Posisi Bercinta Paling Nikmat? Biar Tepat Sasaran Tanyakan Ke Pasangan Anda
Pink. Anda suka warna pink? Berarti anda perempuan ya? Kok laki suka warna pink? Jawabannya : Suka-suka gue dong. Atau lebih halusnya : Wah itu soal selera sulit ditebak……. Atau lebih halus lagi : Gue suka pink, goblokkk!
Ada yang bertanya : Posisi bercinta apa yang paling nikmat? Apa yang disukai wanita agar bisa orgasme? Dan lain-lain pertanyaannya. Kita bisa menjawab dengan jawaban-jawaban umum, jawaban-jawaban yang penuh asumsi/ perkiraan/ anggapan kita. Tapi apakah jawaban-jawaban itu sudah tepat kepada sasaran? Jawabannya lebih baik ditanyakan langsung kepada pasangan kita. Apa yang kita sukai, kita katakan juga kepada pasangan, jadi semuanya jelas terbuka tanpa tedeng kaing-kaing eh tedeng aling-aling. Begono….. Jadi……. mau tanya apa ke pasangan kita sekarang……..?
Dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang
Sejuk Tapi Hangat
Parkir mobil cari yang teduh, adem. Sesudah jalan jauh keliling kota, mesin menjadi panas, ban tambah aus, yang nyetir juga haus. Begitu juga suami istri, keduanya “working hard throwing the bones” (bekerja keras membanting tulang). Sampai di rumah mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak, bila sampai di tempat tidur harus mencari keteduhan hati dan mengademkan hati, pikiran dan fisik. Bercinta itu bisa membuat body and mind and soul sejuk tetapi hangat. Sejuk karena fresh, segar, cool dan hangat karena sentuhan kasih, cinta dan kemesraan. Apa ada yang lupa caranya bercinta dengan sejuk dan hangat? Coba sms mesra pasangan anda sekarang dan persiapkan nanti malam yang menyejukkan hati dan menghangatkan jiwa. Naik oplet bawa koper, Better late than never …… !
Dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang
Frekuensi Hubungan Intim Normalnya Berapa Kali Sih???
Tentang Frekuensi “Lagi”……
Sering ditanyakan berapa frekuensi (hubungan intim) yang normal? Sebetulnya tidak ada nilai yang “normal” bagi frekuensi hubungan intim. Berapa kali seminggu yang penting keduanya melakukan dengan senang dan tanpa paksaan, dan saling memuaskan. bagaimana kalau “terlalu sering”? Bila gairahnya tinggi, berarti frekuensi yang sering itu dianggap biasa-biasa saja. Bila hati puas, badan tetap fit, pikiran fresh, maka frekuensi tersebut “tidak terlalu sering”. Untuk frekuensi yang pas, rembug dengan pasangan anda aja….. Kan Enak Begitu……?
Dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang
Botak Itu Ada Penyebabnya, Botak – Botak Bergairah
Betulkah ini? Suami botak depan akibat sering “ditonyol”/ ditolak karena terlalu gairah tinggi, Suami botak belakang akibat kurang aktif, jadi sang istri meraih kepalanya, jadi botak bagian belakang. Apa jadinya bila istri tidak ikut mengendalikan suami? Bisa jadi si suami akan gondrong, tumbuh jenggot dan kumis lebat seperti saringan wastafel. Kenapa? Karena istrinya pasif, dingin, kurang bergairah, acuh tak acuh, masa bodoh terhadap seks, sehingga suami kurang dipedulikan kebutuhan seksnya, sehingga tidak ada yang mendorong atau meraih kepala suami. Sungguh pinter yg menciptakan perumpamaan ini, kepala botak suami yg jadi obyek perumpamaan. Tapi yg dibicarakan adalah gairah seksual sang pria. Percayalah, pria botak itu sesuatu bingits…tidak ada ketergantungan terhadap sisir, kaca, apalagi shampoo dan conditioner: irittt…!!!





