GOOD HOUSEKEEPING edisi Februari 2011
Dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang
Hp 081 2291 0565
praktek :
Senin sampai dengan Jumat Pk 11.00 – 20.00
Sabtu Pk 10.00 – 16.00
klik
Tanya:
Dr Andi,
Pada waktu berhubungan intim dengan suami, organ intim saya saya terasa sakit dan perih, jadi sulit untuk menikmati. Saat ‘cawik’ , Miss V terasa panas. Apakah ini penyakit dok? Mohon solusinya.
Ny S di Smg.
Jawab dr Andi:
Kita mengenal istilah medis: dispareunia, yaitu nyeri genital yang menetap atau berulang yang terjadi tepat sebelum, selama atau setelah berhubungan seksual dan yang menyebabkan penderita dan pasangannya terganggu.
Sebetulnya cukup banyak dialami, yaitu 1 di antara 5 perempuan mengalami nyeri pada organ genitalnya tepat sebelum, selama atau setelah berhubungan seksual.
Penyebab secara umum:
Emosi sangat terkait dengan aktivitas seksual dan berperan atas setiap jenis rasa sakit seksual. Faktor emosional meliputi:
Dokter mungkin akan mengajarkan terapi seksual bersama pasangan
Pasangan mungkin dapat meminimalkan rasa sakit dengan beberapa perubahan rutinitas seksual:
Obat dan terapi
Bila ada infeksi, dokter akan meresepkan antimikroba, atau anti jamur serta anti parasit.
Dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang
Dikutip dari www.drAndi.com .
klik http://www.dokterandi.com/2015/04/16/drseks-dokter-andi-sugiarto-nyeri-berhubungan/
GOOD HOUSEKEEPING April 2010
Saya baru menikah enam bulan. Sejak malam pertama, saya tidak menikmati proses penetrasi sehingga sulit orgasme. Adakah yang salah dengan saya?
Saya sudah menikah sembilan tahun dan memiliki 2 orang anak. Umur saya 28 tahun dan suami 35 tahun.Pola makan suami cukup bagus, namun belakangan keinginan berhubungan intimnya berkurang. Ereksipun hanya bertahan tiga – empat menit, dan lebih sering masturbasi. Adakah cara untuk kembali seperti dulu?
Kami menikah 8 tahun, tapi setiap berhubungan intim, saya tidak pernah mengeluarkan cairan seperti suami yang mengeluarkan sperma? Apa ini penyebab kami belum mempunyai keturunan?
Dokter, saya belum lama ini mengetahui ada kondom untuk wanita. Perlukah saya mengkhawatirkan keamanannya, khususnya bagi kesehatan saya?
Dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang
klik http://www.dokterandi.com/2015/04/16/drseks-dokterandi-sugiarto-semarangsulit-orgasme/
Good Housekeeping
Dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang
Hp 081 2291 0565
Praktek :
Jalan Cinde Barat No. 13 Semarang
Senin sampai dengan Jumat Pk 11.00 – 20.00
Sabtu Pk 10.00 – 16.00
Tanya:
Dr Andi,
Bagaimana caranya dapat meningkatkan kualitas ereksi, masalahnya saya seringkali tidak dapat menunaikan kewajiban terhadap istri. Saya usia 42 tahun, istri usia 34 tahun. Saya punya darah tinggi dan ada keturunan kencing manis. Terimakasih.
Rg di Smg.
Jawab dr Andi:
Penurunan kualitas ereksi bisa diakibatkan oleh disfungsi ereksi. Ini problem yang akhir-akhir ini banyak diderita oleh pria usia 40-50 tahun. Disfungsi ereksi ialah ketidak mampuan seorang pria untuk mencapai ereksi dan/atau mempertahankan ereksi itu sampai tercapai hubungan seksual yang memuaskan kedua pihak. Jadi ini berarti bahwa bisa saja seorang pria tidak bisa ereksi sama sekali, ataupun bisa ereksi pada awalnya, tapi sebelum hubungan seksual itu selesai, ereksinya sudah layu atau turun. Atau bisa juga bisa ereksi tapi kurang keras. kalau sudah begini, biasanya ejakulasi pun menjadi cepat dan kurang terkontrol, sehingga sang istri belum mencapai klimaks yang diinginkan tapi suami sudah ejakulasi.
