Obesitas Mempengaruhi Seksualitas

obesitas1

obesitas2

Obesitas atau kelebihan berat badan sepertinya sudah menjadi musuh terbesar bagi masyarakata kita karena banyak sekali dampak negatif yang ditimbulkannya. Dari segi psikologis contohnya, terkadang obesitas dapat membuat seorang wanita merasa tak percaya diri dengan kondisi fisiknya. Begitupun dengan aktivitas seksual, ternyata obesitas dapat mempengaruhi hubungan anda dan pasangan saat melakukan aktivitas ranjang.

Berikut 10 alasan kelebihan berat badan memengaruhi kehidupan seksual seperti:

1. Disfungsi ereksi

Obesitas jauh lebih mungkin menderita disfungsi ereksi atau impotensi. Obesitas bisa berisiko menimbulkan kolesterol tinggi, hipertesi, diabetes yang mencegah aliran darah ke seluruh tubuh termasuk penis sehingga menyebabkan masalah ereksi.

Dengan menurunkan berat badan, Anda bisa mengalahkan kondisi tersebut.

2. Ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan libido rendah

Obesitas secara langsung terkait dengan ketidakseimbangan hormon dan kadar testosteron yang lebih rendah. Ini menghambat hasrat seksual, baik pada wanita maupun pria.

Masalah lainnya, lemak tubuh menyebabkan semakin banyaknya hormon seks pengikat globulin (SHBG) dalam sistem. SHBG merupakan bahan kimia alami yang mengikat testosteron, yang berarti hormon seks yang mengendalikan kehidupan seksual menjadi kurang.

Ada juga bukti yang menunjukkan anak laki-laki obesitas bakal memiliki payudara besar. Pada anak gadis itu bisa memicu PCOD atau tak teraturnya siklus menstruasi dan masalah tiroid.

3. Infertilitas

Pada wanita, obesitas menyebabkan kelainan dalam sel telur yang membuat sulit untuk dibuahi. Peneliti kesuburan di Brigham memeriksa lebih 300 sel telur yang gagal dibuahi selama IVF (bayi tabung). Ditemukan juga sel telur wanita gemuk lebih mungkin memiliki kelainan kromosom.

Ini juga menyebabkan produksi insulin berlebih dan PCOD (suatu kondisi ketika periode yang tidak teratur dan ovarium yang dihasilkan kecil, telur belum matang, bukan yang dewasa yang sehat). Wanita hamil cenderung gagal hamil dan keguguran dibanding yang berbobot normal.

Pada pria, obesitas secara langsung dikaitkan dengan infertilitas karena bisa memengaruhi sperma. Penelitian telah menemukan, pria yang diet mengonsumsi lemak memiliki sperma yang kualitasnya rendah. Pria yang mengonsumsi lebih banyak lemak jenuh memiliki jumlah sperma 35 persen lebih rendah dan 38 persen lebih rendah dibandingkan dengan konsentrasi sperma pada pria yang makan sehat.

4. Penyakit obesitas bisa menghambat seks

Orang yang berat, terutama di daerah perut cenderung memiliki sejumlah penyakit yang memengaruhi kehidupan seksualnya. Ini bisa disebabkan oleh alasan fisiologis atau psikologis atau karena obat yang diminum untuk penyakit ini.

Diabetes, penyakit jantung, kanker, hipertensi, depresi, demensia dan penyakit lainnya semua memengaruhi fungsi seksual Anda.

5. Sindrom penis

Lipatan lemak di perut dan kulit pada pria obesitas membuat penis terlihat lebih kecil dan tak kelihatan. Ini disebut ‘sindrom penis kecil’ dan bisa menghambat kehidupan seks.

Mikropenis merupakan kondisi ketika penis ereksi ukurannya kurang dari 3 inci. Sebagian besar, kelainan ini bawaan dari masa kecil dan bisa memengaruhi 0,6 persen penduduk pria.

6. Penyakit Menular Seksual (PMS) dan Kehamilan yang tak diinginkan

Orang gemuk cenderung minim melakukan hubungan seks dibanding yang lain. Ini yang menyebabkan orang yang obesitas menunjukkan perilaku seks yang berisiko tinggi.

Penelitian di Amerika Serikat menemukan, wanita obesitas 4 kali lebih mungkin hamil yang tak direncanakan karena kurang siap.

7. Pilihan posisi seks sedikit

Kegemukan bisa membuat hubungan seks dengan beberapa posisi menjadi sulit. Posisi misionaris yang paling populer sulit dilakukan jika pasangan pria keberatan.

Jika pasangan dua-duanya obesitas, maka daerah tengah perut bisa mencegah penetrasi yang tepat. Begitu pula gaya sendok juga sulit dilakukan orang yang gemuk. Namun, orang gemuk tak perlu khawatir, ada banyak posisi yang bisa dicoba dengan pasangan.

8. Jarang bercinta

Kita hidup dalam masyarakat yang menghakimi dari penampilan dan orang gemuk merasa sulit menemukan pasangan. Masalahnya, penilaian yang terbentuk di masyarakat itu menyebutkan tak masalah jika pria gemuk jika ia memiliki gaji tinggi dan berasal dari keluarga yang kaya. Sedangkan bagaimana bagi wanita?

9. Kurang percaya diri dan depresi

Orang gemuk kerap diolok-olok dan dicap sebagai pemalas, bodoh, atau lambat. Inilah yang membuat orang gemuk menjadi kurang percaya diri.

Berbagai penelitian juga menunjukkan orang gemuk jauh lebih mungkin menderita depresi dan masalah kesehatan mental lainnya yang mengurangi libido dan menyebabkan disfungsi ereksi.

10. Kurang stamina

Obesitas dikaitkan dengan gaya hidup yang malas. Ini bisa berpengaruh terhadap kehidupan seks. Pada pria, bisa mengurangi lamanya ereksi karena stamina berkurang.

Dengan menurunkan berat badan, kehidupan seks bisa meningkat. Ini menguntungkan dan tentu saja kesehatan secara keseluruhan juga terpengaruhi.

www.dokterandi.com

Klik: http://www.dokterandi.com/2017/02/02/3081/

fb: Dr Andi Sugiarto  – Dr Seksologi

twitter: @andisugi

ig: dokter_andi

 

Penyebab Infeksi Saluran Kemih pada Pria

pria1

priaa

Infeksi kandung kemih adalah peradangan yang terjadi pada kandung kemih. Infeksi kandung kemih umumnya disebabkan oleh bakteri. Infeksi ini bisa menjadi semakin parah jika bakteri menyebar hingga ke ginjal.

Walaupun punya tingkat risiko tidak sebesar wanita, infeksi kandung kemih bisa terjadi lebih parah pada pria. Hal-hal yang memicu infeksi kandung kemih pada pria adalah infeksi prostat, penyumbatan sistem kandung kemih akibat tumor, atau karena pembengkakan prostat. Pria yang melakukan seks anal tanpa memakai pelindung memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi kandung kemih.

Faktor faktor yang dapat meningkatkan risiko pria terkena infeksi saluran kemih :

  1. Hambatan / bendungan pada saluran kemih, misalnya pada batu saluran kemih, pembesaran prostat, ujung penis yang tertutup pada pria yang tidak disunat. Hambatan pada saluran kemih tersebut berdampak pada terganggunya aliran urin yang seharusnya dibuang oleh tubuh. Aliran urin yang terganggu membuat kuman dapat masuk melalui saluran kemih bagian bawah yang akhirnya dapat menyebabkan infeksi saluran kemih.
  2. Penggunaan kateter atau saluran kencing
  3. Seseorang dengan penyakit yang menyebabkan gangguan kekebalan tubuh akan mudah terserang berbagai penyakit, salah satunya infeksi slauran kemih.
  4. Kelainan pada saluran kemih, contohnya pada gangguan persyarafan di kandung kemih atau yang sering disebut neurogenic bladder, ganggua tersebut menyebabkan gangguan pengosongan kandung kemih, sehingga kuman juga mudah masuk dan menyebabkan infeksi.
  5. Manahan keinginan berkemih
  6. Tidak bersih ketika selesai berkemih
  7. Tidak mengkonsumsi air putih sesuai kebutuhan

 

www.dokterandi.com

Klik: http://www.dokterandi.com/2017/02/01/penyebab-infek…emih-pada-pria/

fb: Dr Andi Sugiarto  – Dr Seksologi

twitter: @andisugi

ig: dokter_andi

 

Penyebab Infeksi Saluran Kemih pada Wanita

wanita 1

wanita 2

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah kondisi ketika organ yang termasuk ke dalam sistem kemih, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra, mengalami infeksi. Infeksi saluran kemih dapat terjadi pada siapa saja. Akan tetapi, karena tubuh wanita memiliki saluran uretra yang lebih pendek, maka wanita lebih rentan mengalami infeksi saluran kemih.

Infeksi kandung kemih akibat bakteri lebih umum terjadi pada wanita, hal ini disebabkan karena posisi uretra wanita yang lebih berdekatan dengan anus. Ini berarti bakteri dari anus lebih mudah berpindah ke uretra.

Selain karena posisi uretra dan anus yang berdekatan, perpindahan bakteri pada wanita bisa terjadi ketika:

  • Memasukkan pembalut jenis tampon.
  • Bercinta.
  • Memakai kontrasepsi diafragma.
  • Menyeka dengan tisu setelah dari toilet dengan posisi dari belakang ke depan. Risiko ini dapat dihindari jika Anda menyeka dengan arah berlawanan (dari depan ke belakang).
  • Wanita memasuki masa menopause. Pada masa ini, wanita hanya memproduksi sedikit cairan vagina dan akibatnya bakteri lebih mudah berkembang biak.
  • Kelembapan
  • Tidak menjaga kebersihan area vagina
  • Kurang minum air putih
  • Menahan kemih

www.dokterandi.com

Klik: http://www.dokterandi.com/2017/02/01/3072/

fb: Dr Andi Sugiarto  – Dr Seksologi

twitter: @andisugi

ig: dokter_andi