Kurang Testosteron bikin Sex hambar

SEPERTI halnya wanita ketika memasuki masa menopause, pria juga dapat kehilangan gairah seksualnya akibat berbagai penyebab. Salah satu di antaranya adalah akibat rendahnya atau kurang hormon testosteron dalam darah sehingga mampu menurunkan fungsi seksual. Dalam istilah medis, rendahnya kadar testosteron ini disebut Testosteron Deficiency Syndrome (TDS).

Akibat kekurangan hormon ini, pria bisa menjadi sulit mengalami ereksi, bahkan ereksi normal yang biasa terjadi di pagi hari pun tidak terjadi. Tak cuma itu, karena sangat penting bagi tubuh, maka terganggunya kadar hormon akan membuat sel-sel di seluruh tubuh terganggu.

Jika sel otak yang terkena, maka penderita bisa cepat lupa, sulit berkonsentrasi, dan susah berpikir jernih. Demikian juga jika sel-sel tulang terganggu, akan menyebabkan kekeroposan pada tulang, atau osteoporosis. Kulit menjadi kasar karena sel-selnya terganggu, dan lain-lain.

Normalnya, kadar testosteron dalam darah adalah 12 nmol/l hingga 40 nmol/l. Namun ada beberapa pria yang kadar hormon lelakinya kurang alias tidak berkembang. Mengapa hal itu bisa terjadi? Ada beberapa faktor yang memengaruhi.

1. Faktor bawaan. Sejak masa kandungan, proses pembentukan hormonnya memang sudah terganggu .

2. Penyakit. Diabetes Mellitus salah satunya. Ketidakmampuan tubuh memproses gula, membuat gula yang menumpuk itu merusak pembuluh darah dan saraf. Pembentukan hormon testosteron pun terganggu.

3. Gaya hidup tidak sehat. Itulah mengapa TDS berisiko dialami pria di kota-kota besar. Merokok, minum minuman beralkohol atau narkoba, kurang berolahraga, dan lemahnya manajemen stres, membuat banyak pria kehilangan “keperkasaannya” di saat muda.

4. Usia atau andropause. Inilah penyebab terbanyak. Umumnya pria berumur 40 tahun ke atas mengalami penurunan kadar hormon secara bertahap. Seperti dikutip dari Massachussets Male Aging Study (1991) dan Vermeulen (1992), di usia 40, pria akan mengalami penurunan kadar testosteron dalam darah sekitar 1,2% per tahun.

Bahkan di usia 70, penurunan kadar testosteron pria bisa mencapai 70%. Meski begitu, selama menerapkan gaya hidup sehat, penurunan kadar testosteron alami ini tidak terlalu menghambat aktivitas seksual pria.

Barengi dengan Gaya Hidup Sehat

Untuk mengetahui, apakah disfungsi ereksi itu disebabkan TDS atau bukan, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan darah. Jika kadar testosteron dalam darah di bawah normal, maka disfungsi ereksi tersebut terjadi karena TDS.

Namun jangan terlalu khawatir karena TDS bisa diatasi dengan obat-obatan peningkat hormon. Bentuknya bermacam-macam, ada tablet, ada juga yang berbentuk injeksi. Dengan pengobatan yang teratur, diharapkan kadar testosteron di dalam tubuh bisa kembali kepada kisaran normal. Beberapa makanan juga diyakini bisa membantu meningkatkan kadar hormon testosteron, seperti tauge. Nah, bila pengobatan dilakukan dengan teratur, maka diharapkan kadar testosteron yang semula rendah meningkat menjadi normal. Normalnya kadar testosteron akan membuat pria kembali “perkasa”.

Hal lain yang perlu diperhatikan para pria, tidak ada “obat kuat” yang mampu mengatasi disfungsi ereksi akibat TDS. Selain itu, jangan lupakan olahraga secara rutin dan teratur. Sediakan waktu yang cukup untuk berolahraga. Minimal dua kali seminggu. Lalu konsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Hindari makanan yang banyak mengandung lemak dan kolesterol. Ingat pula: atasi stres. Hindari merokok dan alkohol. Terakhir, istirahat yang cukup. Semua itu bisa membuat kadar hormon lelaki tetap normal dan stabil. Cukup sederhana kan?

Ada Tapi Sedikit

Jika lelaki punya hormon testosteron yang membuat ciri-ciri kelaki-lakiannya muncul, seperti adanya jakun, kumis, jenggot, penis dan suara bas maka perempuan memiliki hormon estrogen. Hormon itulah yang membuat perempuan mengalami menstruasi, bersuara lembut, berkulit halus, memiliki payudara, dan lain-lain. Meski begitu, bukan berarti laki-laki tidak memiliki hormon estrogen. Ada, tapi kadarnya rendah. Begitu pun sebaliknya. Perempuan juga memiliki testosteron meski kadarnya sedikit.

Hormon Tak Berkembang

Kadar hormon lelaki umumnya akan meningkat pesat kala puber. Tak heran, jika di usia ini terjadi perubahan-perubahan, baik fisik maupun psikis. Tapi, ada beberapa pria yang kadar hormon lelakinya tidak meningkat/berkembang. Biasanya disebabkan faktor bawaan atau proses pembentukan hormon testosteronnya sudah terganggu sejak lahir. Akibatnya, organ lelaki yang bersangkutan tidak tumbuh dengan baik, seperti memiliki mikropenis (penis kecil) atau buah zakarnya dan testisnya tidak berkembang. Pertumbuhan-pertumbuhan sekunder dari “kelaki-lakiannya” juga terganggu, seperti tidak tumbuh jakun, tidak berkumis, tidak ada bulu di kaki dan dada. Suaranya pun bisa jadi lembut mirip perempuan.