Disfungsi ereksi bisa disebabkan oleh penyakit yang mendasari dan juga ditunjang oleh gaya hidup yang kurang aktif, serta tekanan psikologis yang timbul dalam pekerjaan, kehidupan suami istri, atau di lingkungan sosial.
Penyakit darah tinggi atau hipertensi ditandai dengan tensi 140/90 atau lebih. Ini akan menyebabkan pembuluh darah di penis yang menyerupai anyaman halus akan mengalami tekanan yang tinggi, sehingga akibatnya katup-katup di pembuluh vena akan mudah mengalami kebocoran (venous leakage).
Juga pembuluh darah lebih mudah mengalami pengerasan pada dindingnya (aterosklerosis). Ini mengakibatkan penis tidak bisa membesar secara maksimal dan tidak bisa keras.
Penyakit kencing manis atau diabetes melitus ditandai dengan sering kencing, dan mudah lapar dan haus.
Ini diakibatkan karena zat gula/ glukosa di dalam darah tidak bisa dimanfaatkan atau tidak bisa masuk kedalam sel. Padahal sel tubuh membutuhkan glukosa untuk energinya. Jadi kadar gula dalam pembuluh darah meninggi, tapi sel tubuh kita mengalami kelaparan. Ini membuat banyak gangguan.
Bila terjadi dalam sel saraf, akan terjadi neuropati diabetik yang artinya saraf dalam tubuh tidak menghantarkan impuls atau sinyal secara baik. Sering terjadi saraf tepi pada tungkai mengalami gangguan, sehingga kaki terasa tebal, gringgingen/ kesemutan, sampai tidak terasa sama sekali/ baal.
Pada saraf tepi yang mempersarafi daerah kelamin, hantaran impuls juga akan menurun sehingga ereksi juga akan sulit terjadi.
Penyakit yang lain adalah tingginya kadar kolesterol dan trigliserid. Ini akan mengakibatkan pembuluh darah mudah tersumbat oleh timbunan lemak. LDL kolesterol merupakan lemak yang ‘jahat’, harus dilawan dengan tingginya kadar HDL kolesterol yang merupakan lemak yang ‘baik’. HDL bisa dinaikkan bila kita banyak makan ikan laut, dan omega 3, 6 dan 9.
Tekanan psikologis juga bisa menyebabkan disfungsi ereksi yang tergantung keadaan dan siapa yang dihadapi. Seringkali rasa jenuh terhadap pasangan dapat menurunkan kualitas ereksi.
Dulu dianggap semua disfungsi ereksi disebabkan gangguan psikologis, tapi sekarang ternyata diketahui bahwa penyebab dari faktor psikologis hanyalah sekitar 20-25% saja.
Kadar hormon testosteron yang menurun juga bisa mengakibatkan disfungsi ereksi. Hormon testosteron berfungsi menjaga kinerja fungsi seksual dengan memperbaiki kerusakan pada daerah genital.
Selain itu juga dapat memperbaiki peredaran darah di daerah organ vital.
Bila mengalami disfungsi ereksi, bapak perlu berkonsultasi dengan dokter. dokter mungkin menyarankan untuk memeriksakan darah ke laboratorium seperti: kadar gula darah puasa dan 2 jam setelah makan, profil lipid darah, kadar hormon testosteron.
Setelah diperiksa dan diketahui penyebab disfungsi ereksinya, maka dokter bisa jadi akan memberikan obat bagi penyakit penyebabnya.
Bila kurang jelas, bisa klik www.drAndi.com