Wanita Menopause Butuh Pelumas Tambahan

meno1

meno2

Kondisi vagina kering adalah hal yang umum terjadi pada wanita, bahkan alami. Ketika vagina terangsang, darah akan lebih banyak mengalir ke organ-organ panggul, menciptakan lebih banyak cairan pelumas vagina.

Maka bagi wanita menopause butuh pelumas. Karena secara alami wanita menopause sudah tidak bisa lagi memproduksi pelumas yang dibutuhkan ketika penetrasi. Jika wanita tidak lagi memproduksi pelumas, maka dia akan merasa sakit dan tidak nyaman saat ada penetrasi. Sehingga diperlukan pelumas (cairan) untuk mengatasi hal ini biar penetrasi lancar.
Salah satu gejala menopause yang cukup mengganggu adalah penurunan libido. Wanita mengalami ini karena estrogen di dalam tubuhnya semakin rendah. Nah, untuk mengatasi kondisi ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh wanita dan pasangannya salah satunya adalah:

  • Membiasakan seks secara rutin setiap minggunya

Beberapa wanita yang sudah mengalami menopause biasanya enggan bercinta karena tidak bisa menikmati dan cenderung merasakan sakit. Akhirnya mereka selalu menolak kalau diajak oleh pasangan. Kondisi ini akan terus berlanjut sehingga seks tidak akan pernah dilakukan lagi.

Sebenarnya saat menopause, wanita tetap disarankan untuk bercinta. Dengan melakukan sesi seks seminggu sekali dengan pasangan, otot pada vagina akan berfungsi kembali dan kenikmatan yang hilang bisa perlahan-lahan muncul.

Catatan pentingnya adalah jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter, karna masalah seksual bisa terjadi karena hal lain. Yang mengakibatkan gairah seks wanita maupun laki-laki menurun.

www.dokterandi.com

Klik: http://www.dokterandi.com/2018/08/10/3911/

Facebook: Dr Andi Sugiarto – Dr Seksologi

Ig: dokter_Andi

Twitter: @andisugi

 

 

Setres Bekerja Bikin Ngak Bisa On Terus

kerja1

Setiap pasangan suami maupun istri pastinya mempunyai kesibukan masing-masing. Bagi pasangan yang mempunyai aktivitas kerja terlalu lama atau kerja terus menurus pastinya aka nada tekanan atau merasakan lelah bahkan setres. Setres inilah yang dapat memicu berkurngnya gairah seks.

Seksualitas tidak hanya dipengaruhi hormon tapi juga faktor sosial, relasional, dan psikologis. Ketika hormon stres meningkat, keintiman menjadi berkurang. Artinya, Anda akan sulit berhasrat pada pasangan bila Anda merasa stres.

Hormon stres dapat mendorong perilaku melawan. Hal ini dapat menyebabkan Anda berubah agresif terhadap pasangan. Anda mungkin mulai membentak atau berteriak pada pasangan. Kondisi tersebut dapat berujung keintiman dengan pasangan semakin lama makin berkurang.

Bekerja itu harus.. lkarna untuk memenuhi kebutuhan, tapi kita juga pasti butuh waktu untuk rileks..

Klik: http://www.dokterandi.com/2018/08/07/ngak-berhenti-…-bisa-on-terus/

www.dokterAndi.com

Facebook: Dr Andi Sugiarto – Dr Seksologi

Twitter: @andisugi

ig: dokter_andi