Tua Tapi Perkasa

 birahi, cakra tv, desire, disfungsi ereksi, doctor love, dokter cinta, dokter rehab medik, dokter rehabilitasi medik, dokter seks, dokter seksologi, dokter seksual, dokter seksualitas, dokter sex, dr andi, dr andi semarang, dr Andi Sugiarto, dr cinta, dr enjoy, dr love, dr rehabilitasi medik, dr seks, dr seks semarang, ejakulasi dini, erectile dysfunction, erection, ereksi, famous sex doctor, fertilitas, fertility, fluor albus, gairah, genital, hubungan intim, hubungan suami istri, impotensi, indonesian sex doctor, indonesian sexologist, intercourse, kedokteran fisik dan rehabilitasi, kelamin, kepuasan seksual, keputihan, last longer, love, mani, marriage, medical blogger, nafsu, orgasm, orgasme, passion, pasutri, penis, physical medicine, pm&r, rehab, rehab medik indonesia, rehab medik semarang, rehab seks, rehab seksual, rehab sex, rehab your sex life, rehabilitasi, rehabilitasi medik, rehabilitasi seksual, rehabilitation, seks, seksolog indonesia, seksolog semarang, seksologi, seksologi indonesia, seksual, semarang, semarang sex doctor, sex, sex doctor, sex iq, sex rehab, sexual intercourse, sexual rehab, sexual rehabilitation, sexual satisfaction, sperm, sperm sperma, sperma, spkfr, sprm, subur, sugiarto, Tagged andi, tahan lama, vagina

Jawa Pos Rabu, 14 Oct 2009

Tua tapi Perkasa

Dr Andi,
saya seorang pria usia 53 tahun, dalam 4 bulan terakhir ini saya merasa kurang bergairah dan kurang dapat memuaskan istri, dalam arti kurang keras dan tidak bisa bertahan lama. Untuk bisa ereksi, perlu waktu lama, kira-kira setengah jam baru bisa. Setelah itu pun sering kali sudah ‘tertidur’ lagi sebelum menunaikan tugas sebagai suami. Padahal saya sering olah raga lari pagi, tennis dan renang secara rutin. memang saya punya penyakit darah tinggi, dan rutin minum obat captopril 25 mg 3×1. Saya ingin coba minum jamu dan obat kuat tapi tidak berani karena takut efek sampingnya. Apa saya bisa disembuhkan dok, bagaimana caranya. Terimakasih.

(Stm di K)

Jawaban dr Andi Sugiarto:
Memang ini problem yang akhir-akhir ini banyak diderita oleh pria usia 40-50 tahun. Disfungsi ereksi ialah ketidak mampuan seorang pria untuk mencapai ereksi dan/atau mempertahankan ereksi itu sampai tercapai hubungan seksual yang memuaskan kedua pihak. Jadi ini berarti bahwa bisa saja seorang pria tidak bisa ereksi sama sekali, ataupun bisa ereksi pada awalnya, tapi sebelum hubungan seksual itu selesai, ereksinya sudah layu atau turun. Atau bisa juga bisa ereksi tapi kurang keras. kalau sudah begini, biasanya ejakulasi pun menjadi cepat dan kurang terkontrol, sehingga sang istri belum mencapai klimaks yang diinginkan tapi suami sudah ejakulasi.

Disfungsi ereksi bisa disebabkan oleh penyakit yang mendasari dan juga ditunjang oleh gaya hidup yang kurang aktif, serta tekanan psikologis yang timbul dalam pekerjaan, kehidupan suami istri, atau di lingkungan sosial.

Penyakit darah tinggi atau hipertensi ditandai dengan tensi 140/90 atau lebih. Ini akan menyebabkan pembuluh darah di penis yang menyerupai anyaman halus akan mengalami tekanan yang tinggi, sehingga akibatnya katup-katup di pembuluh vena akan mudah mengalami kebocoran (venous leakage). Juga pembuluh darah lebih mudah mengalami pengerasan pada dindingnya (aterosklerosis). Ini mengakibatkan penis tidak bisa membesar secara maksimal dan tidak bisa keras.

