Mati Lampu? Rasakan Sensasi Panas Luar Dalam

Mati lampu bisa berdampak baik untuk menciptakan suasana candle light alias temaramnya cahaya lilin. Bisa juga gelap tanpa sinar sama sekali, agar kita mengalami sensasi kegelapan, jadi mengandalkan indra peraba kita saja. Sensitifitas meningkat sehingga kenikmatannya juga bertambah. Biarkan keringat membasahi tubuh anda berdua. Rasakan panasnya ML tanpa AC. Sekali – sekali kembali ke alam…. Back to nature….

Dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang

Seks Itu Seperti Remote Control, Kenapa???

Sexs itu seperti remote control, bila menekan tombol yang benar, maka siaran akan berubah ke yang kita mau. Bila menekan tombol yang salah, yang keluar adalah gambar semut alias tidak ada tayangan alias moodnya padam. Bila dipencet semua tombol tidak ada perubahan, berarti harus ganti baterainya alias dikasi tenaga baru. Pada pasutri ini bisa berarti honeymoon kedua, atau berupa hadiah – hadiah kecil yang menyenangkan pasangan.

Dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang

Dikutip dari www.drandi.com

DE : Kenali Secara Dini

Kita mencurigai seseorang mengalami disfungsi ereksi bila: sulit mencapai ereksi pada awalnya, atau tidak bisa mempertahankan ereksi yang cukup keras. Kadang gagal dalam penetrasi dan akhirnya gagal berhubungan intim. Gairah sering menurun dengan drastis dan tiba-tiba. Atau malah gairah sulit timbul pada awalnya.

 

Berat ringan gangguan ereksi

Disfungsi ereksi derajat ringan bila masih bisa ereksi tapi kurang keras, masih bisa penetrasi dengan dipegangi tangan. Bila diibaratkan adalah seperti kenyalnya dahi kita. Disfungsi ereksi derajat sedang bila ereksi sering terganggu, 50% atau lebih gagal berhubungan intim. Artinya bila dalam 10 kali mencoba, 5 kali gagal/ tidak dapat ereksi/ tidak dapat penetrasi (dimasukkan). Kekenyalan penis seperti ujung hidung kita. Disfungsi ereksi berat adalah bila 75

% atau lebih gagal berhubungan intim. Kenyalnya seperti bibir kita.

Bukan akibat kelelahan saja

Seringkali kelelahan dianggap sebagai biang keroknya, tetapi ini tidak sepenuhnya benar. Bila terjadi beberapa kali kegagalan ereksi, maka harus dicari penyebab lain seperti: diabetes melitus/ kencing manis, darah tinggi/ hipertensi, tingginya kadar kolesterol/ trigliserida, penurunan kadar hormon testosteron, adanya pengerasan dinding pembuluh darah/ aterosklerosis, adanya sumbatan pada pembuluh darah, kegemukan/ obesitas, kurangnya olah raga secara teratur, banyaknya timbunan lemak di organ dalam, berkurangnya massa otot tubuh.

Pemeriksaan penunjang

Dokter akan mencari penyebabnya dengan memeriksakan kadar gula darah, profil lemak darah, fungsi ginjal, liver, serta kadar hormon. Selain itu perlu diketahui keadaan kelenjar prostat. Sambil dicari pula adakah gangguan psikologis, kecemasan, depresi, stress psikososial.

Bisa diobati

Prinsip pengobatan adalah dengan mengatasi penyebabnya,  misalnya dengan menurunkan kadar gula darah sampai normal pada kencing manis, menormalkan tensi darah pada hipertensi, mengurangi timbunan lembak tubuh pada obesitas, menormalkan kadar kolesterol dan trigliserida, berolah raga dan angkat beban untuk memperbesar massa otot. Bila kadar hormon testosteron kurang, bisa diberikan suntikan hormon, atau berupa gel/ krim hormon, atau berupa obat oral/ minum.

Pengobatan jangka panjang

Pengobatan disfungsi ereksi ini merupakan pengobatan jangka panjang, terutama bila penyebabnya adalah kencing manis, hipertensi, dan aterosklerosis. Obat suntikan hormon testosteron pun perlu minimal 1 tahun untuk mencapai kadar hormon yang optimal agar bisa terjadi ereksi yang memuaskan.

Dr. ANdi SUgiarto, SpRM Seksologi Semarang

Pura – Pura Orgasme Bukan Solusi Sulit Orgasme

Sulit orgasme banyak dialami para istri. Penyebabnya bisa karena penyakit kronok seperti diabetes, gangguan hormonal, bisa karena trauma masa kecil / masa lalu, gangguan cemas, depresi, dan rasa kurang percaya diri / minder. Bisa diatasi dengan mengobati penyebabnya, couple therapy, body tauch theraphy, akupuntur. Seringkali istri – istri pura – pura menikmati dan pura – pura orgasme agar suami puas dan tidak banyak pertanyaan. Ini seringkali menimbulkan konflik lebih besar di masa mendatang. Pura – pura bukan solusi, lebih baik berkomunikasi.

Dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang

 

Pengantin Baru Sih, Tapi Rela Tidur Sendiri – Sendiri

Kasus : Seorang suami istri baru saja menikah beberapa bulan yang lalu, tapi akhir – akhir ini istri ngambek dan tidak mau tidur sekamar dengan suami karena suami tidak dapat memuaskan istri, suami “cepat keluar” hanya tahan tidak kurang dari 1 menit. Ditambah suami istri ini tinggal berlainan kota sehingga jarang bertemu.
Dari kasus diatas, ada beberapa problem yang bisa di simpulkan: (1) Ejakulasi dini (2) Kurang komunikasi yang efektif (3) Istri mudah marah (4) Tinggal berlainan kota, jarang ketemu (5) Suami belum bisa memberi pengertian kepada istri.

Ejakulasi dini berarti seorang pria tidak dapat mengontrol dan menahan ejakulasinya sampai dirinya dan pasangannya mengalami kepuasan. Selama kehidupan seksualnya, para pria pasti pernah mengalami ejakulasi dini. Hal tersebut tidak menjadi masalah apabila ejakulasi dini tidak berlangsung secara terus menerus dan menganggu keharmonisan rumah tangga.Ejakulasi dini merupakan salah satu masalah seksual yang paling sering menghinggapi kaum pria.

Ejakulasi dini dapat muncul pada semua usia, namun kejadian yang paling sering ditemukan yakni pada laki laki usia muda. Terjadinya ejakulasi dini lebih sering berhubungan dengan pengalaman pertama melakukan interaksi seksual. Hal tersebut menjawab pertanyaan mengapa ejakulasi dini banyak terjadi pada laki laki usia muda.

Penyebabnya bisa: gangguan atau perubahan pada kelenjar prostat, atherosklerosis, diabetes dan gangguan saraf serta kegagalan dalam mengendalikan respon ejakulasi. Para ahli dibidang seksualitas beranggapan, pengalaman seksual di masa muda akan mempengaruhi pola ejakulasi nantinya. Mereka berasumsi, kebiasaan melakukan aktifitas seksual secara terburu-buru, pengalaman seksual yang tidak menyenangkan di masa lalu akan membuat semacam pola pembelajaran di otak untuk selalu mempercepat proses ejakulasi.

Penyebab psikologis dan sosial juga bisa menyebabkan ejakulasi dini, seperti: Pasangan menderita sakit kronik/ lama, tekanan di tempat kerja, tekanan finansial, Masalah keluarga, kehilangan anggota keluarga, masalah anak anak, orientasi seksual yang salah, Kurangnya pengalaman beraktifitas seksual, sekamar dengan anak, rumah terlalu padat, gangguan cemas berlebihan, ketakutan mengalami kegagalan.

Menurut penelitian, ejakulasi dini ini banyak disebabkan karena kurang berfungsinya hormon serotonin dan reseptor serotonin. Untuk itu diberikan obat yang meningkatkan kerja hormon serotonin ini. Juga diberikan edukasi cara melakukan sex therapy, yaitu terapi berlatih dengan pasangan, lalu hasilnya dimonitor oleh dokter. Dilihat kemajuannya, lalu diberikan cara latihan bertahap. Dalam waktu 3-4 bulan biasanya bisa ditanggulangi.

Komunikasi yang efektif membutuhkan latihan dan kemauan mencari solusi dari kedua belah pihak, bukannya saling menyalahkan dan mengedepankan emosi serta ego masing-masing. Ini juga perlu latihan dan konseling yang mendalam. Silakan konsultasi ke dokter.

Dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang