Jangan stop merokok! (Kecuali kalo ingin jadi sepur..)

Ada lalat dimakan blekok, Kalo mau sehat, ya stop merokok..

Menurut penelitian,  merokok itu sudah terbukti merugikan kesehatan. Merokok bisa menyebabkan atherosklerosis, penyakit jantung koroner, impotensi/ disfungsi ereksi dan

Kiat-kiat untuk bisa berhenti merokok:

Bila tidak bisa meloncat sekaligus, mulailah dengan melangkah
Bila tidak bisa berhenti total, mulailah sedikit demi sedikit. Tidak usah idealis, tetapkan target anda sesuai dengan kemampuan anda. Tidak ada gunanya menetapkan target berhenti total bila anda merasa tertekan dengan itu. Kurangi sedikit demi sedikit, bila itu sesuai dengan kemampuan anda.

Tetapkan tanggal berhenti merokok total.
Tidak ada target tanpa tenggat waktu (dead line). Tuliskan besar-besar di kalender anda tanggal anda berhenti merokok. Biarkan anda lebih terpacu karenanya.

Minta dukungan keluarga dan orang serumah
Umumkan pada orang serumah dan keluarga anda bahwa anda berhenti merokok dan mintalah dukungan mereka. Biarkan mereka mengingatkan anda bila motivasi anda sedang ‘down’.

Minta dukungan rekan sekantor yang tidak merokok
Dukungan teman sekantor sangat penting, biarkan mereka menegur anda bila anda ketahuan ‘nyolong-nyolong’ merokok lagi. Ucapkan selamat tinggal pada teman yang merokok, artinya pamit pada mereka untuk tidak merokok lagi bareng teman perokok lain.

Berikan hadiah pada diri sendiri
Setelah bisa melewati seminggu, sebulan atau periode waktu tertentu tanpa rokok, berikan hadiah pada diri sendiri. Hadiahnya bisa berupa baju baru, arloji, handphone baru, atau apa pun yang anda sukai sebagai hadiah.

Tetapkan denda bila merokok
Berikan kompensasi pada orang serumah yang melihat anda merokok. Bisa berupa uang sekadarnya, tiket bioskop, pulsa hp, atau membersihkan kamar mandi, mencuci piring atau apa pun yang bisa membuat anda ‘jera’ merokok dan takut merokok.

Imajinasikan diri anda yang bersih dari asap rokok
Pada saat bangun tidur dan saat mau tidur malam hari, berdiam diri sejenak dan imajinasikan diri anda berada di atmosfir yang bersih, udara segar sambil menarik nafas dari udara yang bersih. Tarik nafas dalam-dalam sampai terasa paru mengembang maksimal. Lalu hembuskan nafas

Jangan simpan rokok dan korek api
Berikan kepada orang lain semua rokok dan korek api yang biasa dipakai untuk merokok. Menyimpannya hanya membuat anda tergoda untuk merokok lagi.

Tidak ada yang tidak mungkin bila anda niat
Ingat dengan semut yang bisa membawa beban berpuluh kali besar tubuhnya? Seperti itulah anda, kelihatannya sulit dan ‘impossible’ tapi anda bisa!

Jangan menyerah pada godaan teman
Istilahnya “Setan kepingin cari teman”! untuk hal yang negatif, ingin banyak orang yang ikut melakukan itu. Misalnya, seorang koruptor, cenderung senang dan ingin lebih banyak orang yang melakukan korupsi. Apa kata dunia?

Bersiaplah untuk dijadikan bahan ‘ejekan’ teman yang perokok
Jadikan ejekan itu sebagai sarapan dan makan malam anda, artinya: jadikan itu hal yang biasa. Tidak heran bahwa orang akan sinis terhadap perokok yang berusaha berhenti. Jangan sakit hati, jalan saja terus. Anjing menggonggong, kafilah berlalu.

Perkuat alasan untuk berhenti merokok
Cari alasan apa pun yang membuat anda berhenti merokok: mulut jadi bau rokok, jari tangan kuning-kuning, istri tidak mau dicium karena anda bau rokok, baju bolong-bolong karena percikan api rokok, mobil jadi bau rokok, dan banyak lagi.

Cari teman yang sudah berhasil berhenti merokok
Motivasi dan suasana hati kita kadang menurun dan kita jadi ‘down’. Di situlah perlu teman yang sudah berhenti merokok untuk membantu memompa semangat kita lagi.

Cari pertolongan ke dokter:
Bila tidak bisa berusaha sendiri, anda bisa berusaha mencari pertolongan ke dokter. Cara-cara yang bisa dilakukan misalnya:
1.    Obat anti nikotin: dengan resep dokter, anda bisa mendapatkannya di apotik. Obat ini akan menghilangkan ketergantungan terhadap rokok dan nikotin. Rasa nikmat yang dihasilkan rokok akan berkurang sampai tidak ada sama sekali.
2.    Akupunktur/ tusuk jarum: dengan tusukan jarum akupuntur di titik-titik paru, jantung dan titik yang mengendalikan emosi, bisa mengurangi rasa ingin merokok. Bila merokok pun, rasanya tidak senikmat biasanya, dan lama kelamaan akan tidak ada kenikmatan yang didapat dari merokok.
3.    Berlatih senam pernapasan: dengan mengatur nafas dan konsentrasi, menarik nafas dalam dan membuang nafas secara pelahan sampai sebanyak mungkin terjadi pertukaran udara dari paru ke udara luar.
4.    Hipnoterapi untuk stop merokok: dengan menghipnosis diri sendiri, diharapkan kemauan untuk merokok menjadi hilang. Pikiran menjadi ‘tergiring’ untuk tidak menginginkan rokok dan nikotin lagi.

Burung blekok si burung binal,

Stop merokok, ayo kita siap mental

Latihan untuk Sakit Sendi

Latihan untuk Sakit Sendi
Dr Andi,
Saya pria usia 42 tahun, dalam 3 bulan ini mengalami nyeri pada sendi pergelangan kaki kiri. Pada saat bangun pagi, kaki kiri sering terasa nyeri dan bengkak serta merah. Saya sudah periksa ke dokter, dan diperiksa di laborat, ternyata asam urat saya dalam batas normal. Sendi pergelangan kaki saya sangat sakit untuk berjalan dan berdiri. Sudah diberi obat, sekarang sakitnya berkurang, tapi pergelangan saya sekarang kaku, dan kadang bengkak bila kebanyakan jalan. Apa yang harus saya lakukan dan bagaimana solusinya dok, terimakasih.

Dari: Marsudianto  di Kendal.

Jawaban dr Andi Sugiarto:
Melihat dari gejalanya, bapak terkena penyakit rematik. Memang penyakit rematik itu banyak macamnya, bukan hanya asam urat saja, itu hanya salah satu dari banyak penyakit golongan rematik. Seringkali orang mengobati sendiri, dan mengistirahatkan sendi itu secara berlebihan. Bila sendi tidak digerakkan secara kontinyu, maka akan kaku dan lama-lama sulit digerakkan.

Nyeri untuk mengistirahatkan
Memang rasa nyeri dan kaku pada sendi itu sebetulnya adalah mekanisme pertahanan dari tubuh untuk mengurangi pergerakan sendi. Dengan mengurangi pergerakan sendi, tubuh akan berusaha menyembuhkan dirinya sendiri, yaitu dengan proses peradangan, atau inflamasi. Bila gerakan sendi itu sepenuhnya dihentikan, maka yang terjadi adalah proses menjadi kontraktur sendi atau kekakuan sendi. Ini terjadi dalam proses yang berkembang dari hari demi hari.  Berarti bagaimana kita menyikapi nyeri sendi ini?

Nyeri untuk membatasi gerakan
Sendi yang nyeri dan kaku serta bengkak memang harus kita batas gerakannya, tapi bukan berarti harus tidak bergerak sama sekali. Ambil contoh gerakan pada pergelangan kaki yang bengkak dan nyeri, mulailah dengan menggerakkan sedikit demi sedikit ke arah telapak, lalu ke arah punggung kaki (seperti gerakan menginjak gas pada mobil, dan sebaliknya).

Mulailah sedikit demi sedikit
Gerakan selanjutnya adalah mencoba memijakkan kaki ke tanah atau menumpu sebagian berat badan ke kaki yang sakit. Mulailah dengan tekanan yang sedikit, lalu tambah sedikit demi sedikit, sampai kaki tidak nyeri saat menumpu tekanan seluruh berat badan. Bila masih terasa nyeri, jangan teruskan. Lanjutkan nanti, dan teruskan dengan latihan selanjutnya.

Perhatikan Lingkup Gerak Sendi
Coba untuk menggerakkan pergelangan kaki seluas-luasnya, bila terasa nyeri, jangan dipaksa. Biarkan tubuh kita beradaptasi dengan rasa nyeri itu, sehingga lingkup gerak sendi dari kaki yang sakit bertambah, sampai pergelangan kaki kita bisa bergerak dengan leluasa.  Bila ada sedikit nyeri atau kemeng, jangan dipaksa, itu masih wajar.

Kompres dengan air dingin
Untuk mengatasi bengkak, rendam kaki dengan air dingin. Bisa juga dengan dikompres basah dengan air dingin selama kira-kira setengah jam. Bila tahan dengan dinginnya es, bisa juga dikompres dengan es batu.

Lakukan sehari 2-3 kali
Menggerakkan sendi yang sakit, perlu dilakukan 2-3 kali sehari, dengan demikian ada pertambahan lingkup gerak sendi, dan juga pengurangan nyeri secara progresif. Setiap kali berlatih menggerakkan sendi, terus tambah intensitasnya dan  lingkup gerak sendinya.

Anti inflamasi non steroid
Untuk membantu mengurangi nyeri dan bengkaknya, dokter mungkin akan memberikan natrium diklofenak atau piroksikam sebagai anti inflamasi non steroid oral ataupun topikal/ gel. Bila nyeri sudah bisa dikontrol, pemberian obat bisa dikurangi atau dihentikan.

Fisioterapi
Pada sendi yang bengkak, nyeri dan kemerahan, diberikan fisioterapi pendinginan seperti cryotherapy, atau icepack. Pada sendi yang sudah tidak bengkak dan tidak kemerahan (masa akut sudah terlewati) dokter mungkin akan memberikan fisioterapi bersifat panas, misalnya short wave diathermy, ultrasound diathermy, atau infra red.

Bahu Nyeri dan Sukar Diangkat

Dr Andi,
Saya seorang ibu rumah tangga, sekarang usia saya 44 tahun. Sudah 2 bulan ini saya merasakan bahu kiri saya sulit diangkat dan  nyeri. Bila ingin mengangkat bahu, harus dibantu diangkat oleh tangan kanan, dan itu pun rasanya nyeri seperti ditusuk benda tajam. Bila dipijat, nyerinya agak berkurang sedikit, tapi lalu nyeri itu timbul lagi. Apakah saya ini terkena rematik, asam urat atau apa dok. Terimakasih atas jawabannya dok.

Dari: Ny Endah di Purwodadi.

Jawaban dr Andi Sugiarto:
Bu Endah, kemungkinan besar ibu mengalami apa yang disebut frozen shoulder, atau capsulitis adhesiva.  Gejalanya adalah kaku sendi bahu dan nyeri pada saat bahu digerakkan. Hal ini akan mengurangi lingkup gerak sendi bahu secara signifikan. Dan pada kasus yang parah akan membuat sendi bahu ‘beku’ atau sulit digerakkan.

Frozen shoulder ini berkembang secara pelan-pelan dan semakin lama semakin parah dalam hitungan bulan. Ada tiga tahap, yaitu:
1.    Tahap nyeri: selama tahap ini, bahu terasa nyeri bila digerakkan lingkup gerak sendi bahu mulai berkurang sedikit.
2.    Tahap frozen (beku): nyeri akan berkurang pada tahap ini, tetapi bahu akan terasa lebih kaku dan lingkup gerak sendi bahu akan berkurang secara nyata. Gerakan yang ekstrim akan membuat nyeri, tetapi anda masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari.
3.    Tahap penyembuhan: bila diobati, lingkup gerak sendi akan mulai meluas kembali. Bila tidak diobati, maka seringkali pada malam hari, nyeri akan bertambah, sehingga mengganggu pola tidur.

Penyebab yang pasti sulit diketahui. Biasanya karena bahu tidak digerakkan secara penuh lingkup gerak sendinya dalam jangka waktu yang lama, misalnya akibat kurang berolah raga, atau pernah digips dalam jangka lama akibat pernah patah tulang lengan.

Orang dengan diabetes memiliki risiko yang lebih besar untuk frozen shoulder ini. Ini ada hubungannya dengan proses autoimun pada kapsul sendi bahu dan jaringan ikat pada bahu. Penderita sakit jantung, paru dan hipertiroid juga berisiko lebih besar.

Sendi bahu memiliki kapsul atau ‘pembungkus’ yang mengalami peradangan dan lama-lama menjadi kaku. Peradangan ini menyebabkan adhesi jaringan (‘perlengketan’) pada permukaan sendi. Cairan sendi mungkin berkurang. Hal ini menyebabkan nyeri dan kurang leluasanya gerak sendi bahu, sehingga menyulitkan aktivitas kehidupan sehari-hari seperti menyisir rambut, menyikat gigi atau mengambil dompet di kantong belakang.

Pengobatannya yaitu dengan mengurangi nyeri, mengurangi inflamasi atau peradangan, serta fisioterapi utk memperluas lingkup gerak sendi. Dokter akan mempertimbangkan untuk memberikan obat anti nyeri. Bila ada tanda peradangan misalnya merah, bengkak, dan nyeri tekan atau nyeri saat digerakkan, perlu diberikan obat anti inflamasi.

Tindakan Rehabilitasi Medik bisa dilakukan yaitu pemberian gelombang short wave diathermy untuk mengurangi nyeri dan mengurangi kekakuan sendi. Lalu dilakukan exercise/ latihan memperluas lingkup gerak sendi dengan menambah luasnya gerakan sendi bahu secara bertahap. Bila  di rumah, bisa juga berlatih sendiri dengan mengangkat bahu sedikit demi sedikit secara perlahan.

Wanita juga perlu hormon Testosteron?

Testosteron adalah kunci kejantanan pria. Kebanyakan sifat dan ciri-ciri laki-laki, termasuk produksi sperma, disebabkan oleh hormon ini.

Di awal pembentukan janin, hormon ini bertanggungjawab untuk merubah prototipe wanita ke lelaki. Kita semua pada awalnya adalah perempuan. Tapi dalam perkembangannya, hormon ini masuk ke kromosom Y dan membuat kita setengah laki-laki. Ia terus berkembang di sana.
Pada masa anak-anak hormon ini diproduksi oleh kelenjar suprarenal yang terletak di bagian bawah ginjal. Dan di masa pubertas, di mana organ reproduksi mulai berkembang, testosteron diproduksi oleh gonad atau testis. Di masa ini testosteron membuat transformasi kedua bagi fisik yang ditempatinya: memunculkan bulu di wajah dan tubuh, pertumbuhan otot, libido, suara berat, dan produksi sperma.
“Pada anak (sebelum pubertas), kadar testosteron sekitar 0,3 – 1,2 ng/mg. Di masa dewasa, hormon ini bertambah menjadi 3,5 – 8,5 ng/mg,” jelas androlog dari UI, Dr Indra Gusti Mansur.
Pada pria, testosteron hampir seluruhnya diproduksi dalam testis. Namun begitu, tubuh wanita juga memproduksi testosteron. Jumlahnya kira-kira seperduapuluh dari jumlah testosteron pada pria. Setengahnya diproduksi dalam indung telur, dan separonya lagi diproduksi kelenjar adrenal. Namun sebetulnya, menurut Dr Indra, belum ada statistik yang menunjukkan angka tertentu. Pada wanita, testosteron adalah pendorong munculnya gairah seksual, tenaga, dan sifat ketegasan.

Pasang Surut Testosteron
Dalam tubuh dibedakan 2 macam testosteron, yaitu testoteron bebas dan testosteron terikat. Sekitar 95 persen testosteron di dalam tubuh terikat oleh SHBG (Sex Hormone Bonding Globulin) dan menjadi tak berfungsi. Inilah yang dinamakan testosteron terikat. Sisanya, 5 persen, bebas. “Yang bebas inilah yang dianggap fungsional. Dan inilah yang membuat laki-laki menjadi ‘laki-laki’. Berotot, berbulu, dan perkasa,” kata Dr Indra.
Testosteron mengalir pasang surut dalam tubuh pria. Ia mengalir setiap 15-20 menit, dan biasanya mencapai puncak pasang sekitar pukul 7-8 pagi. Pada pria, penurunan kadar testosteron secara bertahap sejalan dengan bertambahnya usia. Penurunan kadar testosteron ini akan menghambat spermatogenesis (proses pembentukan spermatozoa) atau yang lebih ringan akan menyebabkan gangguan pada kualitas spermatozoa.

Kadar hormon ini akan mengalami penurunan sekitar 1% setiap tahun pada pria di usia menjelang 40. Kemudian turun 30-40% pada usia 50-an. Dan setelah itu keadaan akan semakin parah dengan mundurnya fungsi pada otot, tulang, dan oh! libido. Fase inilah yang kita kenal dengan andropause. “Namun tidak selalu andropause disebabkan oleh kekurangan androgen/testosteron. Andropause lebih ditekankan karena munculnya keluhan-keluhan mundurnya fungsi-fungsi organ tubuh pada pria usia lanjut,” jelas Dr Indra.
Berbeda dengan pria yang menurun secara bertahap, pada wanita, testosteron menurun tajam saat menopause. Karena itulah pengaruhnya pada kelelahan dan penurunan gairah seksual lebih terasa pada wanita dibandingkan pada pria.
Penurunan kadar testosteron juga bisa terjadi pada masa anak-anak. Kalau ini terjadi, maka akan menyebabkan adanya gangguan perkembangan organ reproduksinya. Akibatnya, ukuran testis dan bahkan penisnya mengecil.
Turunnya kadar testosteron dalam darah inilah yang kemudian memunculkan berbagai macam produk hormon testosteron. Selain obat oral, ada yang berwujud gel, dan ada pula yang berbentuk plester. Sayangnya ini banyak disalahgunakan. Begitu orang merasa tidak lagi bergairah, ia merasa bahwa kadar testosteronnya menurun. Karenanya ia langsung memakai produk tersebut untuk menambah kadar testosteron di dalam tubuhnya. Padahal, menurut Dr Indra, pemberian testosteron tidak ada dasarnya kecuali setelah melalui pemeriksaan kadar hormon tersebut di dalam darah.
Apalagi, belum ada penelitian bahwa testosteron dalam bentuk gel dan plester dijamin manfaatnya akan lebih baik dibanding obat oral. Malah, pemberian testosteron dalam jangka panjang tanpa kontrol oleh dokter dapat merugikan kelenjar prostat dan hiperplasi. Bahkan ada yang melaporkan dapat menyebabkan kanker prostat.
Tak ada salahnya kita mengintip bagaimana suplemen testosteron berbentuk gel dan plester itu bekerja. Gel diusapkan pada kulit (di perut atau bahu, bukan di kemaluan) dan hormon akan meresap ke dalam tubuh. Gel tersebut akan mengering beberapa menit, sementara hormonnya akan meresap ke dalam pembuluh darah 5-6 jam setelah dioleskan. Jadi, tentu saja selama 6 jam itu kulit yang diolesi tidak boleh terkena air, karena khasiatnya akan hilang.
Yang harus diwaspadai adalah kalau gel ini mengenai kulit wanita hamil. Karena hormon testosteron diketahui bisa membahayakan janin di dalam kandungan. Jadi sebaiknya, Anda segera membasuh tangan begitu selesai mengoleskan gel tersebut.

Pulihkan Gairah Seks Wanita
Sementara itu, cara kerja plester testosteron juga tak jauh beda dengan gel. Tinggal ditempel pada kulit dan hormon akan meresap ke dalam tubuh. Sebuah studi yang dilakukan General Hospital Massachusetts seperti yang ditulis New England Journal of Medicine, menemukan bahwa pemakaian plester testosteron ini juga membantu mengatasi gangguan fungsi seksual wanita akibat operasi indung telur.
Seperti kita tahu, operasi pengangkatan indung telur pada wanita menyebabkan menopause dengan hilangnya hormon testosteron dan estrogen. Biasanya, untuk memulihkannya diberikan terapi estrogen. Cuma, terapi ini hanya bisa memulihkan gejala menopause seperti vagina kering dan osteoporosis, sementara gairah seks, kesenangan, dan aktivitas tidak kembali pulih. Nah, plester testosteron itu ternyata bisa membantu mereka mendapatkan kembali semua gairah tersebut.
Namun Dr Indra tetap mengingatkan bahwa pemakaian suplemen testosteron tanpa kontrol oleh dokter ahlinya tidak akan membuahkan hasil dan malah akan memunculkan efek negatif. “Jadi, lebih baik jangan gegabah memilih suplemen-suplemen itu untuk menambah kadar testosteron di dalam tubuh kita. Konsultasi dulu ke ahlinya,” saran dia. (Wahyu Hidayat)

Pria dan Testosteron
Para ilmuwan menyebut bahwa testosteron adalah hormon yang mempunyai kekuatan luar biasa dalam mempengaruhi otot dan juga otak. Inilah beberapa hasil penelitian tentang pria dan testosteron:

  1. NewYork Magazine, dalam artikel berjudul “The He Hormone” menyebut bahwa bila ada dua pria bersama dalam satu ruangan, pria dengan kadar testosteron lebih tinggi akan cenderung mendominasi pembicaraan.
  2. Pembunuh dan perampok bersenjata memiliki kadar testosteron lebih tinggi dibanding pencuri biasa. Namun demikian, belum ada penelitian yang menunjukkan hubungan antara kadar testosteron dengan tingkat kriminalitas.
  3. Dr Alan Booth, profesor sosiologi dan perkembangan manusia dari Penn State University meneliti efek testosteron pada pemain tenis pria. Hasilnya, hormon itu kadarnya meningkat pesat sesaat sebelum mereka berkompetisi. Setelah kompetisi berakhir kadarnya akan terus naik, membuat seorang pemenang merasa tak terkalahkan dan memicu hasratnya untuk berkompetisi kembali.
  4. Dr Paul Bernhardt di University of Utah mencoba mempelajari kadar testosteron pada pria yang sedang menonton pertandingan sepakbola atau bola basket. Penggemar bola basket yang menyaksikan timnya memenangkan pertandingan meningkat kadar testosteron sebanyak 20% dan pada penggemar yang timnya kalah menurun sebanyak 20% pula.
Sumber: Klinikpria. com

Bahayanya Kecanduan Pornografi: Amit-amit deh!

“Saya baru sadar kalau saya tak bahagia dalam pekerjaan dan hubungan dengan orang lain. Saya menggunakan pornografi sebagai pelarian.”

Sambil memejamkan sepasang matanya yang mulai lelah, Jason McClain mematikan komputernya. Di tengah kegelapan malam, karyawan di bagian IT itu lalu melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul tiga dini hari.  Di hari itu Jason sebenarnya bekerja mulai pagi hingga siang. Tetapi ia terpaku selama berjam-jam di depan monitor hingga malam hari hanya untuk melihat situs-situs porno di internet.

Sejak masih sekolah, Jason sudah kecanduan dengan gambar-gambar telanjang.  Jason memang tidak sendiri, banyak pria lain yang menjadi korban pornografi internet. Sekitar enam persen dari populasi masyarakat di Inggris dilaporkan mengalami masalah dengan salah satu bentuk kecanduan seks ini.

Kegemaran menatap gambar atau film seronok di internet lama kelamaan membawa pengaruh buruk bagi Jason. Hasratnya yang begitu kuat untuk menikmati gambar dan tayangan porno membuat hubungan sosialnya terus memburuk. Beruntung, Jason kini sudah sembuh dan kembali hidup normal. Ia mampu melepaskan diri dari jeratan pornografi internet berkat kedisipilinannya dalam menjalankan program pemulihan yang ketat.

Jason bahkan sekarang menjadi seorang konselor terlatih yang membantu kesembuhan para pecandu pornografi. Diakuinya, dalam beberapa tahun ini terjadi peningkatan tajam jumlah pria yang mentalnya rusak akibat tekanan pornografi. Di antara para kliennya sekarang, Jason menemukan ada beberapa kebiasaan dalam mengakses pornografi :

– Pria mengorbankan hari liburnya untuk menurutkan hasrat mengakses pornografi.
– Pria mengorbankan hibungan sosial dengan teman atau keluarga hanya untuk menikmati pornografi
– Pria terobesi dengan seseorang dan pertemuannya dengan mereka dilihat sebagai  potensi menciptakan fantasi seksual atau pornografi.

“Saya ingat ketika masih remaja pornografi selalu memiliki daya tarik magis. Ketika saya mulai bekerja di IT tujuh tahun lalu, daya tarik itu kembali menguat karena semuanya dapat diakses melalui internet. Jika saya punya waktu luang di akhir pekan dan kebetulan tak ada jadwal, semua berubah menjadi sesi pornografi.  Saya bisa menghabiskan dua tau tiga jam saat itu, menatap pesona di layar komputer.

“Waktu akan menguap begitu saja dan saya heran akan apa yang saya lakukan. Setelah itu seperti ada sesuatu yang hilang, dan mencoba mengatasinya dengan kembali mengakses beberapa situs seperti halnya candu. Ini seperti lingkaran putus asa dan banyak pria yang mampu bertahan hingga jam 3 atau 4 pagi untuk memuaskan kebiasaannya,” paparnya.

Dampak buruk

Selain membuat kecanduan, pornografi memang dapat menimbulkan dampak buruk, sebagaimana terungkap dari survey terhadap para therapist yang dilakukan BBC Radio One.  Sebanyak 74 persen therapist mengatakan bahwa penggunaan pornografi internet secara berlebihan menjadi penyebab umum memburuknya hubungan.

Bagi Jason sendiri, statistik tersebut tidaklah mengherankan. Menurutnya, banyak wanita yang mengetahui pasangannya kecanduan pornografi menjadi sangat terpukul. “Ada kemarahan besar serta keraguan yang mungkin ia tak pernah bayangkan sama sekali. Hubungan saya pun berantakan, dan pornografi jelas memainkan peran akan kegagalan itu,” ujarnya.

Jason mengaku khawatir tren kecanduan pornografi akan terus berlangsung sehingga banyak pria makin terjebak dalam fantasi.

“Saya menyebutnya  ‘kacamata porno’, namun istilah yang tepatnya mungkin ‘obyektifikasi’. Ini terjadi ketika pria mulai menyerap pesan porno yang dikirimkan. Mereka mengobyektifikasi seseorang melintasi garis. Ini bukan berarti menunjuk seorang wanita di bar dan berpikir bahwa ia menarik. Setiap orang dievaluasi sebagai sebuah obyek. Bila Anda di supermarket, orang yang Anda lihat dinilai penuh secara seksual. Ketika Anda mencapai tahap infatuasi atau tergila-gila, ada sesuatu yang tidak benar. Suatu hubungan juga menjadi dalam tekanan karena seseorang mulai mengobyektifikasi pasangannya,” ujarnya.

Butuh kemauan besar

Fakta lain pun menunjukkan bahwa 70 persen aktivitas surfing pornografi dilakukan selama jam-jam kerja. Pada 2004, sebuah survey di Inggris mengungkapkan tujuh dari 10 perusahaan memecat karyawan yang mengakses pornografi di tempat kerja. “Di banyak tempat kerja, pornografi adalah masalah serius. Ini menunjukkan betapa sebagian orang nekat untuk melihatnya. Mereka rela mempertaruhkan pekerjaannya untuk sensasi sekejap,” ujar Jason

Bagi Jason, menghentikan kebiasaan buruknya membutuhkan kemauan besar serta ketetapan hati yang kuat.  Namun bagian terpenting dari penyembuhan ini adalah menentukan apa yang menjadi penyebab utama problem kecanduan ini.

“Saya punya latar belakang psikologi dan ketika saya menganalisa apa yang terjadi, saya baru sadar kalau saya tak bahagia dalam pekerjaan dan hubungan dengan orang lain. Saya menggunakan pornografi sebagai pelarian. Gambar-gambar ini mengalihkan saya dari dunia nyata, dan membuat saya mengelak dari persoalan dalam hidup saya. Untuk kebanyakan pria, itu menggantikan sosialisasi, merenggut hubungan serta merusaknya,” terangnya.

Jason juga punya nasehat penting buat para pria yang merasa dirinya kecanduan dengan pornografi. Pertama, cobalah untuk mendiskusikan masalah ini dengan orang yang mengerti Anda. Kedua, buatlah jadwal yang padat dalam aktivitas keseharian Anda dan ketiga hubungi konselor terlatih untuk menentukan dan mencari tahu kenapa kecanduan ini telah membelit Anda.

“Pastikan Anda termotivasi untuk mengatasi kecanduan ini karena jika tidak, tak ada jalan buat Anda untuk berhasil. Saya menyadari, alam bawah sadar saya merencanakan membuat setiap malam dan akhir pekan dalam kondisi bebas sehingga saya bisa online. Oleh sebab itu, pergilah keluar rumah lakukan sesuatu dan taati waktu tidur yang ketat. “Menahan kebiasaan Anda adalah sebuah ide buruk. Anda butuh bantuan teman dekat untuk berdiskusi. Dengan bebasnya layanan internet dan kemudahan pornografi, tak heran jika pria menjadi tertarik  Mendengar nasihat dari profesional tentu sangat ideal sebab dapat menentukan apa yang menjadi penyebab kecanduan. Ketika apa yang terjadi pada Anda terungkap, hal itu akan memberi anda perspektif baru,” tandas Jason.

sumber : alfaridzy dari milis pasutri

@@Rehab Your Sex Life! by Dr Andi Sugiarto, SpRM