Lindungi anak dari Pornografi: outline ceramah

Seks memang menarik dan menantang, terutama untuk anak muda dan remaja. Untuk semua orang, orang tua pun masih tertarik, apalagi remaja. Bagi remaja, segala hal itu masih ‘baru’. Apalagi masalah seksual, semuanya masih ‘gelap’, misterius dan menantang. Belum lagi iming2 kenikmatan yang menanti dari seks tersebut. Semua ini gara-gara bacaan, media, koran, internet, yang terlalu dini dibaca anak2 dan remaja.

Apa yang harus kita lakukan?

Pagari mentalnya
Berikan pengertian dan pendidikan seksualitas
Berikan informasi yang benar
Tanamkan sikap yang netral terhadap seks: sikap yang positif,

Proteksi, hindarkan
Lindungi dari paparan pornografi
Taruh komputer di ruangan keluarga, bukan di ruang pribadi/ kamar
Periksa HP anak secara berkala
Bersihkan rumah dari majalah, video
Bersihkan komputer dari gambar, video porno

Tempat yang harus dihindari
Jangan berduaan saja
jangan ke tempat yg gelap dan memungkinkan dua orang bersentuhan, misalnya karaoke, diskotik, bioskop, pantai, tempat sepi

Lindungi dari pelecehan seksual
SEring tanyai anak apakah ada orang yang suka pegang2 pipi, badan, sering cium, peluk
Pantau orang di dekat anda, apakah mereka bisa dipercaya
Berikan anak sentuhan yang cukup, jangan biarkan mereka mengalami sindroma kurang sentuhan

Kenali teman2 anak anda
Ajak teman anak main kerumah dan jalan2 ke mall
Dampingi anak saat nonton sinetron, TV
Dampingi saat browsing internet
Berikan pendidikan seksualitas secara aktif terhadap anak
Jawab pertanyaan anak tentang seks secara memuaskan
Banyak-banyaklah ngobrol dengan anak
Kadang kita tidak bisa men’sterilisasi’ anak dari pengaruh pornografi dari luar, tapi kita bisa memperkuat anak dengan benteng iman

Untuk mengetahui lebih banyak, klik www.dokterandi.com

Special case:
Orang tua yang mengalami trauma seksual dan broken home, perceraian dll cenderung mempunyai sikap negatif terhadap seks. Coba minta advis dari dokter/ profesional agar orang tua bisa mengajarkan sikap yang netral terhadap seks.

Ada orang tua yang longgar, dan mengijinkan anak utk pacaran secara dini, coba pertimbangkan kembali keputusan itu dan lebih fokuskan anak pada pelajaran.

Bila menemui anak sedang membaca majalah porno, gimana sikap anda? Apa yang akan anda katakan?

Bila anak tertangkap basah sedang O, apa yang akan anda lakukan?

Bila ada video atau gambar porno di HP anak, bagaimana sikap anda?

Bila ada sms/ surat cinta anak dengan temannya, apa yang dilakukan?

Bila anak tertangkap basah sedang pelukan, pegangan tangan dengan temannya, apa reaksi anda?

Pendidikan Seksualitas untuk Anak

Dr Andi, saya seorang ibu, anak saya usianya 13 dan 12 tahun. Mereka sudah mulai akil baliq. Seringkali saya khawatir bila mendengar adanya kejahatan seksual dan pelecehan terhadap anak. Juga banyak kasus video mesum yang menimpa anak SMP dan SMA. Bagaimana caranya memberikan pengertian dan pendidikan seksual untuk anak usia segitu dok. Terimakasih, dr Andi.
Ny Santi di Semarang.

Jawaban dr Andi:
Bu Santi, memang sulit untuk mendidik anak pada jaman sekarang ini, terutama di bidang seksualitas ini yang sekarang makin lama makin terbuka. Tugas kitalah sebagai orang tua, pendidik dan kalangan medis yang mendapat tanggung jawab untuk bisa mengarahkan anak-anak kita menjadi insan yang mempunyai sikap, pengetahuan dan perilaku seksual yang baik.

