KEMOTERAPI

kankerrkanker1

Nah… pasti sekarang udah pada banyak denger yang nama nya kemoterapi. Kemoterapi adalah salah saat taham pengobatan para penderita kanker yang stadium awal ataupun yang sudah stadium akhir.

Kemoterapi mungkin diberikan selama rawat inap di rumah sakit atau klinik sebagai bagian dari pengobatan rawat jalan, meski kemoterapi juga dapat dilakukan di rumah. Namun proses pengobatan kemoterapi harus tetap diawasi oleh dokter dan perawat untuk mengamati kemungkinan efek samping atau adanya keputusan diperlukannya penggantian dengan obat-obatan.

Kemoterapi bermanfaat sebagai:

  • Meringankan gejala. Kemoterapi dapat memperkecil tumor yang mengakibatkan rasa sakit.
  • Mengendalikan. Kemoterapi dapat mencegah penyebaran, memperlambat pertumbuhan, sekaligus menghancurkan sel kanker yang berkembang ke bagian tubuh yang lain.
  • Menyembuhkan. Kemoterapi dapat menghancurkan semua sel kanker hingga sempurna dan ini mencegah berkembangnya kanker di dalam tubuh lagi.

Efek Samping Kemoterapi

Berbagai jenis obat kemoterapi tidak hanya akan merusak atau membunuh sel-sel kanker, tetapi juga dapat merusak sebagian sel-sel normal dalam tubuh. Hal ini akan menimbulkan efek samping bervariasi. Beberapa efek samping yang sering terjadi dalam kemoterapi antara lain:

  • Mual dan/atau muntah
  • Diare atau sembelit
  • Kehilangan nafsu makan
  • Rambut rontok
  • Jumlah sel darah merah rendah atau anemia
  • Sistem kekebalan tubuh melemah dan meningkatnya kerentanan terhadap infeksi
  • Rasa lemah
  • Mudah memar dan/atau perdarahan
  • Sariawan
  • Mati rasa dan kesemutan di tangan dan/atau kaki, atau kelemahan akibat kerusakan saraf
  • Kerusakan ginjal
  • Kerusakan otot jantung
  • Infertilitas (tingkat kesuburan menurun)
  • Periode menstruasi terhenti

cara mengatasi efek samping :

  • pemberian anti mual dan muntah
  • saat merasa mual duduk ditempat yang segar
  • makan makanan tinggi kadar protein dan karbohidrat (puding, sereal, bakso, puding, susu, roti panggang, sup, yoghurt, keju, susu kental, kurma, kacang, dll)
  • lakukan perawatan mulut dengan menggosok gigi sebelum tidur dan setelah makan. Bila tidak dapat menggosok gigi karena gusi berdarah, gunakan pembersih mulut
  • berikan pelembab bibir sesuai kebutuhan
  • hindari rokok, makanan pedas dan air es.

Prosedur Kemoterapi

Obat kemoterapi dapat diterapkan ke dalam aliran darah untuk menyerang sel-sel kanker di seluruh tubuh, atau dapat juga diterapkan langsung ke tempat kanker berada. Dokter akan menentukan pilihan obat kemoterapi terbaik untuk mengobati kanker. Obat kemoterapi dapat diberikan dalam beberapa cara, yaitu:

  • Per oral (dari mulut)
  • Dengan injeksi (suntikan) ke dalam otot (intramuskular) atau vena (intravena)
  • Dengan tabung kateter yang menuju ke kandung kemih, perut, rongga dada, otak, sumsum tulang belakang atau hati
  • Penerapan/aplikasi langsung di kulit

Namun sebelum prosedur kemoterapi, dokter biasanya akan memerintahkan pasien untuk mengonsumsi obat-obatan seperti di bawah ini:

  • Steroid
  • Obat alergi
  • Obat anti mual
  • Obat penenang
  • Antibiotik

Apakah Kanker Cukup dengan Kemoterapi saja?

Terkadang kemoterapi adalah satu-satunya perawatan yang dibutuhkan dan sudah cukup untuk membasmi kanker. Namun yang lebih sering adalah kemoterapi digunakan bersama dengan operasi atau terapi radiasi atau keduanya. Berikut penjelasannya:

– Kemoterapi dapat digunakan untuk mengecilkan tumor sebelum operasi atau terapi radiasi.

