
Kesulitan tidur atau yang sering disebut dengan insomnia adalah salah satu gangguan kesehatan yang sangat sering dijumpai pada manusia modern sekarang ini. Insomnia adalah sebuah gejala dimana seseorang mengalami kesulitan saat akan tidur pada jam-jam normal. oleh karenanya orang-orang insomnia bisa dipastikan memiliki masalah dengan gairah seks atau bahkan lebih gawat memiliki masalah dengan ereksi. jadi jika anda termasuk penderita insomnia akut dan merasa terbebani dengan penyakit susah tidur tersebut, segera hubungi dokter untuk konsultasi.
Ada Kutu Di Kemaluan?

Kutu para rambut kemaluan ini sering disebut dengan kutu kelamin. Kutu jenis ini sering menyerang alat kelamin remaja, khususnya para remaja yang sering melakukan aktivitas seksual tidak sehat. Namun, penyebab utama dari adanya kutu kelamin tentu saja karena kurangnya kebersihan kelamin. Kutu ini dapat menyebabkan gangguan pada kelamin penderitanya. Gejala yang disebabkan awalnya bisa berupa rasa gatal dan terbakar pada kemaluan. Rasa tersebut dapat menyebar ke daerah lain, khususnya pada daerah yang lembab namun berambut. Rasa gatal-gatal ini dapat semakin memburuk saat malam hari, namun yang menjadi masalah adalah jika kita berusaha untuk menggaruknya, maka keadaan justru akan menjadi semakin buruk karena dapat menyebabkan luka yang dapat berujung pada infeksi oleh bakteri. Jika hal ini dibiarkan begitu saja, maka penderitanya dapat merasakan demam, bahkan dapat merasakan terbakar saat buang air kecil.
klik:http://www.dokterandi.com/2016/07/19/ada-kutu-di-kemaluan/
Dampak Buruk Ganti-Ganti Pasangan!

Gonta ganti pasangan, khususnya untuk urusan seksual, menjadi sarana termudah penularan penyakit, terutama pada wanita. Sebutlah kanker serviks atau kanker leher rahim. Sementara risiko infeksi HPV yang menyebabkan kanker penis hanya 42 persen. Hal ini mungkin juga didukung dari struktur organ reproduksi wanita yang bentuknya masuk ke dalam tubuh, sedangkan pada pria keluar. Namun bukan lantas pria bebas berganti pasangan seksual. Penelitian menunjukkan, penyebaran penyakit lainnya juga banyak terjadi melalui hubungan seksual dengan pasangan yang sudah terinfeksi. Misalnya, penyakit kutil kelamin yang juga disebabkan oleh HPV. Selain itu, ada pula HIV yang dapat menyebabkan AIDS. alangkah indahnya bila tetap setia pada pasangan. Selain rasa cinta yang dberikan lebih indah, kitapun dapat mencegah datangnya penyakit-penyakit tersebut.
klik:http://www.dokterandi.com/2016/07/18/dampak-buruk-ganti-ganti-pasangan/
Seks Dapat Turunkan Kadar Asam Urat?
Sekitar 90% penyakit asam urat disebabkan oleh ketidakmampuan ginjal membuang asam urat secara tuntas dari tubuh melalui air seni. Sebagian kecil lainnya karena tubuh memproduksi asam urat secara berlebihan. Penyakit ini kebanyakan diderita oleh pria di atas 40 tahun dan wanita yang telah menopause. Penelitian membuktikan, aktivitas seks ternyata memperlancar produksi urin sehingga metabolisme tubuh akan terjaga. Urine yang banyak keluar dari tubuh tentu saja membawa manfaat baik, salah satunya mampu mengeluarkan kristal-kristal asam urat. Sehingga, jika metabolisme tubuh terjaga dengan baik, maka kadar asam urat akan menurun. Selain dengan hubungan sex secara teratur, tentunya penderita penyakit ini harus mengatur pola makan.
klik:http://www.dokterandi.com/2016/07/16/seks-dapat-turunkan-kadar-asam-urat/
Diabetes VS Bercinta
Salah satu hal yang dapat menjadi kekhawatiran penderita diabetes adalah seks. Hampir 50% pria dan 25% wanita dapat mengalami masalah seksual yang berkaitan dengan penyakit diabetes. Pria penderita diabetes pada dasarnya sama dengan pria sehat lainnya. Mereka memiliki hasrat seksual dan menuntut untuk dipenuhi secara teratur. Kondisi tubuh mengidap penyakit diabetes bukanlah halangan bagi pria agar tetap bisa menikmati kehidupan seksual. Kontrol gula darah tetap diperlukan agar vitalitas tubuh terjaga. Pria perlaku melakukan pengobatan penyakit diabetes, aktif menjalankan gaya hidup sehat, menghindarkan diri melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk, dan terus melatih organ reproduksi dalam hubungan seksual.
klik:http://www.dokterandi.com/2016/07/15/diabetes-vs-bercinta/


