Berapa harga yang harus dibayar untuk sebuah mudik?
Shakespeare, penulis jaman dulu/ jadul, tapi masih keren kalo dia hidup sekarang. Kata2nya masih bisa relevan untuk sekarang ini. Tapi ya perlu sedikit modifikasi, lah.
Ada teman yang mau mudik tapi enggak dapet tiket. Harganya pun yang biasanya 800 ribu sekali jalan, sekarang menjelang Lebaran ini jadi 1,6 juta. Sekeluarga 5 orang, jadi pulang pergi Rp 16 juta. Wah itu biaya besar deh untuk mudik. Tapi itu pun orang2 tetap rebutan untuk mudik. Intinya adalah sungkem dan minta maaf serta bersilaturahmi.
Belum lagi biaya2 selain transport, misalnya makan, beli pulsa, beli oleh2, siap2 uang kecil (dan ‘besar’) buat dibagikan ke anak kecil, anak besar, dan handai taulan. Belum lagi capeknya, macetnya, dan semua risiko di perjalanan.
Tapi, semua itu ‘worth it’. Demi bermaaf-maafan, bersungkem, bersilaturahmi dengan orang tua, kakak, adik, kerabat, teman sekampung, mantan pacar dan semuanya.
Jadi: bagi mereka yang tidak usah mudik jauh-jauh, atau malah tidak usah mudik karena tinggal sekota/ serumah dengan orang tua, bersukurlah dan berterimakasihlah pada Tuhan yang Maha Esa. Karena dihindarkan dari segala risiko mudik.
Enak juga kan, pulang kampung, jadi bisa nostalgia saat pertama pengantin baru di kampung. Kalo bisa jadi malam pertama lagi ya? Tapi sayangnya sekarang sekamar isinya ada anak2. Tapi itu pun kita bersukur bagi yang punya anak. Kalau urusan berML kan bisa cari tempat dan waktu yang sesuai. Syaratnya harus bisa quickie dan langsung tokcer. Bagi mereka yang harus pake ‘ritual’ yang lama, tentunya harus cari waktu yang lamaan dikit.
Pemanasannya/ foreplaynya bisa sambil lirik2an saat berkunjung ke rumah famili saat bermaaf2an, lalu sedikit kasih sentuhan yang subtle/ ringan, yang penting pasangan kita tau kalo kita sudah mulai ‘anget’ gitu. Kalau dia pun ok, sampai nya di rumah, bisa mandi barengan siang2, alasannya “Mau mandi ah.. biar seger.. di kampung sini sekarang panas ya.. enggak kayak dulu, adem”.
Kalau bagi mereka yang ‘konservatif’ atau ‘kolot’ atau ‘pemalu’ atau ‘kemaluannya besar’ ya.. terpaksa harus cari waktu di mana anak2 semua lagi dolan, ortu dan keluarga lagi pada keluar semua. Kalau perlu itu anak2 dikasih uang jajan, beli es teh di Singapore atau Australi gitu. Pokoknya yang jauh.
Pengalaman saya pribadi? Ya tentunya sesuai yang disarankan di atas… kalau bisa itu mertua dan kerabat dibiasakan juga bahwa kami sering mandi bareng. Mandi kok setengah jam? Maklum keramiknya pada berlumut jadi sekalian ngosek kamar mandi. Gitu.
Mudik itu enak, mudik itu bareng2, biarpun itu berarti macet dan ngantri lama, serta harga tiket yang mahal. Tapi kedamaian hati setelah mudik itulah yang sangat berarti. Jangan sepelekan sebuah kedamaian hati, beybeh.
@@Dr Andi Sugiarto, SpRM for Rehab Your Sex Life!