– Kemoterapi dapat digunakan setelah terapi operasi atau radiasi untuk membantu membunuh sel-sel kanker yang mungkin tersisa.

-Kemoterapi dapat digunakan dengan perawatan lainnya jika kanker kembali kambuh.

Ketika kemoterapi diberikan setelah operasi untuk membunuh sel-sel kanker yang mungkin masih ada, maka dari itu kegiatan kemoterapi ini sendiri harus dengan pengawasan dari dokter dan tenaga kesehatan lainnya.
www.dokterandi.com

ig: dokter_andi

 

Operasi Kanker Serviks

ooperasi

operasi1

Ada beberapa penanganan kanker serviks:

Prosedur Pengangkatan Sel-sel Prakanker

Hasil pap smear mungkin tidak menunjukkan adanya kanker serviks, tapi bisa dilihat jika terjadi perubahan biologis yang berpotensi menjadi kanker di masa mendatang. Berikut ini adalah beberapa penanganan yang tersedia:

  • Biopsi kerucut: yaitu pengangkatan wilayah tempat jaringan yang abnormal melalui prosedur operasi.
  • Terapi laser: pemakaian laser untuk membakar sel-sel abnormal.
  • LLETZ atau large loop excision of transformation zone: sel-sel abnormal dipotong memakai kawat tipis dan arus listrik.

Operasi Pengangkatan Kanker Serviks

Ada tiga jenis operasi utama untuk kanker serviks.

Operasi radical trachelectomy

Prosedur ini lebih cocok untuk kanker serviks yang terdeteksi pada stadium awal dan akan ditawarkan kepada wanita yang masih ingin memiliki anak. Operasi ini bertujuan mengangkat leher rahim, jaringan sekitarnya, dan bagian atas dari vagina, tanpa mengangkat rahim.

Anda masih berpeluang memiliki anak karena rahim tidak diangkat. Pasca operasi, rahim dan vagina membutuhkan waktu untuk pulih. Akan disarankan menunggu enam bulan hingga setahun setelah operasi sebelum memutuskan untuk hamil.

Operasi yang melibatkan pengangkatan rahim

Histerektomi adalah operasi pengangkatan rahim wanita. Histerektomi dilakukan untuk berbagai alasan, salah satunya untuk operasi kanker serviks stadium awal. Agar kanker tidak kembali lagi, radioterapi juga mungkin perlu dilakukan.

Ada dua jenis operasi histerektomi. Pertama, histerektomi sederhana. Ini adalah prosedur di mana leher rahim dan rahim akan diangkat. Pada beberapa kasus, ovarium dan tuba falopi bisa juga turut diangkat. Prosedur ini bisa dilakukan untuk kanker serviks stadium awal.

Yang kedua histerektomi radikal. Leher rahim, rahim, jaringan di sekitarnya, nodus limfa, ovarium, dan tuba falopi, semuanya akan diangkat. Ini operasi yang cenderung dilakukan pada kanker serviks stadium satu lanjutan dan stadium dua pada tahap awal.

Efek samping atau komplikasi jangka pendek dari operasi histerektomi adalah:

  • Pendarahan
  • Infeksi
  • Risiko cedera pada ureter, kandung kemih, dan rektum
  • Penggumpalan darah

Kemungkinan komplikasi jangka panjang dari operasi histerektomi adalah:

  • Ketidakmampuan menahan kencing.
  • Vagina menjadi pendek dan lebih kering, hubungan seksual bisa terasa menyakitkan.
  • Pencernaan dalam usus terhalang karena adanya penumpukan bekas luka. Mungkin diperlukan operasi lagi untuk membukanya.
  • Pembengkakan pada lengan dan kaki karena penumpukan cairan atau limfedema.

Meski risiko komplikasi ini kecil, tapi akan sangat menyulitkan jika terjadi. Dengan histerektomi, kehamilan tidak mungkin terjadi dan jika ovarium diangkat, ini juga bisa memicu terjadinya menopause pada pasien belum mengalaminya.

Pelvic exenteration

Pelvic exenteration adalah operasi besar yang hanya disarankan jika kanker serviks kembali muncul setelah pernah diobati dan sempat sembuh. Operasi ini dilakukan jika kanker kembali ke daerah panggul, tapi belum menyebar ke wilayah lain.

Setelah operasi, vagina bisa direkonstruksi ulang memakai kulit dan jaringan yang diambil dari bagian tubuh lainnya. Anda tetap bisa melakukan hubungan seks  beberapa bulan setelah operasi ini.

Terdapat dua tahapan pelvic exenteration yang harus dilewati. Tahap pertama, kanker akan diangkat bersamaan dengan kandung kemih, rektum, vagina, dan bagian bawah dari usus. Lalu tahap yang kedua, dua lubang yang disebut stoma akan dibuat di perut untuk mengeluarkan urine dan kotoran dari tubuh. Kotoran yang dibuang dimasukkan ke dalam kantung penyimpanan, disebut dengan istilah kantung colostomy.

Penanganan Kanker Serviks dengan Radioterapi

Untuk penanganan kanker serviks stadium awal, radioterapi bisa dilakukan sendiri atau dikombinasikan dengan operasi. Sedangkan pada kanker serviks stadium akhir, radioterapi akan dikombinasikan dengan kemoterapi untuk mengendalikan pendarahan dan rasa nyeri.

Radioterapi bisa diberikan dengan dua cara yaitu:

  • Eksternal. Mesin radioterapi akan menembakkan gelombang energi tinggi ke bagian panggul pasien untuk menghancurkan sel kanker.
  • Internal. Implan radioaktif akan dimasukkan di dalam vagina dan leher rahim pasien.

Proses radioterapi biasanya berjalan sekitar satu sampai dua bulan. Meski begitu, radioterapi tidak hanya menghancurkan sel-sel kanker, terkadang, radioterapi juga menghancurkan jaringan yang sehat. Efek samping bisa bertahan selama berbulan-bulan atau bahkan tahunan. Pada beberapa kasus, efek samping ini bisa bersifat permanen. Tapi, kebanyakan efek samping akan hilang dalam dua bulan setelah menyelesaikan pengobatan.

Keuntungan radioterapi sering kali lebih besar dari risiko dan efek sampingnya. Bagi beberapa orang, radioterapi menawarkan harapan satu-satunya untuk memusnahkan kanker. Efek samping dari radioterapi adalah:

  • Sakit saat buang air kecil.
  • Pendarahan dari vagina dan rektum.
  • Diare.
  • Kelelahan.
  • Mual
  • Merusak kandung kemih dan usus sehingga kehilangan kontrol dalam membuang air besar dan kecil.
  • Mempersempit vagina sehingga seks menjadi terasa sakit.
  • Rasa perih pada kulit di daerah panggul.
  • Kemandulan.
  • Merusak ovarium, berakibat pada menopause dini.

Sel telur bisa diangkat melalui operasi dari ovarium sebelum radioterapi, jika Anda mencemaskan soal kesuburan. Sel telur ini bisa ditanamkan kembali di rahim. Untuk mencegah menopause, ovarium bisa dipindahkan di luar daerah panggul yang tidak terpengaruh radiasi. Proses ini lebih dikenal dengan istilah ovarian transposition.

Surgery/Operasi

Operasi kanker serviks dapat dilakukan dengan mempertimbangkan posisi dan penyebaran kanker serviks juga hilangnya kesempatan memiliki anak.

Chemoradiation

Kemoradiasi adalah kombinasi antara kemoterapi dan radiasi. Keduanya dilakukan baik sebelum operasi maupun paska operasi.Kombinasi ini bertujuan untuk mengendalikan pendarahan dan rasa nyeri.

Klik: http://www.dokterandi.com/2017/01/17/operasi-kanker-serviks/

www.dokterandi.com

facabook:  Dr Andi Sugiarto – Dr Seksologi

Twitter: @andisugi

Ig: dokter_andi

 

 

Kanker Serviks

servik 1

Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Semua wanita dari berbagai usia berisiko menderita kanker serviks. Tapi, penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara seksual.

Pada tahap awal, kanker serviks biasanya tidak memiliki gejala. Gejala kanker serviks yang paling umum adalah pendarahan pada vagina yang terjadi setelah berhubungan seks, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause. Meski terjadi pendarahan, belum berarti Anda menderita kanker serviks. Untuk memastikan penyebab kondisi Anda, segera tanyakan kepada dokter. Jika dicurigai terdapat kanker serviks, rujukan menemui dokter spesialis akan diberikan.

Penyebab kanker serviks pun bermacam ragam dapat kita lihat:

  1. Human papilloma Virus (HPV)

Human papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker serviks. Sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik.

  1. Merokok

Merokok dapat meningkatkan resiko kanker serviks, karena rokok mengandung zat kimia yang dapat merusak DNA pada sel jaringan serviks dan melemahkan sistem kekebalan tubuh dalam menangkal infeksi virus HPV. Perokok aktif maupun pasif memiliki resiko dua kali lebih besar mengidap kanker serviks.

  1. Bergonta-ganti pasangan

Melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan dapat meningkatkan resiko kanker serviks, karena virus HPV yang menyebabkan infeksi pada leher rahim ditularkan melalui hubungan seksual.

  1. konsumsi buah dan sayur

Kurangnya konsumsi buah dan sayur dapat meningkatkan resiko kanker serviks. Sayur dan buah mengandung antioksidan yang merupakan penangkal infeksi dan radikal bebas, serta berfungsi menguatkan sistem kekebalan tubuh.

  1. Kelebihan berat badan

Wanita yang memiliki kelebihan berat badan memiliki resiko yang lebih tinggi mengidap adenokarsinoma kanker.

  1. Kontrasepsi oral (pil kb)

Wanita yang rajin mengkonsumsi kontrasepsi oral atau pil KB dalam jangka waktu yang lama atau lebih dari lima tahun beresiko dua kali lebih besar mengidap kanker serviks.

  1. Kehamilan

Faktor kehamilan juga berpengaruh terhapap tingginya resiko kanker serviks. Wanita yang hamil dibawah usia 17 tahun memiliki resiko dua kali lebih besar dibandingkan wanita yang hamil diatas usia 25 tahun.

Sementara itu, wanita yang pernah hamil lebih dari 3 kali semasa hidupnya juga memiliki resiko yang lebih besar mengidap kanker serviks. Hal ini disebabkan karena sistem hormonal yang berubah-ubah dan lemahnya sistem kekebalan tubuh disaat kehamilan.

  1. Riwayat keluarga

Sama halnya dengan kanker payudara, kanker ini juga diturunkan secara genetis. Jika seorang wanita mempunyai ibu atau saudara perempuan yang mengidap kanker serviks, maka ia meiliki resiko 2 – 3 kali lebih besar untuk mengidap kanker serviks. Hal ini disebabkan karena faktor ketidakmampuan tubuh dalam menangkal infeksi virus HPV dapat diturunkan pada generasi selanjutnya.

  1. Pembersih area wanita

Jangan terlalu sering menggunakan pembersih kewanitaan karena sifat pembersih akan mempengaruhi PH kewanitaan sehingga bakteri akan mati dan dapat memicu kanker. Karena tidak semua bakteri itu jahat bagi area kewanitaan.

serviks

Adapun gejala yang sering muncul:

  1. Pendarahan

Gejala utama dari kanker serviks adalah munculnya pendarahan vagina baik pendarahan setelah berhubungan seksual, saat buang air besar, menstrruasi yang berkepanjangan atau tidak normal, serta pendarahan yang terjadi setelah masa menopouse. Jika anda mengalami pendarahan seperti yang disebutkan diatas, maka sebaiknya anda segera lakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya.

Gejala-gejala Lainnya yang Mungkin Muncul

Selain pendarahan yang abnormal, gejala lain yang mungkin muncul adalah:

  • Cairan yang keluar tanpa berhenti dari vagina dengan bau yang aneh atau berbeda dari biasanya, berwarna merah muda, pucat, cokelat, atau mengandung darah.
  • Rasa sakit tiap kali melakukan hubungan seksual.
  • Perubahan siklus menstruasi tanpa diketahui penyebabnya, misalnya menstruasi yang lebih dari 7 hari untuk 3 bulan atau lebih, atau pendarahan dalam jumlah yang sangat banyak.
  1. Keluar cairan vagina yang tidak normal

Tubuh biasanya menghasilkan cairan untuk melumasi bagian dalam vagina, akan tetapi jika ditemukan darah pada cairan vagina atau keputihan yang berlebih ada baiknya segera lakukan pengecekan.

  1. Kaki bengkak

Pada pasien kanker serviks biasanya ditemukan pembengkakan pada kaki. Pembengkakan ini merupakan tanda bahwa kanker telah memasuki stadium lanjut.

  1. Nyeri punggung

Penderita kanker serviks akan merasakan nyeri yang amat menggangu pada bagian punggung. Gejala ini biasanya terjadi pada stadium lanjut kanker serviks dan menandakan bahwa jaringan kanker telah meluas ke bagian luar leher rahim.

  1. Pusing dan kelelahan

Pada stadium lanjut, penderita akan sering mengalami pusing dan kelelahan. Kondisi ini akan menjadi semakin buruk hingga menyebabkan kehilangan kesadaran jika tidak segera ditangani.

  1. Nyeri perut

Tidak hanya mengalami nyeri punggung, penderita kanker serviks juga akan merasakan sakit dan nyeri di bagian perut. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh menghasilkan zat prostaglandin saat menangkal infeksi dan zat ini dapat menimbulkan rasa sakit pada perut.

  1. Turunnya berat badan secara drastis

Penderita kanker stadium akhir akan mengalami cachexia, yakni hilangnya berat badan serta massa otot. Kondisi ini juga disertai dengan hilangnya nafsu makan dan tubuh akan merasa lemas. Cachexia terjadi dikarenakan metabolisme tubuh yang terganggu oleh jaringan kanker dan juga bisa terjadi karena efek dari kemoterapi.

Pencegahan Kanker Serviks

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan kaum perempuan dalam hal mencegah kanker serviks agar tidak menimpa dirinya, antara lain:

  1. Jalani pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisi dan bergizi
  2. Selalu menjaga kesehatan tubuh dan sanitasi lingkungan
  3. Hindari pembersihan bagian genital dengan air yang kotor
  4. Jika anda perokok, segera hentikan kebiasaan buruk ini
  5. Hindari berhubungan intim saat usia dini
  6. Selalu setia kepada pasangan anda, jangan bergonta-ganti apalagi diikuti dengan hubungan intim.
  7. Lakukan pemeriksaan pap smear minimal lakukan selama 2 tahun sekali, khususnya bagi yang telah aktif melakukan hubungan intim
  8. Jika anda belum pernah melakukan hubungan intim, ada baiknya melakukan vaksinasi HPV
  9. Perbanyaklah konsumsi makanan sayuran yang kandungan beta karotennya cukup banyak, konsumsi vitamin c dan e.

Tingkat Stadium Menentukan Pengobatan Kanker Serviks

Pengobatan kanker serviks tergantung kepada beberapa faktor. Kanker serviks bisa diobati dengan cara operasi jika diagnosis dilakukan pada tingkat awal. Pada beberapa kasus, hanya serviks yang diangkat dan rahim bisa dibiarkan saja. Pada kondisi yang lebih serius, rahim perlu diangkat seluruhnya. Proses operasi untuk pengangkatan rahim disebut sebagai histerektomi.

Sedangkan prosedur radioterapi adalah langkah alternatif untuk kanker serviks stadium awal. Pada kasus tertentu, radioterapi juga bisa dijalankan berdampingan dengan operasi. Untuk kasus kanker serviks stadium lanjut, biasanya dirawat dengan metode kombinasi kemoterapi dan radioterapi. Beberapa penanganan bisa memiliki efek samping yang berat dan jangka panjang, termasuk di antaranya adalah menopause dini dan kemandulan.

Untuk memastikan penyebab kondisi Anda, segera tanyakan kepada dokter. Jika dicurigai terdapat kanker serviks, rujukan menemui dokter spesialis akan diberikan. Maka dari itu berubah menjalani pola hidup sehat itu sangatlah penting.