Cara aktif
Sebagai orang tua, kita bisa memulai memberikan pendidikan seksualitas pada anak dan remaja dengan dua cara yaitu aktif dan pasif. Cara aktif artinya memberikan keterangan dan penyuluhan tanpa diminta. Misalnya pada hari Minggu pada saat kumpul dengan anak dan suami, ibu mengajarkan tentang proses kehamilan, proses menstruasi, proses kelahiran. Sumbernya bisa dari buku-buku yang bisa dibeli di toko buku terkenal. Banyak buku yang membantu orang tua mengajarkan tentang  pendidikan seksualitas pada anak. Bisa dengan cara lain, yaitu pada saat menonton televisi, kita mendengar tentang adanya kasus perkosaan, kasus pelecehan seksual atau kasus video mesum, kita bisa membahasnya dengan anak kita. Sambil kita mengarahkan anak kita ke arah yang baik.

Cara pasif
Cara pasif, yaitu dengan menjawab pertanyaan anak. Cara ini cukup baik, tapi sifatnya pasif dan menunggu anak memberikan pertanyaan. Bila anak aktif bertanya, cara ini cukup efektif. Bila anak tidak bertanya, kita harus aktif memberikan informasi dan nasehat serta bahasan terhadap suatu kasus seksualitas yang ada.

Seberapa jauh
Pertanyaannya, seberapa jauh atau seberapa dalam sih kita memberikan pendidikan seksualitas kepada anak kita. Apakah kita harus ‘memberitahukan semuanya’ atau kita memberitahu hanya di bagian luarnya saja. Sebagai pedoman, kita coba memberitahu kepada anak sebatas keingintahuan anak saja dulu. Bila rasa ingin tahu anak sudah terpuaskan, kita bolehlah berhenti sebatas itu. Yang repot bila anak sudah pernah tahu atau mendengar dari bacaan atau dari orang lain, kita sebaiknya memberitahukan yang sebenarnya terhadap anak. Janganlah berbohong dan menutup-nutupi bila anak sudah tahu. Yang penting adalah mendorong sikap anak yang baik dan benar terhadap seksualitas.

Materinya apa?
Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, apa yang mau kita bicarakan dulu tentang pendidikan seksualitas ini? Yah, kita bisa mulai dengan jenis kelamin, tugas dan kebiasaan pria dan wanita. Juga kita bisa membahas anatomi alat kelamin pria dan wanita. Selain itu, ditanamkan menjaga kebersihan dan higiene alat genital anak. Tanamkan sikap bahwa tidak semua orang boleh memegang alat kelamin anak. Bila anak merasa tidak nyaman, tanamkan keberanian untuk berkata, “Stop, hentikan, dan tolong!” bila ada orang yang memaksa memegang alat kelamin anak. Bicara tentang materi ini memang banyak sekali, bisa dilihat di buku pendidikan seksualitas anak atau di www.dokterandi.com.

Materi untuk remaja dan pubertas
Kita bisa membahas tentang menstruasi, kehamilan dan persalinan, tentang pacaran. Juga membahas kasus mereka yang hamil karena ‘kecelakaan’, perkosaan, pelecehan seksual. Memang ini perlu waktu dan juga ‘keberanian’ dan ‘kenekatan’ dari orang tua, karena banyak sekali orang tua yang dulunya tidak pernah diberi pendidikan seksualitas oleh orang tua mereka atau guru mereka dahulu.

Pendidikan seksualitas di sekolah
Saat ini sudah mendesak perlunya pendidikan seksualitas di sekolah-sekolah, mulai SD, SMP, SMA. Bila mungkin, dijadwal tiap 3 bulan dengan pengajar yang terlatih atau yang berkompeten. Materi pendidikan ini perlu dirembug bareng antara guru, dokter/ tenaga terlatih, dan wakil orang tua/ komite sekolah. Jadi semua materi ini diketahui dan disetujui bersama dari pihak-pihak tersebut di atas, sehingga nantinya tidak ada materi yang ‘kebablasen’ atau ‘dianggap tabu’ oleh pihak tertentu.

