Diperkirakan, sebesar 35- 75% pria yang menderita penyakit diabetes, akan mengalami disfungsi ereksi. Pria yang menderita diabetes biasanya memiliki kemungkinan 10-15 tahun lebih awal mengalami disfungsi ereksi dibandingkan pria yang tidak menderita diabetes.
Diabetes biasanya akan menyebabkan peningkatan glukosa dalam darah yang berakibat kerusakan pada pembuluh darah dan kerusakan syaraf pada bagian tubuh. Kerusakan ini juga terjadi pada pembuluh darah dan syaraf pada penis. Semakin lama seorang pria menderita diabetes, semakin besar kemungkinan ia akan menderita DE. Juga jika kadar glukosa darah belum terkontrol dengan baik di seluruh pembuluh, penyakit darah dan kerusakan saraf akan lebih besar kemungkinannya. Komplikasi penyakit jantung yang menyertai seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi juga dapat mempengaruhi DE. Seorang pria penderita diabetes yang juga merokok risiko menjadi DE akan semakin meningkat.
Merokok Membunuh Kejantananmu Perlahan
Menurut WHO (World Health Organization), epidemik tembakau adalah satu dari ancaman terbesar kesehatan masyarakat. Tembakau membunuh hampir enam juta orang setiap tahun dimana lebih dari lima jutanya merupakan perokok aktif dan lebih dari 600.000 adalah perokok pasif, jumlah tersebut diperkirakan meningkat 2030 menjadi lebih dari delapan juta orang. Setidaknya satu orang mati setiap enam detik akibat tembakau dan ini merupakan satu dari sepuluh kematian orang dewasa.
Zat yang terkandung dalam rokok diantaranya adalah :
1. Karbon monoksida (CO). Gas CO adalah sejenis gas yang tidak memiliki bau. Unsur ini dihasilkan oleh pembakaran yang tidak sempurna dari unsur zat arang atau karbon. Gas CO yang dihasilkan sebatang rokok dapat mencapai 3 – 6%, gas ini dapat di hisap oleh siapa saja. Oleh orang yang merokok atau orang yang terdekat dengan si perokok, atau orang yang berada dalam satu ruangan. Gas CO mempunyai kemampuan mengikat hemoglobin (Hb) yang terdapat dalam sel darah merah (eritrosit) lebih kuat dibanding oksigen, sehingga setiap ada asap rokok disamping kadar oksigen udara yang sudah berkurang, ditambah lagi sel darah merah akan semakin kekurangan oksigen, oleh karena yang diangkut adalah CO dan bukan O2 (oksigen). Sel tubuh yang menderita kekurangan oksigen akan berusaha meningkatkan yaitu melalui kompensasi pembuluh darah dengan jalan menciut atau spasme. Bila proses spasme berlangsung lama dan terus menerus maka pembuluh darah akan mudah rusak dengan terjadinya proses aterosklerosis (penyempitan). Penyempitan pembuluh darah akan terjadi dimana-mana. Termasuk di pembuluh darah penis.
2. Nikotin
Nikotin yang terkandung di dalam asap rokok antara 0.5 – 3 ng, dan semuanya diserap, sehingga di dalam cairan darah atau plasma antara 40 – 50 ng/ml. Nikotin bukan merupakan komponen karsinogenik. Hasil pembusukan panas dari nikotin seperti dibensakridin, dibensokarbasol, dan nitrosamin-lah yang bersifat karsinogenik. Pada paru, nikotin dapat menghambat aktivitas silia. Seperti halnya heroin dan kokain, nikotin juga memiliki karakteristik efek adiktif dan psikoaktif. Perokok akan merasakan kenikmatan, kecemasan berkurang, toleransi dan keterikatan fisik. Hal itulah yang menyebabkan mengapa sekali merokok susah untuk berhenti. Efek nikotin menyebabkan perangsangan terhadap hormon kathekolamin (adrenalin) yang bersifat memacu jantung dan tekanan darah. Jantung tidak diberikan kesempatan istirahat dan tekanan darah akan semakin meninggi, berakibat timbulnya hipertensi. Efek lain merangsang berkelompoknya trombosit (sel pembekuan darah), trombosit akan menggumpal dan akhirnya akan menyumbat pembuluh darah yang sudah sempit akibat asap yang mengandung CO yang berasal dari rokok. Mula-mula, nikotin dihirup oleh perokok, masuk ke dalam jantung dan bersama darah masuk ke dalam sistem peredaran darah. Tanpa disadari, makin lama timbunan nikotin makin banyak dan mengalami pengendapan. Pengendapan ini berlanjut menjadi penyumbatan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke dalam jaringan erektil penis.