Penyakit kencing manis atau diabetes melitus ditandai dengan sering kencing, dan mudah lapar dan haus. Ini diakibatkan karena zat gula/ glukosa di dalam darah tidak bisa dimanfaatkan atau tidak bisa masuk kedalam sel. Padahal sel tubuh membutuhkan glukosa untuk energinya. Jadi kadar gula dalam pembuluh darah meninggi, tapi sel tubuh kita mengalami kelaparan. Ini membuat banyak gangguan. Bila terjadi dalam sel saraf, akan terjadi neuropati diabetik yang artinya saraf dalam tubuh tidak menghantarkan impuls atau sinyal secara baik. Sering terjadi saraf tepi pada tungkai mengalami gangguan, sehingga kaki terasa tebal, gringgingen/ kesemutan, sampai tidak terasa sama sekali/ baal. Pada saraf tepi yang mempersarafi daerah kelamin, hantaran impuls juga akan menurun sehingga ereksi juga akan sulit terjadi.

Penyakit yang lain adalah tingginya kadar kolesterol dan trigliserid. Ini akan mengakibatkan pembuluh darah mudah tersumbat oleh timbunan lemak. LDL kolesterol merupakan lemak yang ‘jahat’, harus dilawan dengan tingginya kadar HDL kolesterol yang merupakan lemak yang ‘baik’. HDL bisa dinaikkan bila kita banyak makan ikan laut, dan omega 3, 6 dan 9.

Tekanan psikologis juga bisa menyebabkan disfungsi ereksi yang tergantung keadaan dan siapa yang dihadapi. Maksudnya, bisa saja menghadapi istrinya yang galak, sang suami mengalami disfungsi ereksi, tapi bila menghadapi pacar gelapnya, sang suami sangat perkasa. Ini hanya sebagai ilustrasi yang ekstrem. dulu dianggap semua disfungsi ereksi disebabkan gangguan psikologis, tapi sekarang ternyata diketahui bahwa penyebab dari faktor psikologis hanyalah sekitar 20-25% saja.

Kadar hormon testosteron yang menurun juga bisa mengakibatkan disfungsi ereksi. Hormon testosteron berfungsi menjaga kinerja fungsi seksual dengan memperbaiki kerusakan pada daerah genital. Selain itu juga dapat memperbaiki peredaran darah di daerah organ vital.

Bila mengalami disfungsi ereksi, bapak perlu berkonsultasi dengan dokter. dokter mungkin menyarankan untuk memeriksakan darah ke laboratorium seperti: kadar gula darah puasa dan 2 jam setelah makan, profil lipid darah, kadar hormon testosteron, growth hormon.

Setelah diperiksa dan diketahui penyebab disfungsi ereksinya, maka dokter bisa jadi akan memberikan obat erektogenik dan juga obat bagi penyakit penyebabnya. obat erektogenik misalnya obat golongan sildenafil, vardenafil, dan tadalafil yang diminum secara oral. Ketiga obat ini sebetulnya aman, hanya perlu diketahui tidak boleh ada interaksi dengan obat nitrat yang berfungsi utk mengobati penyakit jantung koroner. Jadi pasien penyakit jantung yang minum obat golongan nitrat dilarang minum obat ini bersamaan dengan ketiga obat tersebut.

Obat utama untuk penyakit kencing manis, hipertensi dan lain2 tentunya harus diminum rutin dan jangka panjang.

dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang

www.drandi.com

klik http://www.dokterandi.com/2015/05/08/drseks-dokter-andi-sugiarto-semarang-tua-tapi-perkasa/

Usia Berapa Harus Tahu….?

birahi, cakra tv, desire, disfungsi ereksi, doctor love, dokter cinta, dokter rehab medik, dokter rehabilitasi medik, dokter seks, dokter seksologi, dokter seksual, dokter seksualitas, dokter sex, dr andi, dr andi semarang, dr Andi Sugiarto, dr cinta, dr enjoy, dr love, dr rehabilitasi medik, dr seks, dr seks semarang, ejakulasi dini, erectile dysfunction, erection, ereksi, famous sex doctor, fertilitas, fertility, fluor albus, gairah, genital, hubungan intim, hubungan suami istri, impotensi, indonesian sex doctor, indonesian sexologist, intercourse, kedokteran fisik dan rehabilitasi, kelamin, kepuasan seksual, keputihan, last longer, love, mani, marriage, medical blogger, nafsu, orgasm, orgasme, passion, pasutri, penis, physical medicine, pm&r, rehab, rehab medik indonesia, rehab medik semarang, rehab seks, rehab seksual, rehab sex, rehab your sex life, rehabilitasi, rehabilitasi medik, rehabilitasi seksual, rehabilitation, seks, seksolog indonesia, seksolog semarang, seksologi, seksologi indonesia, seksual, semarang, semarang sex doctor, sex, sex doctor, sex iq, sex rehab, sexual intercourse, sexual rehab, sexual rehabilitation, sexual satisfaction, sperm, sperm sperma, sperma, spkfr, sprm, subur, sugiarto, Tagged andi, tahan lama, vagina

