ML saat Hamil Tua?

gugur 2

 

Sperma mengandung suatu zat tertentu yang bisa menyebabkan reaksi sensitif pada mulut rahim, dan hal ini bisa saja berbahaya untuk janin. Maka banyak pasangan ketika berhubungan seks saat hamil, sebaiknya sperma dikeluarkan di luar vagina atau dengan menggunakan kondom.

Meski mengandung protein, sperma sebenarnya tidak memiliki manfaat bagi perkembangan janin. Pada sebagian kecil pasangan, sperma bisa berbahaya bagi janin. Zat dalam sperma ini bisa memicu reaksi kontraksi dini, sehingga bisa menyebabkan kelahiran prematur, atau ancaman keguguran jika usia kehamilan masih muda. Ketika melakukan hubungan seks dalam usia kehamilan yang masih muda, sebaiknya berhati-hati karena gerakan atau guncangan yang terlalu kuat bisa berbahaya bagi janin. Selain itu, si ibu juga jangan sampai  terlalu lelah.

Hubungan seks biasanya aman dilakukan selama kehamilan trimester pertama sampai usia kandungan tujuh bulan. Pengurangan intensitas seks sebaiknya dilakukan ketika usia kandungan sudah mencapai tujuh sampai sembilan bulan. Pada usia kehamilan ini, perut sudah lebih membesar sehingga lebih sulit untuk berhubungan seks, dan akan lebih menekan perut sehingga berisiko bagi janin.Jangan sampai menekan perut saat berhubungan intim ya!

www.dokterandi.com

Klik: http://www.dokterandi.com/2017/10/26/sperma-penyebab-keguguran/

Facebook: Dr Andi Sugiarto РDr Seksologi

Twitter: @andisugi

Ig: dokter_andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *