Disfungsi Ereksi: makin lama pasiennya makin muda ya?

rehab seks seksual rehabilitasi disfungsi ereksi impotensi andi sugiartoTahun 90an sejak saya praktek seksologi, pasien disfungsi ereksi yang datang biasanya usia 50 an tahun. Begitu saja pun mereka/ pasien itu merasa bahwa sebetulnya mereka masih muda dan sebetulnya belum perlu menderita penyakit ini. Tapi kemudian tahun 99an akhir saya berpraktek, yang datang itu lebih muda lagi, usianya rata-rata 40an tahun. Wah, saya pikir ini bencana deh.. mosok yang disfungsi ereksi itu tambah lama tambah muda.

Tapi, jangan tanya: sekarang ini yang datang ke saya, mulai usia 30an tahun sudah banyak yang terkena disfungsi ereksi dan juga ejakulasi dini. Well, well, well, gimana ini? Apakah saya harus baca kitab primbon atau karya pujangga lama, atau ramalan …. siapa tuh, Negara kertagama, atau, Ronggowarsito, atau siapa ya pujangga yang suka ngeramal tuh, (dulu yang yang ngeramal No-To- ne-go-ro)… whatever deh.

Berarti saya harus benar-benar deh mereview kembali tulisan-tulisan saya tentang penyebab disfungsi ereksi, dan juga tentang ejakulasi dini.

Pertanyaannya: berarti apa penyebab utama dari pasien muda (30an tahun) ini sehingga mengalami disfungsi ereksi?

OK, OK, saya akan buka buku lagi, kurangi tidur siang saya dan menulis dari awal lagi tentang etiologi dan patofisiologi disfungsi ereksi.

Besok kalo sudah selesai, akan kutambahkan di sini ya…

@@posted by Dr Andi Sugiarto, SpRM for Rehab Your Sex Life!

Sibuk, sibuk, sibuk? For sex: sibuk juga?

www.dokterandi.com andi sugiarto semarang indonesia dokter seks seksual rehab rehabilitasi medik

Banyak yang tanya dan comment kenapa saya sudah lama ngga update blognya, jawabannya bisa saja klise: Sibuk, sibuk, sibuk..! Tapi sebetulnya sibuk itu sangat relatif. Sebetulnya saya sangat tidak suka jawaban “sibuk”. Kalau memang senang dan dirasa perlu, tidak ada kamusnya utk sibuk dalam ngeblog.

Begitu juga dalam urusan seksual pasutri, sesibuk apapun, selalu ada waktu dan tempat untuk kehangatan dan seks. Untuk pasangan yang sibuk banget, mungkin perlu dipertimbangkan hal2 berikut ini:

1. Seks tidak selalu harus spontanitas, boleh juga dijadwal

Jadi bukan cuma pertandingan bola aja yang dijadwal, tapi pertempuran anda bersama pasangan pun kadang perlu dijadwal, paling tidak janjian sama pasangan. Orang yang sibuk memang harus pinter-pinter mengatur waktunya, jadi jangan sampai nunggu-nunggu seks menjadi spontan. Tapi setelah ditunggu, kok spontanitas itu enggak dateng2.. Kalau sudah begitu, lebih baik janjian saja, misalnya, “Ma, besok malam kita ML yuk.. soalnya kalo engga dijadwal, nanti kita kebablasen tidur… terus”.

Kadang pasangan kita merasa “aneh” pada saat kita menjadwalkan hubungan seks kita. Tapi bila kita sudah menjelaskannya, pasti deh pasangan pun bisa mengerti itu. dan malahan dia akan bersiap-siap dan menyambutnya dengan gembira. Coba, bayangkan aja, anggap saja anda pacaran dan janjian untuk ketemu dan ngapelin dia. Pasti dia harap-harap cemas dan get ready to it.