Tidak ada baku, tergantung keadaan
Dalam memberikan pendidikan seksualitas bagi anak dan remaja, tidak ada baku atau standar tertentu yang mengikat, semuanya tergantung dari keadaan anak. Bagi remaja yang sudah sering mendapat informasi dari bacaan dan internet, perlu materi yang lebih luas dan mendalam. Tidaklah sama dengan anak dan remaja yang merupakan ‘pemula’ dan masih ‘fresh’ atau ‘lugu’.

Minta bantuan dokter/ profesional
Bila ibu masih ragu tentang pendidikan seksualitas bagi anak ibu, bisa minta pendapat dan advis dari dokter atau profesional yang nantinya bisa memberikan pedoman apa yang harus diberitahukan kepada anak. Semoga anak-anak bu Santi bisa menjadi anak yang baik dengan pendidikan dari ibu!

Lutut anak bengkok, telapak rata

Jawa Pos Radar Semarang, Kamis, 21 Nov 2008

Tanya:
Dr Andi, anak perempuan saya berusia 3 tahun, pada saat berdiri dan berjalan, saya perhatikan dari depan, lututnya tampak bengkok dan tidak lurus. Selain itu juga telapak kakinya tampak rata. Biasanya saya lihat di telapak kaki anak lain, ada lengkungan di telapak kaki. Di pergelangan kaki, saya juga membengkok sehingga tampak ada sudut antara tungkai bawah dan telapak kaki. Anak saya bisa berjalan sejak usia 19 bulan, memang agak terlambat dibandingkan anak lainnya. Saya takut kalau lututnya dan pergelangan kakinya tambah bengkok dan membuat buruk penampilan, serta timbul kelemahan pada kaki. Saya pernah lihat anak memakai alas sepatu khusus buatan dokter/ rumah sakit, bagaimana solusinya untuk anak saya agar lututnya tidak bengkok. Terimakasih dr Andi.

Ny Vero di Jepara.

Jawaban dr Andi:
Yth Bu Vero, tampaknya anak perempuan ibu mengalami apa yang disebut “flat foot”/ “pes planus” atau telapak kaki rata, dan juga “genu valgum” atau lutut yang membengkok ke dalam sehingga kedua lutut membentuk huruf X (sering disebut juga “knock-knees”). Kedua hal ini memang sering terjadi pada balita, dalam batas-batas tertentu masih bisa ditoleransi dan bisa bertumbuh dengan normal. Tetapi pada sebagian kecil anak, bisa berkembang lebih parah dan menimbulkan masalah dalam berjalan serta juga masalah estetika/ keindahan tubuh.

Telapak kaki rata
Flat foot merupakan kondisi medis dimana bila dilihat dari sisi dalam,  lengkungan kaki menjadi rata. Seluruh telapak kaki bersentuhan dengan permukaan tanah. Flat foot ini terjadi pada sekitar 20% anak. Bisa terjadi pada satu kaki atau kedua-duanya. Pada bayi, memang hal ini umum terjadi karena lemak bayi yang terkumpul menutupi lengkungan telapak kaki. Dengan bertambahnya umur, lengkungan kaki ini muncul sebagai hasil pertumbuhan otot kaki, tendon, ligamentum dan tulang kaki. Pada usia 3 tahun, mulai terbentuk lengkungan, dan pada usia enam tahun lengkungan ini sudah mulai kelihatan nyata.