Good Housekeeping

Tanya Dr. Andi :

  1. Saya menganggap pendidikan seks untuk anak sangat peenting. Sebaiknya mulai diberikan saat usia berapa? Apa saja materi yang paling penting dan bagaimana cara menjelaskannya?
  2. Setelah berhubungan intim, saya sering merasa perih di daerah seputar vagina. Wajarkah hal itu? Adakah obatnya?
  3. Bolehkah melakukan hubungan intim saat menstruasi saya belum benar-benar tuntas? Adakah pengaruhnya jika masih keluar vlek pasca menstruasi?

dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang

www.drandi.com

klik http://www.dokterandi.com/2015/05/07/drseks-dokter-andi-sugiarto-semarang-usia-berapa-harus-tahu/

Perfeksionis Dalam Bercinta

birahi, cakra tv, desire, disfungsi ereksi, doctor love, dokter cinta, dokter rehab medik, dokter rehabilitasi medik, dokter seks, dokter seksologi, dokter seksual, dokter seksualitas, dokter sex, dr andi, dr andi semarang, dr Andi Sugiarto, dr cinta, dr enjoy, dr love, dr rehabilitasi medik, dr seks, dr seks semarang, ejakulasi dini, erectile dysfunction, erection, ereksi, famous sex doctor, fertilitas, fertility, fluor albus, gairah, genital, hubungan intim, hubungan suami istri, impotensi, indonesian sex doctor, indonesian sexologist, intercourse, kedokteran fisik dan rehabilitasi, kelamin, kepuasan seksual, keputihan, last longer, love, mani, marriage, medical blogger, nafsu, orgasm, orgasme, passion, pasutri, penis, physical medicine, pm&r, rehab, rehab medik indonesia, rehab medik semarang, rehab seks, rehab seksual, rehab sex, rehab your sex life, rehabilitasi, rehabilitasi medik, rehabilitasi seksual, rehabilitation, seks, seksolog indonesia, seksolog semarang, seksologi, seksologi indonesia, seksual, semarang, semarang sex doctor, sex, sex doctor, sex iq, sex rehab, sexual intercourse, sexual rehab, sexual rehabilitation, sexual satisfaction, sperm, sperm sperma, sperma, spkfr, sprm, subur, sugiarto, Tagged andi, tahan lama, vagina

Perfeksionis: ingin selalu menjadi sempurna dalam segala aspek: fisik, prestasi, dalam seksual juga.
Berusaha sebaik2nya vs perfeksionis: apa bedanya?
Apa ciri-cirinya orang perfeksionis? dalam kehidupan sehari2: Pada bentuknya sebagai penyakit, perfeksionisme dapat menyebabkan seseorang memiliki perhatian berlebih terhadap detail suatu hal dan bersifat obsesif-kompulsif, sensitif terhadap kritik, cemas berkepanjangan, keras kepala, berpikir sempit, dan suka menunda.

Dalam hal seksual: akan menjadi hambatan:
1. waktu: inginnya waktu yang panjang/ lama
2. dalam keadaan santai, rileks
3. mandi dulu, berdandan lama,
4. pikiran tenang dulu
5. pilih pakaian
6. kebersihan kamar, ranjang, sprei, wewangian
7. ingin tampil semenarik mungkin
8. kurang pede dengan tubuhnya, ada bagian tubuh yang dirasa ‘kurang’ terus..
9. kurang pede dengan kemampuan seksualnya