Penulis : Saeful Imam

@@posted by Dr Andi Sugiarto, SpRM for Rehab Your Sex Life!

Testosteron untuk Disfungsi Ereksi Berat: setitik harapan?

1. Apa yang termasuk disfungsi ereksi yang berat?

Adanya kebocoran pada corp cav

Adanya sumbatan luas dan berat

Adanya dm yang tidak terkontrol

Tidak berespons baik dengan obat2 erektogenik

Adanya

2. Apa harapannya?

Hormon testosteron

Growth hormon

3. Apa tandanya kurang hormon?

· Menurunnya dorongan seksual

· Perubahan emosi, psikis dan perilaku

· Menurunnya otot(muscle mass)

· Hilangnya kekuatan otot

· Bertambahnya lemak pada bagian perut dan atas

· Rapuh tulang dan sakit punggung

· Risiko terkena penyakit jantung

4. Bagaimana cara pemberian hormon?

Obat, diminum tiap hari.

Injeksi, tiap 6 sampai 12 minggu.

5. Apa yang harus dipersiapkan?

Pemeriksaan prostat, bila ada pembesaran prostat, tidak boleh tx ho.

6. Apa gejala pembesaran prostat?

1. Sering buang air kecil, terutama pada malam hari

2. Buang air kecil harus mengejan

3. Sulit menahan buang air kecil

4. Tidak dapat buang air kecil sama sekali

5. Buang air kecil terasa sakit atau panas

6. Terdapat darah dalam air seni dan air mani

7. Terasa sakit saat ejakulasi

8. Timbul rasa nyeri atau kaku di daerah bokong, panggul, dan pangkal paha

@@posted by Dr Andi Sugiarto, SpRM for Rehab Your Sex Life!

Kecerdasan Seksual/ Sex IQ: seberapa perlu?

Sex IQ adalah kemampuan utk merasakan, menikmati, berpikir tentang,

melakukan tindakan seksual, memberi dan diberi kenikmatan seksual.

Mengapa sex iq itu penting? karena tidak bisa diwakilkan dan

didelegasikan kepada orang lain. Kalau pekerjaan lain sih bisa di

wakilkan ke orang lain, tapi persoalan seksual, apalagi tentang hubungan

suami istri, masa diwakilkan?? SElingkuh, dong!

Apa saja yang dinilai dalam sex iq?
Ada beberapa macam aspek, yaitu:
sikap terhadap seksualitas
pengetahuan terhadap seksualitas
skill/ ketrampilan melakukan seksualitas,
berhubungan dengan orang lain/ pasangan

Yang penting lagi adalah bagaimana menerapkan hasil sex iq ini kepada kehidupan sehari-hari bersama pasangan.

@@posted by Dr Andi Sugiarto, SpRM for Rehab Your Sex Life!

Mau Hitung Masa Subur? Ini caranya..

masa subur bisa dihitung

Definisi dan pengertian

Masa subur adalah suatu masa dalam siklus menstruasi perempuan dimana terdapat sel telur yang matang yang siap dibuahi, sehingga bila perempuan tersebut melakukan hubungan seksual maka dimungkinkan terjadi kehamilan.

Siklus menstruasi dipengaruhi oleh hormon seks perempuan yaitu esterogen dan progesteron. Hormon-hormon ini menyebabkan perubahan fisiologis pada tubuh perempuan yang dapat dilihat melalui beberapa indikator klinis seperti:

1. Perubahan suhu basal tubuh
2. Perubahan sekresi lendir leher rahim (serviks)
3. Perubahan pada serviks
4. Panjangnya siklus menstruasi (metode kalender)
5. Indikator minor kesuburan seperti nyeri perut dan perubahan payudara.
Continue reading “Mau Hitung Masa Subur? Ini caranya..”

Kopi opo Jahe? Kaum wanita: suarakan maumu!

Artikel ini ditulis menjelang peringatan Hari Kartini, di mana emansipasi wanita didengungkan.

Jeng, Kopi opo Jahe?
Mas, teh wae…….
Jeng, Pipi opo Lambe?
Mas, kabeh wae……

Pantun di atas menyiratkan bahwa wanita pun mulai berani menyuarakan apa mau mereka. Emansipasi wanita bukan melulu berarti wanita berteriak-teriak minta disamakan dengan pria. Emansipasi wanita lebih berarti wanita bisa menempatkan diri pada posisi yang sejajar dengan pria, dan sesuai dengan fungsi, kemampuan dan kodratnya.

Sebetulnya bidang seksologi pun sudah memfasilitasi emansipasi ini dalam bentuk yang paling dalam, paling pribadi. Sepasang pria dan wanita dapat mencurahkan segala ekspresi kasih sayang mereka bila saling menghargai dan saling ‘mempersilahkan’ satu sama lain.

Continue reading “Kopi opo Jahe? Kaum wanita: suarakan maumu!”