Bila anak mengeluh nyeri pada betis, tungkai bawah dan telapak, orang tua seyogyanya memeriksa keadaan seluruh tungkai bawah dan telapak. Biasanya keluhan ini menyertai flat foot ini. Periksa juga sol bagian bawah sepatu. Pada anak dengan flat foot ini tampak sol yang aus di tempat yang tidak umum atau asimetris, dan tidak sama dengan kaki satunya. Orang tua sebaiknya peka dengan masalah ini. Ini mencerminkan adanya ketidak simetrisan gerak kedua tungkai saat berjalan.

Juga mohon diperhatikan jejak kaki anak saat berjalan di tanah, atau di pantai misalnya. Biasanya jejak kaki anak dengan flat foot lebih luas, dan telapaknya hampir menapak keseluruhannya.

Penanganan flat foot ini yaitu dengan menggunakan sol sepatu bagian dalam yang dimodifikasi secara khusus oleh dokter, biasanya di Bagian Rehabilitasi Medik. Sol bagian dalam itu diberi ganjal khusus, dengan ukuran tertentu untuk memberikan efek lengkungan pada telapak kaki.  Selain itu juga diberikan latihan telapak kaki dan penguatan otot betis dan otot telapak kaki.

Lutut Bengkok pada anak
Lutut bengkok ini pada anak bisa akibat kelainan tulang bawaan atau sejak kandungan ibunya. Bisa juga akibat kekurangan vitamin D, atau juga kurangnya kalsium dan zat pembentuk tulang lainnya.

Dokter nanti akan memeriksa derajat bengkoknya anak ibu, dan juga memberikan alat khusus (disebut “ortotik”) yang digunakan pada lutut. Ini gunanya untuk menopang lutut dan juga mengembalikan lutut ke bentuknya semula yang simetris dan lurus tegak, tidak membentuk sudut. Di Bagian Rehabilitasi Medik juga akan diberikan latihan untuk memperkuat otot hamstring (paha belakang) dan kuadriseps (paha depan) yang fungsinya menahan lututnya agar tetap lurus.

Dari segi penampilan/ estetika, memang alat-alat tsb kurang bagus, tapi bila dipakai sejak dini, akan mampu mengurangi perjalanan penyakit atau kelainan. Bila ibu kurang jelas bisa menghubungi bagian Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit terdekat.

Semoga putri ibu bisa mendapat pertolongan segera, dan lututnya bisa kembali pada bentuk yang normal.

Ejakulasi Dini: Bisa diatasi!

Ejakulasi Dini: Bisa diatasi!

Dr Andi, saya seorang pria berusia 44 tahun. Sudah 3-4 bulan ini saya selalu ‘keok’  duluan alias ejakulasi dini. Hanya bisa bertahan 1-2 menit, setelah itu cepat keluar. Dan juga ereksi saya kurang keras dan tegang. Saya punya turunan kencing manis dari ibu saya, tapi saat diperiksa di lab, dikatakan saya tidak punya kencing manis. Saya jadi rendah diri dan minder di hadapan istri. Suasana di rumah rasanya jadi kurang nyaman untuk saya. Sebetulnya istri sudah menyuruh untuk berobat, tapi saya tidak tahu harus kemana. Apakah saya menderita ejakulasi dini, dan impotensi? Saya mohon diberi solusinya, terimakasih dr Andi.

Tn. B di Smg

Jawaban Dr Andi:
Memang ejakulasi dini ini menjadi momok bagi pria, karena 75% pria pernah mengalaminya, tapi hanya sekitar 20% yang menetap alias berlanjut berkepanjangan. Ada ahli seksologi yang mengatakan, bila anda hanya bisa menahan ejakulasi kurang dari 2 menit, maka anda termasuk ejakulasi dini. Ada definisi lain yang mengatakan bahwa ejakulasi dini adalah bila tidak mampu mengontrol ejakulasi sampai terjadi hubungan intim yang memuaskan kedua belah pihak. Semua definisi ini sangat relatif sifatnya, untuk memudahkan untuk mendiagnosis saja.