3. Tar
Tar adalah sejenis cairan kental berwarna coklat tua atau hitam yang merupakan substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Kadar tar pada rokok antara 0,5-35 mg per batang. Tar merupakan suatu zat karsinogen yang dapat menimbulkan kanker pada jalan nafas dan paru-paru.
Berhenti Merokok Sekarang!! Jaga Kesehatan Seksual Anda.
IMS, Hindari dari pada Mengobati
Penyakit menular seksual menyebabkan infeksi saluran reproduksi yang harus dianggap serius. Bila tidak diobati secara tepat, infeksi dapat menjalar dan menyebabkan penderitaan, sakit perkepanjangan, kemandulan dan kematian (Sjaiful, 2007).
Tanda dan Gejala Penyakit Menular Seksual (Sajaiful, 2007)
- Rasa sakit atau nyeri pada saat kencing atau berhubungan seksual.
- Rasa nyeri pada perut bagian bawah.
- Pengeluaran lender pada vagina/alat kelamin.
- Keputihan berwarna putih susu, bergumpal dan disertai rasa gatal dan kemerahan pada alat kelamin atau sekitarnya.
- Keputihan yang berbusa, kehijauan, berbau busuk, dan gatal.
- Timbul becak-bercak darah setelah berhubungan seks.
- Bintil – bintil berisi cairan, lecet atau borok pada alat kelamin.
Jadi, masih rela dibagi-bagi?????
Sifilis, Salah Satu Dari PMS ( Penyakit Menular Seksual)
Penyakit menular seksual atau PMS, kini dikenal dengan istilah infeksi menular seksual atau IMS, adalah penyakit atau infeksi yang umumnya ditularkan melalui hubungan seks yang tidak aman, salah satu IMS yang sering dijumpai adalah Sifilis. Sifilis atau raja singa adalah penyakit seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Gejala awal sifilis adalah munculnya lesi atau luka pada alat kelamin atau pada mulut. Luka ini mungkin tidak terasa sakit, tapi sangat mudah untuk menularkan infeksi. Cara untuk mencegah penularan penyakit sifilis tentu saja sama dengan cara mencegah penyakit menular seksual lainnya, yaitu berhenti melakukan kontak seksual dalam jangka waktu lama dan memiliki satu pasangan tetap untuk melakukan hubungan seksual.
Kiwi, Buah Kaya Vitamin C
Buah kiwi banyak mengandung Vitamin C. Vitamin C ini dapat menunjang kepekaan saraf-saraf penunjang aktivitas seksual. Pada wanita, kecukupan vitamin C membantu meningkatkan rasa nikmat dan mempermudah pencapaian orgasme.Sebuah studi oleh Collins, Horska dan Hotten menunjukkan bahwa kombinasi unik dari antioksidan dalam buah Kiwi membantu melindungi DNA sel dari kerusakan oksidatif. Beberapa ahli menyimpulkan ini dapat membantu mencegah kanker. Makan 2-3 buah kiwi sehari telah terbukti mengurangi potensi pembekuan darah sebesar 18% dan mengurangi trigliserida sebesar 15%.
klik http://www.dokterandi.com/2015/07/03/drseks-dokter-andi-sugiarto-semarang-kiwi-buah-kaya-vitamin-c/





