Ayo, mulai hidup sehat!

Ayo, mulai hidup sehat!

Untuk sehat memang perlu motivasi tinggi, banyak orang tidak peduli kesehatan, walaupun pendidikan tinggi dan punya jabatan dan pekerjaan yang berkelas, tapi jarang yang peduli kesehatan. nanti kalau sudah mulai ada kolesterol tinggi, ada disfungsi ereksi, ada kencing manis dan darah tinggi, serta kegemukan, barulah bingung cari obat dan bingung ke dokter. Biasanya orang pedulinya cuma ke arah cari duit, pekerjaan, dan juga penampilan. Tapi kurang peduli kesehatan. Bagi orang muda memang tidak jadi masalah, karena masih punya ‘cadangan’ banyak, artinya tidak mudah sakit. misalnya kecapekan dan kurang tidur berhari-hari pun, stamina masih tahan dan kalau pun capek, cepat pulih kembali. Tapi pada orang tua dan lansia, kecapekan sedikit akan bisa makan waktu lama dan berhari-hari untuk bisa pulih dan bugar kembali. malah bisa sakit kalau kecapekan dan kurang tidur.

1. Jaga makanan anda
2. Olahraga
3. Sikap mental dan positif thinking.

ad 1.
1. Makan nasi maksimal satu kepal, lauk protein, dan sayuran.
2. Untuk asupan protein bisa pilih ikan, dada ayam, daging sapi (kalau bisa has dalam), kambing
3. jangan makan kulit ayam, sisihkan.
4. Pilih daging yang tidak berlemak. Paha ayam berlemak tinggi, jadi tidak disarankan.
5. Kalau bisa jangan yang digoreng, tapi yang ditim, direbus atau dikukus, atau dipanggang, dibakar, atau digoreng di teflon, tanpa minyak. Jadi kurangi minyak, hindari cara masak dengan digoreng.
6. makan dengan suapan kecil-kecil, pelahan, dikunyah pelan dan lebih banyak kunyahan. jangan makan buru-buru. Jangan terbawa pemeo, kalau makannya cepat, kerjanya juga cepat. Makan cepat cenderung memperbanyak porsi makan.
7. Habis makan, berdirilah selama 15 menit. Bila mungkin, berjalan di tempat dan angkat paha tinggi-tinggi. Atau bisa juga berjalan-jalan santai selama 15 menit.

ad 2.
1.Latihan cardio di treadmill 15 menit, bila mungkin kecepatan sampai 10 km/jam. Kecepatan bisa dinaikturunkan, misalnya 2 menit kec 6 km/jam, lalu 2 menit kemudian kec 10 km/jam.
2. Angkat beban untuk kelompok otot dada, punggung, bahu, perut, tungkai bawah/ lower body.
2. Tiap hari lakukan untuk satu kelompok otot. Tiap 2-3 hari latihan, berikan 1 hari libur. waktu libur, bisa diisi dengan berenang.
3. Setiap selesai melakukan satu set angkat beban, lakukan stretching/ peregangan pada otot tersebut. Dengan begitu, tidak akan terasa kemeng/ nyeri otot. bila ada nyeri, tidak akan terlalu mengganggu.
4. Tambahkan beban bila anda sudah bisa mengangkat sebanyak 15 repetisi atau lebih.
5. Fokuskan pada kelompok otot yang dilatih, sampai terasa betul kontraksinya.
6. Untuk perut dan punggung bawah, lakukan tiap hari.
7. Untuk perut, urutannya adalah  perut samping/ oblik dulu, lalu perut bagian bawah, lalu perut bagian atas.
8. Lakukan juga tiap hari latihan back up 3 set x 20 repetisi. karena otot perut dan punggung harus seimbang kekuatannya. Dengan demikian pinggang bisa mampu menahan beban tubuh tanpa sakit pinggang.
9. Lakukan yoga untuk stretching dan meditasi serta ketenangan pikiran.

ad 3.
1. Berusaha tenang dalam setiap kepanikan, kegawatan. Tapi bukan berarti lamban, suasana hatinya itu lho. Tenang.
2. Ambil positifnya dalam setiap peristiwa, walaupun seringnya kita ngedumel bahkan ingin berteriak (ngamuk)
3. Doa sangat besar pengaruhnya. Jangan lupa berdoa.
4.

Bila sudah menjalankan ini, lihatlah kekuatan dan kesehatan serta penampilan anda akan meningkat dalam waktu 3 bulan saja. Tapi, terus konsisten dong…!