Wajar pada pria yang baru menikah
Ejakulasi dini ini sebetulnya wajar pada pria yang baru saja menikah. Tapi bila sudah lama menikah, ejakulasi dini ini sangat mengganggu keharmonisan pasutri. Ejakulasi dini sangat menghambat kesuburan bila lebih dari 50% terjadi kegagalan penetrasi (masuknya penis ke vagina).

Kebiasaan terburu-buru
Dahulu, ejakulasi dini dianggap disebabkan melulu oleh faktor psikologis, misalnya rasa rendah diri, minder, tekanan stress di pekerjaan, rumah tangga. Juga bisa disebabkan oleh karena kebiasaan terburu-buru dalam melakukan masturbasi atau onani, atau hubungan intim yang terlarang atau tidak sah. Misalnya karena takut ketahuan orang lain, atau karena sering “jajan diluar” yang terburu buru ingin selesai.

Penyebabnya faktor fisik dan psikologis
Tapi sekarang ini, menurut penelitian diketahui bahwa ejakulasi dini merupakan salah satu tanda awal timbulnya disfungsi ereksi (ketidakmampuan ereksi). Dari penelitian juga ditemukan adanya hubungan antara ejakulasi dini dengan penyakit kronik seperti diabetes melitus, hipertensi, hipogonadism (kurangnya hormon androgen/ testosteron pada pria), tingginya kadar kolesterol dan trigliserida, penyakit jantung koroner, penyakit ginjal menahun, atherosklerosis, merokok, serta kurangnya olah raga secara teratur.  Dengan demikian kita harus bisa menghindari semua faktor risiko di atas.

Pemeriksaan faktor risiko
Perlu ada pemeriksaan menyeluruh tentang semua faktor risiko di atas. Dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan laborat untuk gula darah, kolesteron, kadar  hormon testosteron, prolaktin, tes fungsi ginjal dan hati, elektrokardiografi/ EKG, serta USG. Selain itu menghentikan merokok, serta olah raga teratur 3-5 kali seminggu @ 30 menit – 1 jam.

Latihan Kegel/ penguatan otot dasar panggul
Penanganan awalnya dilakukan latihan Kegel atau penguatan otot dasar panggul. Caranya mudah, saat buang air kecil, cobalah untuk menghentikan aliran air kencing itu (Jawa: ngempet). Lalu ditahan 6 sampai 10 detik, lalu lepaskan lagi, keluarkan semua air kencing sampai lega. Begitulah dilakukan setiap kali berkemih. Tentunya banyak macam latihan Kegel ini, tapi hal di atas adalah yang paling simpel dan praktis dilakukan.

Perlunya dukungan pasangan
Istri diharapkan mendukung dengan kata-kata dan sikap yang mengayomi, bukan malah merendahkan dan menghina serta acuh tak acuh. Sikap cuek dari istri, seakan-akan tidak butuh, akan lebih menekan perasaan suami. Istri pun diharapkan lebih bisa memanfaatkan waktu untuk bercumbu lebih lama, karena dengan bercumbu dan pemanasan yang lebih lama, diharapkan suami tidak terlalu oversensitif pada rangsangan dan sentuhan di penis.

Bila diperlukan, bisa diberikan obat-obatan golongan SSRI (selective serotonin reuptake inhibitors). Dari penelitian ditemukan bahwa obat golongan ini dapat memperlama waktu ejakulasi menjadi 2 kali lipat pada ejakulasi dini berat (tadinya 1,5 menit menjadi 3,5 menit), dan pada ejakulasi dini sedang sampai ringan, terjadi pemanjangan waktu ejakulasi menjadi 10 sampai 30 menit lebih lama. Obat ini harus diminum selama minimal 2 minggu untuk mendapatkan hasil awal. Bila diperlukan, bisa diperpanjang sampai 1-2 bulan.

Baiklah, pak B, semoga anda bisa mengatasi ejakulasi dini sehingga kehidupan rumah tangga anda lebih harmonis dan bahagia!