Problemnya adalah:
1. butuh waktu persiapan yang lama
2. sering menunda2 seks bila waktunya dianggap tidak perfect
3. mengkritik pasangan yang dianggap kurang sempurna dalam hal stamina, bentuk tubuh, teknik bercinta
===
Penelitian1:
Stoeber, J., Harvey, L. N., Almeida, I., & Lyons, E. (2013). Multidimensional sexual perfectionism. Archives Of Sexual Behavior, 42(8), 1593-1604. doi:10.1007/s10508-013-0135-8
====
To investigate this problem, psychologist Jochim Stoeber at the University of Kent and his colleagues looked at what they called “multidimensional” sexual perfectionism. They recognized that this approach to sexuality isn’t a single trait, but comprises four components. See which might apply to you or your partner:
Self-oriented—wanting to be the perfect sexual partner. (“I have very high expectations for myself as a sexual partner.”)
Partner-oriented—wanting your partner to be perfect.
Partner-prescribed—feeling that your partner expects you to be perfect.
Socially-prescribed—feeling that society expects you to be perfect.
Stoeber and his team surveyed 272 students ranging in age from 18 to 45 years old (the mean was 20). In addition to measures of sexual perfectionism, participants provided ratings of their sexual self-esteem (how good they feel about their sexuality); self-esteem (self-ratings of sexual skill); optimism (believing you will have positive sexual relations in the future); self-blame (the belief that if things are going badly you’re at fault); depression (being sad about the sexual aspects of your life); and anxiety (you’re anxious when you think about sex).
The Stoeber team also asked about whether each individual was plagued by perfectionistic thoughts in general (“I feel miserable if I make a mistake”). Finally, as you would expect, participants rated their sexual satisfaction. Most participants were female, but there were enough men to allow gender comparisons on all of these types of questions.
=====
Penelitian2:

Journal of Psychopathology and Behavioral Assessment
December 1999, Volume 21, Issue 4, pp 307-322
Perfectionism and Sexual Satisfaction in Intimate Relationships
by A. Marie Habke, Paul L. Hewitt, Gordon L. Flett

Abstract
This study sought to provide information on the relations between trait perfectionism and perfectionistic self-presentation and sexual satisfaction in married couples. A sample of 74 married or cohabiting couples were recruited from the community to participate in the study. They completed measures of perfectionism, perfectionistic self-presentation, sexual satisfaction, dyadic adjustment, and depression. The results showed that the interpersonal dimensions of trait perfectionism were negatively related to general sexual satisfaction and sexual satisfaction with the partner for both husbands and wives. After partialing out marital satisfaction and depression, the husband’s sexual satisfaction was significantly negatively correlated with his own socially prescribed perfectionism and with his wife’s ratings of other-oriented perfectionism. The wife’s satisfaction was significantly negatively correlated both with her husband’s socially prescribed perfectionism and with her own socially prescribed perfectionism, other-oriented perfectionism, and perfectionistic self-presentation. Regression analyses suggest that the wife’s other-oriented perfectionism is a unique predictor of her general lower sexual satisfaction and her husband’s lower satisfaction with her contribution to the sexual relationship. Overall, the findings suggest that perfectionistic expectations have an important role to play in sexual satisfaction in married couples.
=====
Perfeksionisme adalah keyakinan bahwa seseorang harus menjadi sempurna untuk mencapai kondisi terbaik pada aspek fisik ataupun non-materi. Perfeksionis adalah orang yang memiliki pandangan perfeksionisme.
Hal-hal yang dapat menghambat keberhasilan dalam hal apapun. Orang yang potensial, namun perfeksionis akan terhambat kemampuannya.
Hasrat menciptakan produk atau sesuatu yang terbaik adalah hal yang perlu, namun seorang perfeksionis akan menemukan banyak rintangan yang sama sekali tidak perlu.
Masalah perfeksionis adalah tindakannya yang cenderung suka menunda-nunda dan akhirnya capek sendiri.
Obsesinya akan kesempurnaan menjadi beban pikiran dan meletihkan perasaannya. Orang perfeksionis akan cepat kehabisan energi karena terus cemas tentang bagaimana menyempurnakan sesuatu yang akan dikerjakannya atau berpikir seandainya dulu saya begini atau begitu.
=====
Terapi:
Behav Res Ther. 2007 Sep; 45(9): 2221–2231.

