Hati – Hati, Siluman Menghantui Kualitas Ereksi Anda!

Gubernur DKI Ahok VS Dana Siluman. Yang namanya siluman itu tiba – tiba muncul, dan dapat menimbulkan hal negatif dan destruktif / merusak. Siluman pengganggu dan pembunuh ereksi adalah : Diabetes Melitus, Hipertensi, Tingginya Kadar Lemak, Kadar Hormon Menurun, Gangguan Pembuluh Darah Berupa Sumbatan atau Kebocorran, Kegemukan, Kurang Aktifitas Fisik, Stres Berkepanjangan, Kurang Istirahat, dll. Semua “siluman” ini akan bisa dimusnahkan dengan cara melakukan tindakan dan “jurus pembunuh siluman” yaitu memeriksa penyebabnya dan mengatasi penyebabnya tersebut diatas. Bisa berupa obat, couple theraphy, terapi akupuntur, sensation touch theraphy, dll.

Gairah Seks itu Seperti Api

Kebakaran Tanah Abang! Api kecil bisa dikendalikan, sehingga berguna dan bermanfaat. Api besar dan tak terkendali akan membakar dan merusak / destruktif. Gairah Seksual itu ibarat api, bila dikendalikan dan berhubungan secara rutin, akan membuat pikiran gembira, kreatif, rileks, badan segar dan tidak mudah lelah, kadar hormon seksual terjaga, ereksi lebih baik dan ketahanan lebih lama. Bila gairah seksual menurun dan bahkan menghilang, berarti ada sesuatu dengan kebugaran dan hormon seksual serta keadaan psikologis anda. Tidak usah malu untuk berkonsultasi dengan dokter seksologi.

Dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang

Mati Lampu? Rasakan Sensasi Panas Luar Dalam

Mati lampu bisa berdampak baik untuk menciptakan suasana candle light alias temaramnya cahaya lilin. Bisa juga gelap tanpa sinar sama sekali, agar kita mengalami sensasi kegelapan, jadi mengandalkan indra peraba kita saja. Sensitifitas meningkat sehingga kenikmatannya juga bertambah. Biarkan keringat membasahi tubuh anda berdua. Rasakan panasnya ML tanpa AC. Sekali – sekali kembali ke alam…. Back to nature….

Dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang

Seks Itu Seperti Remote Control, Kenapa???

Sexs itu seperti remote control, bila menekan tombol yang benar, maka siaran akan berubah ke yang kita mau. Bila menekan tombol yang salah, yang keluar adalah gambar semut alias tidak ada tayangan alias moodnya padam. Bila dipencet semua tombol tidak ada perubahan, berarti harus ganti baterainya alias dikasi tenaga baru. Pada pasutri ini bisa berarti honeymoon kedua, atau berupa hadiah – hadiah kecil yang menyenangkan pasangan.

Dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang

Dikutip dari www.drandi.com

DE : Kenali Secara Dini

Kita mencurigai seseorang mengalami disfungsi ereksi bila: sulit mencapai ereksi pada awalnya, atau tidak bisa mempertahankan ereksi yang cukup keras. Kadang gagal dalam penetrasi dan akhirnya gagal berhubungan intim. Gairah sering menurun dengan drastis dan tiba-tiba. Atau malah gairah sulit timbul pada awalnya.

 

Berat ringan gangguan ereksi

Disfungsi ereksi derajat ringan bila masih bisa ereksi tapi kurang keras, masih bisa penetrasi dengan dipegangi tangan. Bila diibaratkan adalah seperti kenyalnya dahi kita. Disfungsi ereksi derajat sedang bila ereksi sering terganggu, 50% atau lebih gagal berhubungan intim. Artinya bila dalam 10 kali mencoba, 5 kali gagal/ tidak dapat ereksi/ tidak dapat penetrasi (dimasukkan). Kekenyalan penis seperti ujung hidung kita. Disfungsi ereksi berat adalah bila 75

% atau lebih gagal berhubungan intim. Kenyalnya seperti bibir kita.

Bukan akibat kelelahan saja

Seringkali kelelahan dianggap sebagai biang keroknya, tetapi ini tidak sepenuhnya benar. Bila terjadi beberapa kali kegagalan ereksi, maka harus dicari penyebab lain seperti: diabetes melitus/ kencing manis, darah tinggi/ hipertensi, tingginya kadar kolesterol/ trigliserida, penurunan kadar hormon testosteron, adanya pengerasan dinding pembuluh darah/ aterosklerosis, adanya sumbatan pada pembuluh darah, kegemukan/ obesitas, kurangnya olah raga secara teratur, banyaknya timbunan lemak di organ dalam, berkurangnya massa otot tubuh.

Pemeriksaan penunjang

Dokter akan mencari penyebabnya dengan memeriksakan kadar gula darah, profil lemak darah, fungsi ginjal, liver, serta kadar hormon. Selain itu perlu diketahui keadaan kelenjar prostat. Sambil dicari pula adakah gangguan psikologis, kecemasan, depresi, stress psikososial.

Bisa diobati

Prinsip pengobatan adalah dengan mengatasi penyebabnya,  misalnya dengan menurunkan kadar gula darah sampai normal pada kencing manis, menormalkan tensi darah pada hipertensi, mengurangi timbunan lembak tubuh pada obesitas, menormalkan kadar kolesterol dan trigliserida, berolah raga dan angkat beban untuk memperbesar massa otot. Bila kadar hormon testosteron kurang, bisa diberikan suntikan hormon, atau berupa gel/ krim hormon, atau berupa obat oral/ minum.

Pengobatan jangka panjang

Pengobatan disfungsi ereksi ini merupakan pengobatan jangka panjang, terutama bila penyebabnya adalah kencing manis, hipertensi, dan aterosklerosis. Obat suntikan hormon testosteron pun perlu minimal 1 tahun untuk mencapai kadar hormon yang optimal agar bisa terjadi ereksi yang memuaskan.

Dr. ANdi SUgiarto, SpRM Seksologi Semarang