After The Storm

Kiat mengembalikan cinta yang hilang setelah badai rumah tangga

Cinta hanya untuk anak muda?

Cinta memang bukan monopoli remaja atau anak muda saja, tapi juga untuk semua usia. Tentunya pengejewantahannya tidak selalu sama, pada orang yang lebih lanjut usianya pasti akan lebih ‘soft’ atau tidak terlalu eksplisit. Tapi pada orang yang lebih ekstrovert, manifestasinya akan lebih kelihatan.

Romantis atau tidak romantis?

Cinta bisa berupa hal-hal yang romantis dan yang non romantis. Yang romantis misalnya berupa kata-kata mesra, rayuan (gombal), dan sentuhan, pelukan serta yang lebih jauh lagi. Yang non romantis yaitu berupa hal2 umum yang mendukung kehidupan cinta sepasang muda mudi atau sepasang suami istri. Misalnya kebersamaan, memberikan hal2 yang dibutuhkan oleh pasangan, baik berupa finansial, dukungan moral, pujian, membantu pekerjaan rumah tangga, membantu mengasuh anak.  Semua itu pernyataan dari cinta.

Seksologi membantu kedekatan relasi pasutri

Dalam bidang seksologi, tentunya semua aktivitas seksual sebaiknya dikaitkan dan ditujukan untuk memperkuat cinta kasih antara pasutri. Semua kegiatan suami istri, apakah itu romantis atau tidak, tentunya digunakan untuk saling mendekatkan hubungan dan relasi pasutri.

Kadang kemesraan suami istri sering sekali disalah artikan sebagai upaya utk mengajak berhubungan intim. Kadang ini benar, kadang ini tidak benar. Tidak setiap kemesraan, romantisme, dan kata-kata rayuan diungkapkan untuk kearah seksual. Ini adalah kunci dari kedekatan hubungan suami istri. Bila masing2 bisa berkomunikasi tanpa tendensi negatif dan kecurigaan, maka keduanya akan bisa dekat di hati.

Sesudah ‘prahara’/ perselingkuhan

Pada pasutri yang sudah pernah mengalami prahara atau pertengkaran hebat, kadang bisa terjadi pisah ranjang, pisah kamar, atau tidak omong2an bila tidak perlu (ngomong seperlunya saja). Ini membuat pasutri itu seperti ‘sandiwara di depan orang lain’ saja, maka perlu adanya rekonsiliasi/ rujuk/ berbaikan kembali. Ini langkah2nya:

1. Yakinkan diri anda bahwa tidak ada manusia yang sempurna

2. Pasangan anda adalah belahan hidup anda, toh dia masih hidup bersama dengan anda

3. Bila anda berjuang dengan kekuatan sendiri, tidak akan bisa. Tapi bila kita berjuang dengan kekuatan dari Tuhan, niscaya akan lebih kuat.

4. Tekan ego anda, tekan kemarahan anda, coba bersabar, bernafaslah lebih dalam.

5. Jangan cepat berkata2 marah, pikirkan 2 kali bila ingin marah dan berteriak.

6. Keluarkan kata2 yang halus dan pelan

7. Tidak usah membahas kesalahan masa lalu untuk saat ini.

8. Anggaplah ini ‘cacat’ dari anda dan pasangan anda, berarti harus hidup dan berjuangdengan ‘kecacatan’ ini. Coba untuk menerima ‘kecacatan’ dan ‘kekurangan’ anda.

9. Mulailah dengan aktivitas bercinta dengan pasangan anda, walaupun itu terasa janggal dan kaku. Bercinta dapat mendekatkan hubungan suami istri.

10. Manfaatkan moment yang baik setelah anda berdua merasa lebih dekat.

11. Mulailah menempuh lembaran baru, jangan selalu menengok kesalahan yang sudah lalu.

12. Buang semua memori dan catatan lama.