(Gambar diambil dari http://nova-rahman.blogspot.com/2008/04/kisah-inspiratif-tetap-semangat-meski.html)

Minum obat kuat kok masih loyo?

Obat kuat atau aprodisiak sebetulnya hanya istilah awam untuk obat penambah stamina, kadang secara medis tidak jelas titik tangkapnya atau mekanisme kerjanya terhadap ereksi. Banyak kandungan obat yang diklaim sebagai obat kuat pria, dilihat dari segi bahasa ini tidak salah, tapi sebetulnya konotasinya yang mengarahkan kita kepada pikiran bahwa obat ini bisa untuk memperkuat, memperlama, membuat pria jadi jantan. Jadi inilah masalahnya. Istilah awam dicampuradukkan dengan istilah medis. Aprodisiak atau obat kuat itu tidak ada definisi yang pasti dalam dunia medis. Jadi bila mau mengistilahkan, ya boleh2 saja, asalkan tidak membuat konotasi yang keliru pada masyarakat.

Sebetulnya obat oral (diminum) yang dapat membuat ereksi pada pria ada 3 menurut FDA (Badan POM nya Amerika) yaitu sildenafil, vardenafil dan tadalafil. Nama dagangnya pun baru satu-satu, jadi cuma tiga nama dagang. (Kalau disebutkan, kesenengan yang punya produk dong, jadi iklan haha). Dan ada obat suntik intrakavernosa yang bisa menyebabkan ereksi. Ini semua disebut obat erektogenik. Nah, inilah yang standar menurut medis. Di luar itu, enggak standar lho ya..

Lalu, apakah setiap kali minum obat erektogenik itu itu pasti bisa ereksi? Ya belum tentu sih, karena belum tentu obat kuat itu menjawab permasalahan yang ada di diri si pria itu. bila disfungsi ereksi (DE) itu masih dalam level yang ringan, tentunya obat kuat dan obat erektogenik itu masih joss alias masih ampuh untuk mendatang ereksi yang baik. Tapi bila ada tingkat DE itu sudah  parah, tentunya tidak bisa serta merta bisa ereksi. Lalu juga butuh rangsangan seksual, jadi bukannya setelah minum obat langsung bisa ereksi secara otomatis. Tidak bisa, boooo…. harus pake rangsangan, pakai ciuman, pakai sentuhan, dll gitu lho..

Kalau demikian, ada penyebab DE yang membuat obat erektogenik tidak dapat menimbulkan ereksi, yaitu:
1. Atherosklerosis atau pengerasan dinding pembuluh darah
2. Diabetes Melitus yang tidak terkontrol, mungkin perlu insulin injeksi.
3. Hipertensi yang tidak terkontrol
4. Adanya Venous leakage atau kebocoran pada sistem pembuluh darah di korpus kavernosus penis. Ibaratnya ada kebocoran pada sistem hidrolik penis, jadi tidak bisa ‘ ngangkat’.
5. Psikosis, atau gangguan psikologi yang berat, sehingga membuat tidak bisa ereksi.
6. Kekurangan hormon testosteron yang parah
7. Penuaan dini (early aging)

Itu sebagian besar dari penyebab DE yang perlu ditangani secara tuntas dulu sebelum bisa ereksi secara maksimal. Bila masih ada penyebab diatas yang tidak terkontrol, maka sulit untuk bisa ereksi.

(Gambar diambil dari http://1.bp.blogspot.com/_blOXB91-nfQ/SCe9U2AE1MI/AAAAAAAAAxw/UgNGzkN2Q-I/s400/pisang+lilit.JPG)

Badan fit, gairah tetap berkobar

heart on fire

Badan fit, gairah tetap berkobar

Bila badan tidak fit, gairah pun akan redup.

1. Berjalan-jalan kaki setelah makan siang, jangan langsung duduk, berjalanlah sekitar 15 menit. Hal ini menyebabkan pencernaan lancar dan penyerapan nutrisi akan lebih baik.

2. Masase 10 menit
Kontak dan bersentuhan kulit dengan kulit akan merangsang hormon seks oksitosin. Bila oksitosin banyak keluar, maka gairah seorang wanita akan mudah terpicu. Bila ada waktu, bisa dimasase selama 1 jam atau kurang. Makanya, pijatlah suami/ istri anda.

3. Bacalah buku-buku yang menggugah cinta kepada pasangan agar perasaan hati anda bisa terbawa. Tiru hal-hal yang baik dari tokoh di cerita itu.

4. Belajar utk benar2 bisa rileks. Bila perlu, lakukan meditasi sebentar. Pada penelitian, 24 wanita disuruh menonton filem yang erotik, sebelumnya dilakukan meditasi dulu. jadi lebih gampang terangsang.

5. Jangan lupa minum multivitamin. Bila anda merasa terlalu lelah utk bercinta, bisa jadi kadar folat anda terlalu rendah. Survei membuktikan bahwa banyak wanita kurang asupan vitamin B. KUrang zat besi juga akan membuat neurotransmitter di otak akan berkurang, ini akan mengarah juga ke badan lesu. Caranya mudah, minumlah tiap hari 400 mg folat dan zat besi 18 mg.

6. Olahraga dulu sebelumnya, ini akan membuat tubuh kita lebih mudah terangsang/ mood membaik. Bila olahraga terlalu dekat dengan waktu tidur, membuat kita sulit tidur. Dengan berolah raga 30 menit, sirkulasi darah meningkat, sistem saraf akan lebih mudah terstimulasi, sehingga akan mudah untuk berhubungan seksual dengan berkobar-kobar.

7. Tambahkan aroma di kamar tidur anda. Menurut penelitian, aroma mentimun dan bedak bayi meningkatkan aliran darah ke vagina sebanyak 13%. SEdangkan aroma kue labu/ pumpkin pie dan lavender akan meningkatkan aliran darah 11%.

8. Boleh coba pil biru dan hormon testosteron. Tapi sesuai petunjuk dokter ya? soalnya dosisnya harus diatur.

9. Hentikan gangguan dari lingkungan. Bila seorang wanita stress berkepanjangan bisa menurunkan kadar dopamin. Nah, ini bisa menyebabkan wanita sulit orgasme. Solusinya mudah, minumlah 300 mg DHEA sejam sebelum hubungan seks. Ini akan meningkatkan produksi dopamin, meningkatkan gairah dan jg konsentrasi. Tapi ingat juga, bahwa DHEA bisa meningkatkan kadar kolesterol. Jadi cek dulu kadar kolesterol anda sebelumnya.

10. Tidak perlu waktu lama2 untuk bisa menikmati orgasme. Pada penelitian, cukup 13 menit saja untuk mencapai orgasme. Ini di Amerika, lho, bagaimana dengan anda? silakan mencoba.

11. Just do it! Tidak usah cemas dan terlalu idealis. Jalani dan lakukan hubungan intim anda, dan coba menghayati, jangan coba bandingkan dengan masa2 lalu saat pertama menikah. Atau membayangkan saat tubuh anda masih seksi dulu. Tenang saja, suami/ pasangan masih merasa anda seksi kok.

Ingin lebih Romantis?

romantic

Ingin lebih Romantis?

Bercinta/ ML memang beda maknanya bagi tiap orang. Ada yg menganggap itu kewajiban, jadi dia merasa pasangannya harus mengikuti keinginan dan memenuhi kewajibannya utk berhubungan intim. Ada yang menganggap itu sebagai sarana untuk menambah keintiman, menambah kedekatan, menambah kasih sayang. Ada yang sangat physical, artinya mencari kenikmatan yang lebih. Jadi memang orang sangat bervariasi. Karena itu ada orang yang romantis, ada yang tidak. Bagi pasangan yang seimbang, yaitu yang sama2 romantis, tidak masalah. Tapi bagi pasangan yang berat sebelah, yaitu yang satu romantis berat, yang satunya lagi tidak romantis dan cuek, ini suatu hambatan bagi terciptanya kemesraan dan rasa saling memiliki.

Yang namanya perkawinan, tentu saja harus saling menyatukan dan mendekatkan jurang pemisah dan perbedaan yang ada. Jadi kedua pasangan itu harus bisa saling menyesuaikan. Bagaimana menyatukan dua insan yang berbeda dalam romantisme? Bagi yang kurang, harus belajar untuk mencari romantisme yang kurang itu. Tapi bagi yang ingin romantisme, cobalah untuk menerima pasangannya yang kurang romantis.

Bagaimana sih yang romantis itu? Memang beda sih bagi tiap orang. Kalau kita lihat di filem-filem barat, kayaknya setiap pasangan itu selalu in the mood dan selalu siap untuik bercinta dan juga selalu romantis. Lha, memang disuruh sutradaranya begitu. Dan mereka kan tidak mengurus pekerjaan, dan kayaknya tidak pernah pusing dengan masalah gaji, tagihan, rekening listrik telpon dll.  Namanya juga filem.

Romantis identik dengan wanita, keibuan, feminin? Oooohhh belum tentu, memang selama ini sering dikonotasikan dengan kemauan wanita untuk dikasih bunga mawar merah, itu romantis katanya. Tapi bukan itu saja. Bisa saja romantis yang maskulin, dong.

Mau Jadi Pria Sehat dan Panjang Umur? Ini sedikit rahasianya:

May 8, 2009 — Drinking up to half a glass of wine daily may increase longevity by 5 years in men, but more studies are needed, according to the results of a study reported online first in the April 30 issue of the Journal of Epidemiology and Community Health.

“Light to moderate alcohol intake lowers the risk of cardiovascular mortality, but whether this protective effect can be attributed to a specific type of beverage remains unclear,” write M.T. Streppel, from the National Institute for Public Health and the Environment, Bilthoven, the Netherlands, and colleagues. “Moreover, little is known about the effects of long-term alcohol intake on life expectancy.”

The goal of this analysis was to determine the effect of long-term alcohol intake and types of alcoholic beverages consumed on cardiovascular mortality and life expectancy at age 50 years. The study cohort consisted of 1373 men enrolled in the Zutphen Study who were born between 1900 and 1920 and evaluated repeatedly between 1960 and 2000.

Time-dependent Cox regression models were used to calculate hazard ratios (HRs) for total alcohol intake and for intake of alcohol from wine, beer, and spirits. Areas under survival curves were used to assess life expectancy at age 50 years. Light alcohol intake was defined as consumption of not more than 20 g/day.

Compared with no alcohol consumption, long-term light alcohol intake was strongly and inversely associated with risks for cerebrovascular mortality (HR, 0.43; 95% confidence interval [CI], 0.26 – 0.70), total cardiovascular mortality (HR, 0.70; 95% CI, 0.55 – 0.89), and all-cause mortality (HR, 0.75; 95% CI, 0.63 – 0.91).

Long-term wine consumption averaging less than half a glass per day was strongly and inversely associated with coronary heart disease (HR, 0.61; 95% CI, 0.41 – 0.89), total cardiovascular mortality (HR, 0.68; 95% CI, 0.53 – 0.86), and all-cause mortality (HR, 0.73; 95% CI, 0.62 – 0.87), independent of total alcohol intake. Differences in socioeconomic status did not explain these results. Compared with men who did not consume alcohol, men who drank, on average, less than half a glass of wine per day had a life expectancy about 5 years longer.

“Long-term light alcohol intake lowered cardiovascular and all-cause mortality risk and increased life expectancy,” the study authors write. “Light wine consumption was associated with 5 years longer life expectancy; however, more studies are needed to verify this result.”

Limitations of this study include lack of data on drinking frequency, average long-term alcohol intake was relatively low, most participants used more than 1 type of alcoholic beverage in their usual diet, and for those men who were newly included in the study in 1985, information on alcohol intake was missing for the period 1960 to 1970.

“The inverse associations between wine consumption and mortality remained after adjustment for total alcohol intake,” the study authors conclude. “Wine consumers had a 5 years longer life expectancy compared with no alcohol consumers; however, more studies are needed to draw conclusions on the strength of the association between wine consumption and mortality.”

The former Inspectorate for Health Protection and Veterinary Public Health, at present integrated in the Food and Consumer Product Safety Authority, the Netherlands, supported this study. The authors have disclosed no relevant financial relationships.

J Epidemiol Community Health. Published online April 30, 2009.
Clinical Context

An observed U- or J-shaped association between alcohol intake and all-cause mortality may be attributed to a lower risk for cardiovascular disease mortality in light to moderate drinkers. The mechanism underlying the protective effect of light to moderate alcohol intake may be an increase in high-density lipoprotein cholesterol and prevention of blood clotting and reduction in platelet aggregation.

The polyphenols in red wine may offer an additional health benefit because these compounds inhibit the formation, progression, and rupture of atherosclerotic plaques and improve endothelial function. However, some studies suggest that the apparent benefits of wine consumption vs other alcoholic beverages may reflect differences in socioeconomic status and dietary and other lifestyle habits.