2. Persiapan sebelumnya

Persiapan itu bisa berupa mental dan spiritual, dan juga persiapan fisik. Badan kita pun akan berusaha melayani “tuannya” dengan baik, dengan cara mempersiapkan stamina dan menjaga agar tidak terlalu capek kerja pada siang harinya. Pulang kerja, mandi bersama dan membersihkan badan dengan seksama (caile… kayak kata-kata di pembukaan UUD 45 aja). Ancur deh.. hehe. Kalau biasanya mandi asal pake sabun aja, kali ini kita mandi sebersih dan sewangi mungkin ya. Supaya pasangan kita bisa mencium wangi badan kita di manapun dia berada. Maksudnya dicium di bagian manapun, tetap wangi, menggairahkan dan merangsang, tentunya.

3. Pilih pakaian yang sidia sukai

Ada yang senang pasangannya pakai lingerie (baju seksi), ada yang senang disuruh pakai baju model resmi mau kekantor, ada juga yang senang pake handuk dililit seperti baru keluar kamar mandi. Semuanya sah-sah saja, dan tidak ada yang ngatur harus pakai apa. Yang penting sesuai dengan ‘permintaan pelanggan’.

4. Manjakan indra pencium anda, hidung!! Memang cium itu pake mulut (kiss) tapi ini maksudnya membau (smell) gitju.. Pakailah parfum andalan anda dan semprotkan di bagian yang ‘strategis’. Misalnya leher, belahan dada, bawah pusar dan dimana pun anda suka. Yang penting pasangan cocok dengan baunya. Malah, ada pasutri yang selalu ‘langganan’ memakai parfum tertentu untuk bercinta. Jadi bila salah satu sudah pakai parfum itu, maka yang satunya sudah mendapat firasat untuk diajak bercinta. Wah, jadi salah satu kode, dong.. ya iya lah, masa ya iya dong..!!

5. Tambahkan sedikit flavour/ rasa pada tubuh anda… maksudnya.. boleh dong melumurkan sedikit aroma es krim vanilla atau choco chip pada tubuh anda, jadi kalau dijilat rasanya manis…. So, bukan cuma bohongan atau gombal mukiyo saja kalau pasangan anda menyebut anda ‘manis’, tapi secara harafiah pun anda benar-benar manis dan enak dijilat…

Well, sedikit tips semoga bisa membantu menggairahkan dan memanaskan anda dalam bercinta. Bukan cuma Euro 2008 aja yang ditongkrongin ya kan.

Jangan Bercinta dulu sebelum…..

Ya, jangan bercinta dulu sebelum…..

1. Anda ingat tujuan anda menikah

2. Memperbaharui cinta anda kepada pasangan anda

3. Mandi dan pakai parfum wangi

4. Menatap foto pernikahan anda

5. Menyiapkan ice cream strawberry untuk dilumurkan ke badan pasangan anda

6. Membaca tips terbaru di http://www.dokterandi.com

@@ Rehab your sex life! by Dr Andi Sugiarto Setiahardja, SpRM@@

Antioksidan dan Peranannya Bagi Kesehatan


Telah kita ketahui bersama bahwa kesehatan merupakan hal terpenting dan utama dalam kehidupan manusia dibandingkan lainnya seperti jabatan, kekuasaan, pangkat, ataupun kekayaan. Tanpa kesehatan yang optimal, semuanya akan menjadi tidak bermakna, oleh karena itulah sehat dan bugar merupakan dambaan setiap orang.

Studi epidemiologi menunjukkan ada kaitan erat antara status kesehatan dan usia harapan hidup manusia dengan pola konsumsinya. Masyarakat di daerah yang banyak mengkonsumsi protein, lemak, gula dan garam misalnya, ternyata lebih banyak ditemukan sebagai penderita penyakit-penyakit degeneratif dibandingkan masyarakat di wilayah yang banyak mengkonsumsi karbohidrat, serat dan vitamin.

Negara dengan mayoritas penduduk berusia panjang seperti Jepang, mengkonsumsi makanan yang kaya akan kacang-kacangan, sayur dan buah serta berkebiasaan minum teh hijau. Masyarakat eskimo yang hidupnya tidak lepas dari konsumsi ikan, jarang sekali ditemukan sebagai penderita penyakit jantung. Kelompok mayarakat yang terbiasa mengkonsumsi susu fermentasi ternyata juga mempunyai rata-rata usia yang lebih panjang.

