangga.