Menurut Castellanos (Seorang ahli dari Long Island Jewish Hospital) penurunan gairah seksual bagi ibu yang baru melahirkan adalah hal yang wajar, bahkan jika penurunan dan hilangnya gairah seks ini terjadi selama berbulan-bulan. Ibu muda kemungkinan akan mengalami kembalinya gairah seks dengan lebih cepat dibandingkan wanita yang melahirkan di usia lebih tua. Semakin tua, gairah seks akan semakin lama kembali setelah melahirkan. Jangan khawatir, karena ini adalah hal yang alami. Terdapat beberapa faktor berbeda yang mempengaruhi wanita setelah melahirkan dan menyebabkan gairah seks menurun. Faktor yang paling berpengaruh adalah hormon. Ketika hamil, tubuh meningkatkan produksi hormon estrogen untuk menciptakan lingkungan sempurna bagi janin. Setelah melahirkan hormon estrogen akan anjlok selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.Namun semua hal ini bisa diperbaiki dengan cara yang cukup mudah dan alami. Yang terpenting adalah memperbaiki keseimbangan hormon dan meningkatkan hormon estrogen Anda. Jangan lupa juga untuk berolahraga. Berolahraga tak hanya membuat tubuh bugar, tetapi juga sangat penting untuk menyeimbangkan hormon dalam tubuh.Selain itu, selalu juga sediakan waktu sesekali untuk diri sendiri dan pasangan, tanpa bayi. Memanjakan diri sendiri akan meningkatkan rasa seksi dalam diri Anda.
Mitos Atau Fakta? Miss V Kering Lebih Enak
Mitos tentang vagina kering yang menjadi dambaan kaum pria. Sebab, dengan vagina kering, keharmonisan kehidupan seks pasutri menjadi salah satu faktor untuk menuju kehidupan seks yang memuaskan kedua belah pihak. Benarkah? Padahal kenyataannya vagina kering merupakan masalah umum yang kerap dialami oleh wanita, terutama wanita pra dan pasca menopause. Dalam kondisi tertentu beberapa wanita berusia muda juga terkadang mengalami gangguan ini. Vagina kering merupakan salah satu ciri dari vagina atrofi, yaitu kondisi di mana dinding vagina menipis, kering, kurang elastis karena kurangnya hormon estrogen.Miss V yang terlubrikasi dengan baik akan membuat sesi bercinta jadi terasa lebih nikmat dan lebih mudah dilakukan. Sebaliknya, vagina yang kering atau kurang lubrikasi akan membuat penetrasi seks terasa menyakitkan.
klik http://www.dokterandi.com/2015/10/06/mitos-atau-fakta-miss-v-kering-lebih-enak/
Jauhkan Gadget Dari Ranjang Anda
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Durex Inggris pada tahun 2014 terhadap 2.000 responden laki-laki dan perempuan berusia 18-55 tahun, 40 persen responden mengatakan bahwa perangkat teknologi mereka seperti ponsel memiliki dampak negatif dalam hubungan intim. Setidaknya, sekitar sembilan persen responden mengaku selalu meletakkan ponsel sangat dekat dengan mereka, termasuk saat berhubungan intim. Bahkan, 12 persen responden mengaku pernah menjawab telepon saat sedang berhubungan intim.
Psikolog seksual Zoya Amirin, M.Psi melakukan analisa terhadap kasus yang dialami kliennya. Hasilnya, tingkat keromantisan individu menyusut karena banyaknya gadget atau perangkat elektronik yang ikut masuk ke kamar tidur. Bahkan, kepuasan dalam hubungan pasangan pun berkurang.
Ada beberapa cara untuk mengatasi hal ini.
1. Buat batasan yang tegas dan konsisten terhadap pemakaian gadget bagi Anda dan pasangan.2. Perbanyak aktivitas berdua yang bersentuhan langsung dengan alam, misalnya, jalan pagi berdua, duduk ngobrol di teras rumah, memandang bulan berdua. 3. Kembalikan segala sesuatu yang tadinya menyenangkan, mengasyikkan, dan memuaskan secara virtual menjadi nyata dapat dinikmati secara konkret. Salah satunya ialah pelukan mesra, wangi tubuh pasangan, sentuhan erotis, kedipan mata menggoda, tawa bahagia, berciuman penuh gairah, dan bercinta sampai puas.4. Buka percakapan yang menyenangkan saat malam hari dengan pasangan. “Cari topik yang menyenangkan seperti waktu pacaran dulu. Hindari obrolan tentang tagihan, gosip teman-teman, dan juga percakapan tentang anak. Alihkan dengan topik yang bisa membuat pasangan Anda jadi terangsang.
Morning Sex
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Queen’s University di Belfast mengatakan bahwa melakukan hubungan seks tiga kali seminggu bisa mengurangi setengah risiko terkena serangan jantung atau stroke.Tahukah Anda kalau hormon testosteron pria berada di tingkat tertinggi saat pagi hari. Ini didapatkan setelah ia cukup istirahat dan cukup tidur. Secara tak langsung, si dia akan merasa paling bergairah dan penuh energi saat pagi hari. Akibatnya, si dia bisa bertahan cukup lama dan menjamin membuat Anda mencapai orgasme.Berhubungan seksual di pagi hari membantu melepaskan hormon oksitosin, yang membuat Anda dan pasangan selalu merasa terikat dengan pasangan sepanjang hari. Sesaat sebelum orgasme, kadar hormon oksitosin yang menimbulkan rasa bahagia dan kasih sayang akan meningkat dalam tubuh. Seks rutin di pagi hari membuat Anda dan pasangan Anda merasa optimis dalam menjalani sisa hari, morning sex juga membantu dalam membangun sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat. Morning sex, membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh karena selama melakukan hubungan seks, igA (antibodi yang memainkan peran penting dalam imunitas) akan meningkat, sehingga tubuh akan terasa lebih segar dan merasa lebih bugar.
Bercintaa Saat Hamil
Annete Perez DelBoy, profesor klinis di Department of Obstetrics and Gynecology Columbia University Medical Center menyatakan jika kehamilan berkembang normal, hubungan seks pada masa kehamilan sama sekali tidak berbahaya bagi bayi. Bayi terlindungi dengan baik di dalam rahim. Cairan ketuban dan segel tebal berlendir yang mengunci serviks dapat melindungi bayi dari berbagai infeksi. Meski pun pada beberapa wanita orgasme dapat menyebabkan kontraksi rahim, namun hal ini tidak akan mempengaruhi proses persalinan. Banyak pasangan muda yang sedang menanti kelahiran anak pertamnya percaya bahwa melakukan hubungan intim di usia kehamilan 9 bulan bisa memperlancar proses persalinan. Padahal, jawabannnya bisa ya, bisa juga tidak. Jika tanggal persalinan Anda masih jauh dari yang diperkirakan dokter, berhubungan seks tidak akan berpengaruh untuk menginduksi persalinan. Namun, melakukan hubungan seks ketika Anda sudah melewati tanggal jatuh tempo bisa memang mempercepat persalinan. Berhubungan intim dapat mempercepat persalinan karena adanya prostaglandin, hormon seperti zat dalam air mani yang membantu melembutkan dan mematangkan serviks Anda supaya siap untuk bersalinan.
klik http://www.dokterandi.com/2015/10/02/drseks-dokter-andi-sugiarto-semarang-bercintaa-saat-hamil/