A randomised controlled trial of cognitive-behaviour therapy for clinical perfectionism: A preliminary study
Caroline Riley,? Michelle Lee, Zafra Cooper, Christopher G. Fairburn, and Roz Shafran

Abstract
Perfectionism can be a problem in its own right and it can impede the progress of treatment of Axis I disorders. This study reports on a preliminary randomised controlled trial of cognitive-behaviour therapy (CBT) for “clinical perfectionism”. Twenty participants were randomly assigned to either immediate treatment (IT) (n=10) or a waitlist (NL) (n=10). Treatment consisted of ten sessions of CBT over eight weeks. Two participants did not complete the follow-up assessments (10%). Fifteen of the original 20 participants (75%) were clinically significantly improved after treatment and the effect size was large (1.8). Treatment gains were maintained at 8-week and 16-week follow-up.
Keywords: Cognitive-behaviour therapy, Clinical perfectionism, Randomised controlled trial
======
Terapi:
1. Menyadari bahwa perfeksionis nya itu adalah problem, misalnya: selalu cemas dengan penampilan, kemampuan, terlalu lama dalam persiapan, terlalu ribet dalam pelaksanaan.
2. Mencari penyebab perfeksionisnya, misal krn pendidikan waktu kecil yang selalu menekankan kesempurnaan dan tidak boleh ada kesalahan
3. Mengetahui perbandingan antara ‘selalu sempurna’ dan ‘berusaha yang terbaik’
4. Mengubah standar agar tidak terlalu tinggi,
5. Tidak selalu self criticism
6. Boleh gagal, dan mengubah definisi kegagalan.
7. Memperluas wawasan tentang kesempurnaan dan keberhasilan, dari melihat role model/ idola/ tokoh/ orang lain.
====

Dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang

www.drandi.com

klik http://www.dokterandi.com/2015/05/07/drseks-dokter-andi-sugiarto-semarangperfeksionis-dalam-bercinta/

Suami Gairah Tinggi

birahi, cakra tv, desire, disfungsi ereksi, doctor love, dokter cinta, dokter rehab medik, dokter rehabilitasi medik, dokter seks, dokter seksologi, dokter seksual, dokter seksualitas, dokter sex, dr andi, dr andi semarang, dr Andi Sugiarto, dr cinta, dr enjoy, dr love, dr rehabilitasi medik, dr seks, dr seks semarang, ejakulasi dini, erectile dysfunction, erection, ereksi, famous sex doctor, fertilitas, fertility, fluor albus, gairah, genital, hubungan intim, hubungan suami istri, impotensi, indonesian sex doctor, indonesian sexologist, intercourse, kedokteran fisik dan rehabilitasi, kelamin, kepuasan seksual, keputihan, last longer, love, mani, marriage, medical blogger, nafsu, orgasm, orgasme, passion, pasutri, penis, physical medicine, pm&r, rehab, rehab medik indonesia, rehab medik semarang, rehab seks, rehab seksual, rehab sex, rehab your sex life, rehabilitasi, rehabilitasi medik, rehabilitasi seksual, rehabilitation, seks, seksolog indonesia, seksolog semarang, seksologi, seksologi indonesia, seksual, semarang, semarang sex doctor, sex, sex doctor, sex iq, sex rehab, sexual intercourse, sexual rehab, sexual rehabilitation, sexual satisfaction, sperm, sperm sperma, sperma, spkfr, sprm, subur, sugiarto, Tagged andi, tahan lama, vagina

25 Jan 2015/ Radar Semarang.

Tanya dr Andi:

Dr Andi, bagaimana caranya menghadapi suami yang gairahnya tinggi, inginnya tiap hari berhubungan suami istri terus. Usia suami 42 tahun, saya usia 37 tahun. Soalnya saya sering kelelahan setelah mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Terimakasih dok.

(Ny C di Smg)

Jawaban dr Andi:

Gairah seksual seseorang dapat dipengaruhi oleh:

1. Usia, bila masih muda, gairahnya biasanya tinggi. Di usia 40an kebanyakan masih ingin melakukan 2-3 kali seminggu.

2. Kebugaran Fisik, bila masih kuat jogging, push up, naik tangga secara cepat tanpa kehabisan nafas, mungkin gairahnya akan normal atau tinggi.

3. Faktor hormonal, bila kadar hormon seksual nya tinggi, akan tinggi juga gairahnya.

4. Faktor penyakit yang diderita: bila ada penyakit kronik seperti jantung koroner, diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi dll akan menurunkan gairah seksual dalam jangka panjang.

