Posisi Menentukan Prestasi

2015 03 20 Posisi

“Posisi Menentukan Prestasi” posisi apa yang paling enak? Sebetulnya semua posisi enak, tapi pada posisi klasik / man on top merupakan yang paling alami, kebanyakan pasutri bisa melakukan tanpa harus diajari dan tanpa banyak rekayasa. Tampaknya posisi klasik juga “paling enak” karena suami seperti mendominasi dan melindungi istrinya, serta ada perasaan gagah. Istri merasa pasrah dan terlindung dalam “tindihan” suami. Mungkin begitu kodrat suami diatas istri dan menjadi pemimpin / kepala keluarga. Posisi woman on top dan dogy style menjadi pelengkap dan variasi saja. Bagaimana pendapat anda? Posisi apa yang menentukan “prestasi” anda? Usahakan Lulus dalam hubungan intim terbaik.

Dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang

LDR = Luarkota Ditahan Rindu, Ini Triknya….

2015 03 19 phone

LDR alias Long Distance Relationship alias Luarkota Ditahan Rindu. Bila ketemunya seminggu sekali, ibaratnya tahanan kota, menahan gejolak masih dalam batas toleransi. Bila ketemunya sebulan sekali, ibarat tahanan KPK. Bila ketemunya setahun sekali, ibarat napi menunggu grasi. Tapi rindu dan gairah bisa disiasati dengan teknologi. Sudah pernah coba skype Sex? Bisa saling melihat dan merangsang diri sendiri sampai terpuaskan keduanya. Atau telepone sex? Dengan mengungkapan lewat kata-kata dan desahan, keduanya bisa saling melepaskan ledakan gairah yang sudah lama terpendam. Perlu keberanian agar tidak malu mengekspresikan dalam bentuk kata dan mimik wajah. Please DO Try This At Home…..!

Dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang

1001 Alasan Untuk Tidak olah Raga

2015 03 18 Olahraga

Dokter : olahraga itu penting gak sih??

Pasien : penting sih Dok, tapi saya sebagai karyawati bagian admin merangkap ibu rumah tangga yang (1) gak punya waktu, sepulangnya dari bekerja, harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga, dan (2) sudah capek ngurus 3 anak yang usia 3 tahun, kelas 2 SD, kelas 2 SMA. (3) Rumah saya sempit, gak punya tempat untuk olahraga dalam rumah (4) gak punya alat treatmill, sepeda statis. (5) Males banget olahraga , sejak usia 40an ini mudah capek, jalan 100 – 200 M aja udah ngos – ngosan. (6) Gak semangat olahraga, kayaknya badan sudah gemuk begini apa bisa dilangsingkan lagi. Padahal makan sudah dikurangi tapi gak kurus-kurus.(7)Malu dikatain suami dan anak-anak”bunda olahraganya anget-anget tai ayam, gak bisa konsisten, paling-paling 1 bulan sudah mandeg lagi” (8) gak punya baju olahraga, sudah pada gak muat. (9)  lutut saya sering sakit, gak berani olahraga. Gimana ya Dok?….

Dokter : Sebentar ya Bu, saya mau pingsan dulu….. gubrakkkk……#kompresjidat

Dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang

Ice Cream = Enak, Bercinta = Enak, Ice Cream + Bercinta = Enak Enak

2015 03 17 Ice cream

Ice cream menambah kenikmatan bercinta. Makan Ice Cream : enakkkk…. Bercinta : enakk….. kalau begitu ice cream + bercinta = enak+enak = double enak. Tapi yang lebih enak adalah : lumuri bagian tubuh pasangan dengan ice cream, lalu rasakan kenikmatan ice cream yang mulai lumer di permukaan tubuh. Siapa yang dapat kenikmatan….? Ayo dijawab…. mana suaranyaa…? Yuk berangkat ke supermarket untuk belanja…. ice cream…..

Dr. Andi Sugiarto, SPRM Seksologi Semarang

Bercinta tanpa mengenal puas. Apa yang terjadi ?

15-03-2015 Bercinta

Bercinta tanpa mengenal puas. Apa yang terjadi ?

1. Sulit merasa puas karena kurangnya rangsangan yang ditimbulkan oleh pasangan.

2. Ingin bercinta berulang – ulang dalam sehari, tapi tingkat kepuasan rendah, jadi semakin penasaran untuk melakukan berkali – kali.

3. Pasangan menjadi bosan, jenuh, merasa terpaksa, sehingga tertekan dan tidak sungguh – sungguh dalam melakukan hubungan intim. Ini membuat hubungan itu menjadi kurang nikmat, hambar dan garing.

4. Ada rasa bersalah dalam hati karena tidak dapat memuaskan diri sendiri dan pasangan.

5. Cinderung terburu – buru dan tidak santai dalam bercinta, sehingga tidak dapat merasakan nikmatnya hubungan.

6. Tidak percaya diri bahwa ia bisa menikmati hubungan secara memuaskan.

7. Termakan mitos bahwa orang yang kuat berhubungan intim itu adalah yang kuat berkali – kali.

8. Lupa bahwa faktor psikis dan ikatan emosional bisa menambah kepuasan seksual.

9. Penyakit kronik seperti DM, Hipertensi, Kolesterol, dll yang dapat menurunkan kualitas pembuluh darah dan saraf.

10 Kurang mementingkan kualitas hubungan intim, tidak bisa melakukan foreplay yang menggugah semangat.