Peningkatan prevalensi penyakit degeneratif di Indonesia, memotivasi para peneliti pangan dan gizi Indonesia untuk mengeksplorasi senyawa-senyawa antioksidan yang berasal dari sumber alami. Tingginya biodiversity kekayaan alam dan bahan-bahan indigenous yang dianugrahkan oleh Tuhan kepada bangsa Indonesia, merupakan potensi yang sangat berharga dan bermanfaat untuk kesehatan masyarakatnya.

Antioksidan dan sumber-sumbernya

Antioksidan didefinisikan sebagai senyawa yang dapat menunda, memperlambat, dan mencegah proses oksidasi lipid. Dalam arti khusus, antioksidan adalah zat yang dapat menunda atau mencegah terjadinya reaksi antioksidasi radikal bebas dalam oksidasi lipid (Kochhar dan Rossell, 1990).

Sumber-sumber antioksidan dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu antioksidan sintetik (antioksidan yang diperoleh dari hasil sintesa reaksi kimia) dan antioksidan alami (antioksidan hasil ekstraksi bahan alami).

Beberapa contoh antioksidan sintetik yang diijinkan penggunaanya untuk makanan dan penggunaannya telah sering digunakan, yaitu butil hidroksi anisol (BHA), butil hidroksi toluen (BHT), propil galat, tert-butil hidoksi quinon (TBHQ) dan tokoferol. Antioksidan-antioksidan tersebut merupakan antioksidan alami yang telah diproduksi secara sintetis untuk tujuan komersial.

Antioksidan alami di dalam makanan dapat berasal dari (a) senyawa antioksidan yang sudah ada dari satu atau dua komponen makanan, (b) senyawa antioksidan yang terbentuk dari reaksi-reaksi selama proses pengolahan, (c) senyawa antioksidan yang diisolasi dari sumber alami dan ditambahkan ke makanan sebagai bahan tambahan pangan (Pratt, 1992).

Senyawa antioksidan yang diisolasi dari sumber alami adalah yang berasal dari tumbuhan. Kingdom tumbuhan, Angiosperm memiliki kira-kira 250.000 sampai 300.000 spesies dan dari jumlah ini kurang lebih 400 spesies yang telah dikenal dapat menjadi bahan pangan manusia. Isolasi antioksidan alami telah dilakukan dari tumbuhan yang dapat dimakan, tetapi tidak selalu dari bagian yang dapat dimakan. Antioksidan alami tersebar di beberapa bagian tanaman, seperti pada kayu, kulit kayu, akar, daun, buah, bunga, biji dan serbuk sari (Pratt,1992).

Senyawa antioksidan alami tumbuhan umumnya adalah senyawa fenolik atau polifenolik yang dapat berupa golongan flavonoid, turunan asam sinamat, kumarin, tokoferol dan asam-asam organik polifungsional. Golongan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan meliputi flavon, flavonol, isoflavon, kateksin, flavonol dan kalkon. Sementara turunan asam sinamat meliputi asam kafeat, asam ferulat, asam klorogenat, dan lain-lain.

Jahe (Zingiber officinale Roscoe) biasa digunakan sebagai bumbu atau obat tradisional. Komponen-komponen pedas dari jahe seperti 6 gingerol dan 6-shogaol dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang cukup. Dari ekstrak jahe yang telah dibuang komponen volatilnya dengan destilasi uap, maka dari fraksi non volatilnya setelah pemurnian, ditemukan adanya empat senyawa turunan gingerol dan empat macam diarilheptanoid yang memiliki aktivitas antioksidan kuat (Nakatani,1992).

Ada beberapa senyawa fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan telah berhasil diisolasi dari kedelai (Glycine max L.), salah satunya adalah flavonoid. Flavonoid kedelai adalah unik dimana dari semua flavonoid yang terisolasi dan teridentifikasi adalah isoflavon.

Mekanisme kerja antioksidan

Mekanisme kerja antioksidan memiliki dua fungsi. Fungsi pertama merupakan fungsi utama dari antioksidan yaitu sebagai pemberi atom hidrogen. Antioksidan (AH) yang mempunyai fungsi utama tersebut sering disebut sebagai antioksidan primer. Senyawa ini dapat memberikan atom hidrogen secara cepat ke radikal lipida (R*, ROO*) atau mengubahnya ke bentuk lebih stabil, sementara turunan radikal antioksidan (A*) tersebut memiliki keadaan lebih stabil dibanding radikal lipida.

Fungsi kedua merupakan fungsi sekunder antioksidan, yaitu memperlambat laju autooksidasi dengan berbagai mekanisme diluar mekanisme pemutusan rantai autooksidasi dengan pengubahan radikal lipida ke bentuk lebih stabil (Gordon,1990).

Penambahan antioksidan (AH) primer dengan konsentrasi rendah pada lipida dapat menghambat atau mencegah reaksi autooksidasi lemak dan minyak. Penambahan tersebut dapat menghalangi reaksi oksidasi pada tahap inisiasi maupun propagasi (Gambar 1). Radikal-radikal antioksidan (A*) yang terbentuk pada reaksi tersebut relatif stabil dan tidak mempunyai cukup energi untuk dapat bereaksi dengan molekul lipida lain membentuk radikal lipida baru (Gordon, 1990).

Inisiasi : R* + AH ———-> RH + A*
Radikal lipida

Propagasi : ROO* + AH ——-> ROOH + A*

Gambar 1. Reaksi Penghambatan antioksidan primer terhadap radikal lipida (Gordon 1990)

Besar konsentrasi antioksidan yang ditambahkan dapat berpengaruh pada laju oksidasi. Pada konsentrasi tinggi, aktivitas antioksidan grup fenolik sering lenyap bahkan antioksidan tersebut menjadi prooksidan (Gambar 2). Pengaruh jumlah konsentrasi pada laju oksidasi tergantung pada struktur antioksidan, kondisi dan sampel yang akan diuji.

AH + O2 ———–> A* + HOO*

AH + ROOH ———> RO* + H2O + A*

Gambar 2. Antioksidan bertindak sebagai prooksidan pada konsentrasi tinggi (Gordon 1990)

Peranan antioksidan pada kesehatan

Proses penuaan dan penyakit degeneratif seperti kanker kardiovaskuler, penyumbatan pembuluh darah yang meliputi hiperlipidemik, aterosklerosis, stroke, dan tekanan darah tinggi serta terganggunya sistem imun tubuh dapat disebabkan oleh stress oksidatif.

Stress oksidatif adalah keadaan tidak seimbangnya jumlah oksidan dan prooksidan dalam tubuh. Pada kondisi ini, aktivitas molekul radikal bebas atau reactive oxygen species (ROS) dapat menimbulkan kerusakan seluler dan genetika. Kekurangan zat gizi dan adanya senyawa xenobiotik dari makanan atau lingkungan yang terpolusi akan memperparah keadaan tersebut.

Bila umumnya masyarakat Jepang atau beberapa masyarakat Asia jarang mempunyai masalah dengan berbagai penyakit degeneratif, hal ini disebabkan oleh menu sehat tradisionalnya yang kaya zat gizi dan komponen bioaktif. Zat-zat ini mempunyai kemampuan sebagai antioksidan, yang berperan penting dalam menghambat reaksi kimia oksidasi, yang dapat merusak makromolekul dan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Antioksidan vs kardiovaskular dan kanker

Peran positif antioksidan terhadap penyakit kanker dan kardiovaskuler (terutama yang diakibatkan oleh aterosklerosis/penyumbatan dan penyempitan pembuluh darah) juga banyak diteliti. Antioksidan berperan dalam melindungi lipoprotein densitas rendah (LDL) dan sangat rendah (VLDL) dari reaksi oksidasi.

Pencegahan aterosklerosis ini dapat dilakukan dengan menghambat oksidasi LDL menggunakan antioksidan yang banyak ditemukan pada bahan pangan.

Adapun untuk kanker dan tumor banyak ilmuwan spesialis setuju bahwa penyakit ini berawal dari mutasi gen atau DNA sel. Perubahan pada mutasi gen dapat terjadi melalui mekanisme kesalahan replikasi dan kesalahan genetika yang berkisar antara 10-15 %, atau faktor dari luar yang merubah struktur DNA seperti virus, polusi, radiasi, dan senyawa xenobiotik dari konsumsi pangan sebesar 80-85 %. Radikal bebas dan reaksi oksidasi berantai yang dihasilkan jelas berperan pada proses mutasi ini. Dan resiko ini sebenarnya dapat dikurangi dengan mengkonsumsi antioksidan dalam jumlah yang cukup.

Penutup

Hasil oksidasi lemak pada makanan ternyata mempunyai dampak besar terhadap kesehatan manusia yang mengkonsumsinya. Pengetahuan bagaimana cara pencegahan proses oksidasi ini sangat diperlukan, yang pada gilirannya sangat bermanfaat pada pemeliharaan kesehatan setiap individu. Pengetahuan berbagai jenis antioksidan yang ada di alam serta manfaatnya bagi kesehatan tubuh sangat membantu kita dalam mengatur pola makan untuk mendapatkan tubuh sehat dan bugar.

Berbagai kajian dan studi tentang antioksidan masih perlu dilakukan mengingat manfaatnya yang besar bagi kesehatan. Bahan-bahan alam dari laut seperti tumbuhan mikro alga dan hewan laut perlu di eksplorasi karena kandungan bioaktifnya terutama antioksidan belum secara tuntas dieksplorasi.

Ardiansyah, kandidat Doktor di Lab. of Nutrition, Tohoku University Sendai, Jepang dan anggota ISTECS chapter Jepang. Email: ardy@biochem.tohoku.ac.jp

Kanker Prostat: Kenali secara Dini

Kanker prostat adalah salah satu kanker yang umum terjadi pada pria. Prostat sendiri merupakan kelenjar pria berbentuk seperti biji kacang yang memproduksi air mani, cairan tersebut merupakan tempat hidup dan bahan makan bagi sperma.

Kanker ini tak hanya mengancam jiwa, tapi juga proses penyembuhannya memiliki efek samping serius, seperti disfungsi ereksi dan kesulitan mengendalikan kandung kemih.

Meski tumbuh secara lambat dan tahap awalnya tidak menyebabkan gangguan berarti pada fungsi prostat. Pengobatan di stadium awal ini pun, masih tergolong minimal, bahkan tidak memerlukan penanganan apapun.

Jika dapat dideteksi lebih dini, maka kemungkinan keberhasilan pengobatannya pun akan tinggi. Apalagi metode pengobatan atau treatment kanker prostat saat ini sudah berkembang dengan cukup baik.

GEJALA

Pada fase awal, kanker ini tidak menunjukkan gejala yang jelas dan sulit dideteksi, sampai menyebar ke seluruh prostat. Pendeteksian awal kanker, dapat dilakukan dengan pemeriksaan PSA (Prostate-specific antigen) atau dengan digital rectal exam (DRE).

gejala awal yang biasanya dirasakan, salah satunya adalah kesulitan buang air kecil. Menurut penelitian, kurang dari lima persen kasus kanker prostat memiliki masalah buang air kecil sebagai gejala awal. Gejala lain yang dapat terjadi, misalnya terdapat darah pada urin serta cairan semen yang bercampur dengan darah.

Sedangkan kanker prostat yang menyebar sampai nodus limfa (lymph nodes) di tulang pinggul, dapat menyebabkan kaki bengkak dan ketidaknyamanan pada pinggul.

Pada kanker prostat di tahap stadium lanjut, umumnya sudah menyebar sampai tulang dan menyebabkan terjadinya nyeri tulang yang berkepanjangan, retak tulang hingga penekanan di bagian tulang belakang.

PENYEBAB

Penyebab kanker prostat hingga saat ini masih misterius dan belum dapat dipastikan. Penelitian memperkirakan, kanker ini terjadi akibat kombinasi dari beberapa faktor, seperti turunan, etnis, hormon, makanan dan lingkungan.

FAKTOR RISIKO

Untuk mencegah atau menghindari terjadinya kanker prostat, selain melakukan pemeriksaan dini, juga meliputi beberapa faktor, meliputi:

1. Usia.
Pria yang telah berusia 50 tahun ke atas, kemungkinan besar akan mengidap kanker ini.

2. Ras atau etnis.
Belum dapat dipastikan kebenarannya, namun ada yang mengatakan bahwa pria berkulit hitam berisiko lebih tinggi terkena kanker prostat.

3. Sejarah keluarga.
Jika ayah atau saudara anda menderita kanker prostat, maka resiko anda menderita penyakit yang sama akan lebih besar dari rata-rata orang.

4. Makanan.
Makanan berlemak dan obesitas dapat mempertinggi resiko. Teorinya, lemak meningkatkan produksi hormon testosteron yang dapat menyebabkan berkembangnya sel kanker prostat.

5. Hormon testosteron.
Testosteron secara alami memacu pertumbuhan kelenjar prostat. Pria yang menggunakan terapi testosteron, biasanya cenderung mengidap kanker prostat. Banyak dokter menganggap, terapi testosteron akan mempercepat berkembangnya kanker prostat yang awalnya sudah tumbuh. Terapi testosteron jangka panjang pun akan menyebabkan pembesaran kelenjar prostat.

PEMERIKSAAN MEDIS

Meski tidak semua berkaitan dengan kanker prostat, tapi bila Anda berusia 50 tahun dan mengalami masalah buang air kecil, mulailah berkonsultasi pada dokter. Pemeriksaan yang dapat antara lain:

Digital rectal exam (DRE).
Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukkan jari pada anus untuk merasakan secara fisik benjolan pada prostat.

PSA test.
PSA test adalah pemeriksaan darah dengan mengukur kadar PSA (prostate-specific agent) yang dapat menunjukkan apakah ada kanker prostat. Kadar PSA dalam darah ini dapat menunjukkan sebab lain, seperti pembesaran prostat, infeksi atau peradangan.

Transrectal ultrasound.
Jika test di atas dianggap mencurigakan, maka dokter akan mempergunakan trasrectal ultrasound untuk mengevaluasi prostat. Sebuah alat kecil berukuran seperti rokok akan dimasukkan ke dalam anus untuk kemudian diperoleh gambar dari kelenjar prostat melalui gelombang suara yang dihasilkan.

Biopsi.
Jika test awal menunjukkan gejala kanker prostat, maka dokter akan meyakinkan dengan melakukan tes biopsi. Dokter akan mengambil sampel jaringan dari kelenjar prostat dan akan diperiksa laboratorium apakah terdapat kelainan dalam prostat dan seberapa agresif kanker tersebut.

Untuk mengetahui sejauh mana kanker prostat telah berkembang, dokter akan melakukan tes berikut:

Scan tulang.
Scan ini mengambil gambar tulang, untuk mengetahui apakah kanker prostat sudah menyebar ke tulang. Kanker prostat tak hanya dapat menyebar pada tulang, tapi juga seluruh tubuh, seperti tulang pinggul dan tulang punggung.

Ultrasound.
Ultrasound dapat membantu mengungkap apakah penyebaran telah mencapai jaringan lain selain prostat.

CT scan.
CT scan akan menghasilkan gambar yang dapat diperbesar, untuk melihat apakah nodus limfa atau organ lain ada yang berkembang tidak normal. Untuk menemukan masalah kankerm biasanya dikombinasi dengan tes lain.

MRI.
Tes ini menghasilkan gambar yang lebih detil karena menggunakan magnet tubuh dan gelombang radio. MRI dapat mendeteksi kemungkinan perkembangan kanker sampai nodus limfa dan tulang.

Biopsi nodus limfa.
Jika terdeteksi adanya pembesaran nodus limfa dengan CT scan atau MRI, maka biopsi nodus limfa diperlukan untuk menentukan sejauh mana kanker tersebut dapat disembuhkan, biasanya dengan pemeriksaan mikroskopik di laboratorium.

KANKER PROSTAT TERBAGI TIGA STADIUM

Stadium I.
Perkembangan awal kanker yang biasanya diperoleh melalui pemeriksaan mikroskopik yang tidak dapat dilakukan dokter.

Stadium II.
Kanker dapat dirasakan, tetapi masih terbatas dalam kelenjar prostat saja.

Stadium III.
Kanker telah menyebar ke seluruh prostat dan/atau menyebar ke jaringan terdekatnya.

Stadium IV.

Kanker telah berkembang dan menyebar ke nodus limfa, tulang, paru-paru atau organ tubuh lain.

KOMPLIKASI

Komplikasi dapat terjadi karena penyakit itu sendiri atau karena terapi pengobatan yang dilakukan. Yang paling dikhawatirkan, terapi pengobatan akan berpengaruh pada fungsi seksual pria, seperti timbulnya disfungsi ereksi meski masih dapat diatasi.

Komplikasi yang umum terjadi:

1. Penyebaran kanker.
Penyebaran kanker prostat terjadi melalui aliran darah atau sistim limfa, mempengaruhi tulang dan organ tubuh lain. Terapi kanker prostat yang telah menyebar, dilakukan dengan terapi hormon, terapi radiasi dan kemoterapi.

2. Nyeri.
Nyeri pada tulang dapat terjadi pada penderita kanker prostat.

3. Kesulitan dalam buang air kecil.

4. Disfungsi ereksi atau impotensi.
Ini dapat terjadi karena kanker prostat itu sendiri atau karena terapi penyembuhan yang dilakukan, seperti pembedahan, radiasi dan terapi hormon.

5. Depresi.
Banyak pria mengalami depresi setelah terdiagnosa menderita kanker prostat atau setelah melakukan terapi, akibat efek terapi. Tetapi konseling dan obat antidepresan dapat mengatasinya.

TERAPI, PENYEMBUHAN & PENGOBATAN

Mengobati kanker prostat dapat dilakukan dengan berbagai cara, tak jarang digunakan kombinasi beberapa metode, seperti pembedahan yang diikuti dengan radiasi atau radiasi yang dikombinasi dengan terapi hormon.

Pada masing-masing orang, pengobatan dan kombinasinya akan berbeda-beda, tergantung banyak faktor, misalnya seberapa cepat kanker tersebut berkembang, seberapa luas, usia dan tingkat harapan kesembuhan.

Secara umm beberapa cara tersebut antara lain:

A) External beam radiation therapy (EBRT).
Menggunakan radiasi sinar-X untuk membunuh sel kanker. Efektif membunuh sel kanker tetapi dapat melukai dan membunuh jaringan yang sehat pula.

Efek samping: masalah buang air kecil, pendarahan/tekanan darah berkurang dan efek samping seksual seperti disfungsi ereksi.

B) Implan butiran radioaktif.
Butiran radioaktif yang mengandung isotop seukuran butiran beras atau brachytherapy sebanyak 40-100 butir, ditanamkan pada prostat. Biasanya digunakan pada pria dengan ukuran prostat kecil sampai menengah, dengan stadium yang belum tinggi.

Pria yang ditanami radioaktif ini, disarankan untuk menjauh dari ibu hamil atau anak-anak, terutama di awal proses implan. Sebelum ditanam, penderita akan diberi terapi hormon untuk memperkecil ukuran prostat.

Efek samping: hampir sama dengan EBRT.

C) Terapi hormon.
Terapi ini dilakukan untuk menghentikan produksi hormon testosteron, pemicu kanker prostat.

Efek samping: pembesaran payudara pria (gynecomstia), berkurangnya keinginan seksual, disfungsi ereksi, pertambahan berat badan dan osteoporosis. Kadang-kadang timbul diare, kelelahan dan kerusakan hati.

D) Operasi prostat.
Pengangkatan kelenjar prostat dengan operasi.

Efek samping: kesulitan mengontrol buang air kecil dan disfungsi ereksi.

E) Kemoterapi.
Cara ini sangat efektif, tetapi memiliki efek samping yang lebih banyak dibanding terapi hormon.

F) Krioterapi.
Terapi pembekuan jaringan, biasanya dengan memasukkan suatu alat. Kelenjar prostat akan dibekukan sampai sel kanker mati.

Efek samping: kerusakan jaringan dan kerusakan otot yang mengontrol aktivitas urinasi.

G) Pengawasan.
Jika diketahui lebih dini, maka terapi yang dilakukan tidak seseram yang diperlukan. Pemeriksaan berkala seperti DRE dan biopsi dapat dilakukan untuk memonitor perkembangan kanker tersebut.

H) Terapi Gen dan imunisasi.
Di masa depan terapi ini diharapkan berkembang lebih maju. Teknologi yang ada saat ini masih terbatas pada tahap eksperimen dan hanya tersedia di beberapa negara maju.

PENCEGAHAN

Pada dasarnya kanker prostat tidak dapat dicegah, tetapi risikonya dapat dikurangi dan diperlambat, dengan:

– Makanan yang sehat.
Makanan berlemak tinggi ditengarai berhubungan erat dengan kanker prostat. Perbanyak makan sayuran, buah dan serat untuk mengurangi risiko. Buah yang baik di makan seperti tomat, semangka dan anggur. Bawang putih dan sayuran seperti bok choy, brokoli, kubis dan kembang kol. Vitamin E juga diperkirakan mampu mengurangi risiko khusus bagi para perokok.

– Olah raga teratur.
Disamping memperkuat kerja jantung, menjaga tekanan darah dan kolesterol, olah raga teratur juga memperkuat sistem pertahanan tubuh dan mengurangi resiko kanker secara umum.

– Nonsteroidal anti-inflammatory drug (NAIDs).
NAIDs diperkirakan dapat mencegah kanker prostat. Obat ini teramasuk ibuprofen dan naprofen. Tanyakan lebih dulu pada dokter spesialis mengenai obat ini.

– Finasterida.
Penelitian tentang kanker prostat menunjukkan, obat finasterida dapat mencegah timbulnya kanker prostat pada pria berusia 55 tahun ke atas. Tetapi tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin.

MENGHADAPI KANKER PROSTAT

Karena tidak ada pencegahannya, maka persiapan diperlukan untuk menerima kehadiran kanker prostat secara fisik maupun psikis. Caranya:

a. Bersiap diri.
Konsultasi ke dokter dan gali informasi lebih dalam tentang penyakit ini.

b. Hidup normal dan lakukan rutinitas seperti biasa.

Jangan biarkan kanker dan efek samping pengobatan mengganggu rutinitas hari-hari Anda.

c. Olah raga.
Olah raga dapat membantu Anda melalui hari-hari dan menurunkan ketegangan.

d. Bersosialisasi.

Kanker adalah penyakit yang sangat berat untuk dipikul sendiri. Bersosialisasi, berbicara serta berbagi pengalaman pada orang lain akan membuat Anda merasa lebih ringan.

e. Tetap lakukan aktivitas seksual.
Meski kehidupan seksual Anda terpengaruh, tetapi jangan minder. Dengan pelukan, perhatian dan kasih sayang keluarga, istri, anak dan orang terkasih, dapat membuat Anda lebih percaya diri.

f. Berpikir positif.
Kanker bukan akhir segalanya, Anda masih bisa sembuh. Berkonfrontasi dengan penyakit, hanya akan membuat Anda terlalu emosi. Berpikirlah positif dan kembalikan segalanya pada Sang Pencipta, sehingga hidup terasa lebih ringan.

Penulis: Rahmi

Sumber: www.halohalo.co.id

@@posted by Dr Andi Sugiarto, SpRM for Rehab Your Sex Life!