Di udara, Sperma bertahan hidup rata- rata hanya 3 menit, kecuali jika dikeluarkan dalam lendir vagina wanita dan apalagi bila wanita tersebut dalam masa subur maka masa hidup sperma menjadi lebih panjang hingga mencapai 48 jam.
Saat Ejakulasi, kekuatan semburan sperma bisa mencapai hingga 48km/jam. Namun begitu masuk vagina, sperma membutuhkan waktu hingga 3 hari untuk mencapai sel telur yang jaraknya hanya 15cm. Ketika sudah mencapai saluran tuba dalam rahim wanita, sperma dapat bertahan hingga 5 hari menunggu sel telur untuk dikeluarkan, sehingga masih bisa terjadi kehamilan walaupun berhubungan tidak saat terjadi ovulasi.
Waktu Yang Tepat Dapat Meningkatkan Gairah Bercinta
Pilihan waktu bercinta yang tepat bisa menambah kenikmatan hubungan seksual Anda misalnya saat wanita sedang mengalami masa subur. Para peneliti menduga pada masa subur wanita memproduksi lebih banyak feromon, yakni zat kimiawi yang memberi pesan ke lawan jenis, yang meningkatkan daya tarik seksualnya. Tak salah bila Anda dan pasangan memanfaatkan waktu ini untuk berhubungan intim sebab kenikmatan seksual akan lebih mudah dicapai bersama. Setiap bulannya, masa subur wanita berlangsung selama enam hari, yaitu lima hari sebelum terjadi ovulasi dan satu hari saat ovulasi. Peningkatan libido pada wanita bisa juga terjadi beberapa hari sebelum dan sesudah haid. Tentukan waktu yang tepat bila Anda ingin merasakan sensasi bercinta yang lebih “panas”.
klik http://www.dokterandi.com/2015/11/17/waktu-yang-tepat-dapat-meningkatkan-gairah-bercinta/
Jalan Cepat Dan Aerobik
Para ahli mengatakan bahwa jalan cepat dapat membantu meningkatkan sirkulasi dan aliran darah yang secara signifikan menurunkan risiko disfungsi ereksi. Jalan cepat, berlari dan kegiatan aerobik lain membantu kehidupan seks Anda karena menjaga kesehatan pembuluh darah. Olahraga ini bisa membuat Anda lebih kuat dan lebih lama ereksi, serta melepaskan endorfin dan membuat rileks, yang dapat meningkatkan kinerja seksual. Para peneliti Harvard telah menguji pada 31.000 pria pada usia di atas 50 tahun untuk melakukan aerobik dan jalan cepat, hasilnya ternyata hal tersebut dapat menurunkan dari resiko disfungsi ereksi sebesar 30 persen. Hal ini membuktikan bahwa ternyata aerobik dapat membakar sekitar 200 kalori perharinya, berarti itu halnya sama atau setara dengan kita berjalan sejauh dua mil. Dengan jalan cepat mampu menurunkan resiko disfungsi ereksi dikarenakan dapat meningkatkan sirkulasi dan juga aliran darah, hasilnya pasangan Anda akan menjadi lebih lama ereksi dalam kegiatan bercinta.
Air Kelapa, Kaya Vitamin Dan Bermanfaat Untuk Ereksi
Minum air kelapa adalah pilihan terbaik jika Anda memiliki masalah dengan ereksi. Air kelapa diketahui mampu meningkatkan kapasitas pompa jantung untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Seringkali disfungsi ereksi disebabkan oleh aliran darah yang tak baik. Dengan mengonsumsi air kelapa, sebagian besar masalah ereksi Anda sudah teratasi. Potasium adalah elektrolit penting yang diperlukan agar Mr P bisa berfungsi maksimal dan tahan lama. Kekurangan potasium bisa membuat performa pria di atas ranjang menjadi berkurang. Minum air kelapa secara teratur akan memenuhi kebutuhan potasium Anda. Ketidakseimbangan magnesium akan menyebabkan masalah pada sirkulasi darah, termasuk menyebabkan disfungsi ereksi. Jika Anda ingin memiliki performa lebih baik di atas tempat tidur, salah satu cara termudah adalah minum air kelapa yang banyak mengandung magnesium. Selain kaya magnesium, air kelapa juga mengandung lebih banyak vitamin dibandingkan minuman alam lainnya.
klik http://www.dokterandi.com/2015/11/12/air-kelapa-kaya-vitamin-dan-bermanfaat-untuk-ereksi/
Vaginismus, Hadapi Berdua
Vaginismus adalah kontraksi involunter (diluar kehendak sadar) dari otot vagina dan otot dasar panggul.Wanita yang vaginismus sering menganggap bahwa mereka ‘terlalu sempit’, sehingga vagina harus diregangkan. Dalam beberapa kasus sesak vaginismus mungkin menyebabkan rasa seperti terbakar, nyeri, atau menyengat saat berhubungan seksual. Dalam kasus lain, penetrasi mungkin sulit atau bahkan sama sekali tidak mungkin dilakukan.Ini menimbulkan bayangan bahwa hubungan seks atau penetrasi apa pun akan menimbulkan nyeri. Padahal wanita yang vaginismus tidak perlu meregangkan vagina, mereka justru perlu belajar mengontrol otot sekitar vagina. Mengatasi vaginismus bukan hanya melibatkan wanita saja — pasangan seks si wanita (suami) juga harus benar-benar ikut dalam terapi seks ini. Itulah sebabnya mengapa banyak ahli terapi yang ingin melibatkan kedua pasangan dalam sebuah terapi seks — dan mengapa kesabaran, sikap yang bijak dan kelembutan (dari kedua belah pihak) begitu penting.
klik http://www.dokterandi.com/2015/11/10/vaginismus-hadapi-berdua/