5. Faktor istri: bila istri dapat mengimbangi suami dalam hal seksual, maka gairah suami akan tetap tinggi.

Gairah seksual itu sesuatu yang normal dan wajar, jadi itu adalah kenyataan yang harus dihadapi dengan baik dan bijaksana. Bila suami bergairah tinggi, istri sepatutnya bersyukur karena suami masih mengganggapnya menarik. Seks jangan dianggap sebagai beban atau kewajiban, tapi sebagai suatu kenikmatan dan anugerah.

Bila suami inginnya mengajak hubungan suami istri tiap hari, kita perlu perhatikan hal-hal sbb:

1. Belum tentu suami ingin melakukan hubungan intim setiap hari, bisa saja ia hanya ingin bermesraan seperti layaknya orang pacaran. Tanyakan saja kepada suami dan bicarakan apa yang anda dan suami ingin sepakati.

2. Suami juga ingin kadang istri yang mengajak duluan dan lebih aktif agresif daripada biasanya.

3. Lakukan foreplay yang lebih lama dan lebih bervariasi, sehingga lebih memuaskan.

4. Usahakan lebih ekspresif dan menunjukkan bahwa anda berdua menikmati hubungan tersebut dan menghayatinya.

5. Setelah selesai, jangan langsung tidur, tapi ngobrol dan masih saling menyentuh selama 10-15 menit, agar kemesraan ini janganlah cepat berlalu.

6. Lakukan hubungan intim itu dengan penghayatan penuh, menikmati tiap prosesnya, dan mensyukuri akan pasangan hidup yang masih mencintai anda dan keluarga.

Dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang

www.drandi.com

klik http://www.dokterandi.com/2015/05/06/drseks-dokter-andi-sugiarto-semarang-suami-gairah-tinggi/

Jadwal Haid Berantakan

birahi, cakra tv, desire, disfungsi ereksi, doctor love, dokter cinta, dokter rehab medik, dokter rehabilitasi medik, dokter seks, dokter seksologi, dokter seksual, dokter seksualitas, dokter sex, dr andi, dr andi semarang, dr Andi Sugiarto, dr cinta, dr enjoy, dr love, dr rehabilitasi medik, dr seks, dr seks semarang, ejakulasi dini, erectile dysfunction, erection, ereksi, famous sex doctor, fertilitas, fertility, fluor albus, gairah, genital, hubungan intim, hubungan suami istri, impotensi, indonesian sex doctor, indonesian sexologist, intercourse, kedokteran fisik dan rehabilitasi, kelamin, kepuasan seksual, keputihan, last longer, love, mani, marriage, medical blogger, nafsu, orgasm, orgasme, passion, pasutri, penis, physical medicine, pm&r, rehab, rehab medik indonesia, rehab medik semarang, rehab seks, rehab seksual, rehab sex, rehab your sex life, rehabilitasi, rehabilitasi medik, rehabilitasi seksual, rehabilitation, seks, seksolog indonesia, seksolog semarang, seksologi, seksologi indonesia, seksual, semarang, semarang sex doctor, sex, sex doctor, sex iq, sex rehab, sexual intercourse, sexual rehab, sexual rehabilitation, sexual satisfaction, sperm, sperm sperma, sperma, spkfr, sprm, subur, sugiarto, Tagged andi, tahan lama, vagina

Good Housekeeping Edisi Januari 2012

Tanya Dr. Andi :

  1. Jadwal datangnya haid saya: 10 Agustus, 26 September, 20 Oktober, dan keluar lagi tanggal 4 November 2011. Sebelumnya jadwal haid rutin mundur 5-6 hari kebulan berikutnya. Kenapa ya ,Dok? Enam bulan terakhir, pekerjaan saya memang bertambah. Terimakasih.
  2. Dokter spesialis kandungan memberikan saya obat untuk menghilangkan keputihan dan nyeri saat berkemih. Obat sudah habis, keputihan tetap saja ada, meski tak berbau ataupun gatal. Saya agak malas kembali ke dokter dan mengkonsumsi obat-obatan. Akhirnya saya meminum rebusan daun sirih. Benarkah rebusan daun sirih tidak baik untuk wanita yang belum pernah hamil seperti saya? Lalu apa yang harus dilakukan?

Dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang.

www.drandi.com

klik http://www.dokterandi.com/2015/05/06/drseks-dokter-andi-sugiarto-semarang-jadwal-haid-berantakan/