Klik: http://www.dokterandi.com/2017/01/16/kanker-serviks/

www.dokterandi.com

facabook:  Dr Andi Sugiarto – Dr Seksologi

Twitter: @andisugi

Ig: dokter_andi

Kanker Penis

kanker penis 2 

KANKER PENIS

  • Penis adalah organ seksual pria yang terdiri dari kulit, jaringan, otot dan pembuluh darah. Di dalam penis juga terdapat saluran kemih, yang berbentuk tabung yang mengalir dari kandung kemih sampai ke ujung penis. Saluran kemih tidak hanya berfungsi sebagai tempat mengalirnya air seni, tetapi juga air mani, yang membuat penis menjadi bagian sistem kemih dan juga sistem reproduksi.

 

  • Penis terdiri dari batang penis, yang merupakan bagian utamanya, dan kepala penis yang juga dikenal sebagai glans. Kepala penis terdiri dari tiga ruang, di mana dua diantaranya disebut sebagai corpora cavemosa yang terletak di bagian atas kepala penis. Sedangkan ruang yang satu lagi disebut corpus spngiosum, yang bentuknya melebar dan membentuk kepala penis, terletak di bawah corpora cavemosa.

 

  • Sama seperti bagian tubuh lainnya, penis juga rentan terhadap tumor. Beberapa tumor yang dapat tumbuh pada penis bersifat jinak, tetapi ada juga yang dapat berkembang menjadi kanker. Tumor pada penis dapat tumbuh di bagian mana saja, tetapi tumor yang jinak biasanya tumbuh pada bagian kepala penis atau di kulup penis.

 

Penyebab Kanker Penis

Kanker penis jarang terjadi di negara Barat tapi lebih umum ditemukan di Asia, Amerika Selatan, dan Afrika. Penyebab pasti penyakit kanker penis masih belum bisa dipastikan. Namun, seperti jenis kanker lainnya, kanker penis dideteksi dengan adanya sel tubuh yang tumbuh secara abnormal.

Meskipun penyebab pasti kanker penis masih belum bisa ditemukan, para ahli sudah menemukan beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko munculnya kanker penis, seperti HPV, buruknya kebersihan seseorang, hubungan seksual dengan banyak orang, rokok dan produk tembakau lainnya, adanya kulup penis, dan usia.

  • HPV – Infeksi HPV biasanya disebabkan karena hubungan seksual dengan orang yang terkena infeksi HPV. Beberapa jenis HPV terkadang tidak menyebabkan kanker dan dapat hilang dengan sendirinya tanpa penanganan medis. Namun, sebagian jenis lainnya, seperti HPV 16 dan HPV 18, biasanya ditemukan pada pria yang terjangkit kanker penis.
  • Usia – Kanker penis biasanya terjadi pada pria yang berusia di atas 60 tahun.
  • Merokok – Merokok meningkatkan kemungkina terjadinya kanker penis karena zat kimi yang terkandung di dalam rokok, salah satunya benzyrene, yang merupakan sumber kanker.
  • Sunat – Kanker penis lebih sering ditemukan pada pria yang tidak disunat dibandingkan dengan pria yang sudah disunat.
  • Perawatan Psoriasis – Perawatan untuk psoriasis biasanya menggunakan obat yang bernama psoralen dan juga phototherapy. Penelitian menunjukkan bahwa pria yang pernah melakukan perawatan psoriasis memiliki risiko lebih tinggi terjangkit kanker penis.

Gejala kanker penis :

1.Canceration stadium awal berupa penebalan pada kepala penis atau permukaan epitel kulup, kebanyakan pasien kanker penis muncul gejala timbulnya papula, luka, kutil atau plak berbentuk kembang kol pada kepala penis, kemudian akan menjadi borok, tepiannya mengeras dan tidak rapi, ada rasa sakit tertusuk atau rasa sakit terbakar, ada sekresi nanah yang berbau busuk. Disaat kulit phimosis atau kulup tidak dapat dibalik, di seluruh kulup dapat disentuh dengan cermat, ada terasa benjolan atau nodul, bila ditekan ada rasa sakit pada bagian itu. Perubahan patologis kanker penis stadium awal banyak terlihat pada bagian belakang lingkaran setelah dikhitan.

2.Perubahan patologis kanker penis stadium awal apabila tidak diatasi dengan baik, kondisi penyakit semakin berkembang, nodul berbentuk kutil semakin membesar atau luka yang semakin meluas, semakin mendalam, timbul gejala kulup semakin menipis, bersinar (tembus pandang). Benjolan atau tepian luka mucul keluar dibagian kulup, kemudian kanker akan memecah kulup, muncul benjolan seperti kembang kol atau luka kanker, dengan disertai sekresi berbau busuk. Tumor stadium lanjut terus berkembang sehingga menyerang seluruh penis dan korpus spongiosum, distal penis dikarenakan suplai darah yang kurang sehingga menyebabkan nekrosis, mengelupas dan nyeri lokal yang tidak tertahankan. Infiltrasi pada korpus spongiosum dapat menyebabkan rasa sakit pada saat kencing, tidak lancar bahkan retensi urin atau fistula urin.

3.Pembengkakan kelenjar getah bening inguinal, dapat disebabkan oleh invasi sel kanker, juga dapat disebabkan oleh infeksi. Pasien kanker penis pada saat memeriksakan diri, umumnya telah terjadi pembengkakan kelenjar getah bening inguinal, tetapi kebanyakan merupakan akibat terjadi kanker penis bersamaan dengan infeksi lokal, hanya sejumlah kecil yang disebabkan oleh metastasis tumor.

 

4.Pada saat terdapat metastase jarak jauh bisa muncul gejala yang terkait dengan bagian metastase dan seluruh badan kurus, anemia, kehilangan nafsu makan dan gejala lainnya.


Gejala Utama Kanker Penis

Kanker penis biasanya memunculkan gejala-gejala berikut ini:

  1. Bintil merah pada penis
  2. Menutupnya kulup penis
  3. Munculnya bau yang tidak sedap dari penis
  4. Darah yang muncul dari ujung penis atau dari kulup penis
  5. Perubahan warna penis
  6. Daging yang tumbuh pada penis yang tidak hilang setelah waktu tertentu
  7. Sakit pada bagian perut
  8. Penurunan berat badan
  9. Kelelalahan
  10. Pembengkakan kelenjar getah bening pada daerah perut
  11. Tulang yang terasa sakit

 

Pengobatan :

Pengobatan kanker penis bervariasi, tergandung kepada lokasi dan beratnya tumor :

  1. Pembedahan
    Pembedahan merupakan terapi yang paling sering dilakukan untuk kanker penis pada berbagai stadium. Kanker diangkat dengan salah satu cara berikut ini :
  • Eksisi lokal luas untuk membuang kanker dan sebagian jaringan normal tubuh disekitarnya.
  • Amputasi penis, dimana sebagian atau keseluruhan penis diangkat. Tindakan ini merupakan tindakan yang paling sering dan paling efektif untuk terapi kanker penis, pada amputasi penis sebagian (penektomy parsial), sebagian dari penis diangkat melalui pembedahan. Biasanya penektomy parsial dilakukan jika tumor tebatas pada area kecil di ujung penis, pada stadium lanjut dilakukan penektomy total (keseluruhan penis diangkkat) disertai uretrostomy (pembuatan lubang uretra baru di daerah perineum). Kelenjar getah bening pada daerah selangkangan dapat ikut di ambil pada saat pemedahan.
  1. Kemoterapi

Kemoterapi dilakukan dengan mengkonsumsi obat-obat yang dapat membunuh sel-sel kanker, krim Fluorouracil (salah satu obat kemoterapi yang dipakai dengan mengoleskan pada permukaan kulit penis) kadang digunakan untuk kanker penis yang hanya mengenai area sangat kecil pada penis. Obat kemoterapi juga dapat diberikan secara suntikan melalui pembuluh darah atau diminum (per oral), kemoterapi juga bisa dilakukan sebagai tambahan terapi pada pengangkatan tumor.

 

  1. Terapi penyinaran (Terapi radiasi)

Terapi penyinaran dilakukan dengan menggunakan sinar-x atau sinar energi tinggi lainnya untuk membunuh sel-sel kanker dan mengecilkan tumor, terapi penyinaran dapat dilakukan sebagai terapi tunggal atau dilakukan setelah tindakan pembedahan. Terapi radiasi biasanya dilakukan setelah tindakan pengangkatan tumor yang terlokalisir dan belum menyebar, terapi penyinaran atau radiasi memiliki efek samping pada tubuh, antara lain berkurangnya nafsu makan, lelah, adanya reaksi kulit (seperti iritasi dan kemerahan), adanya cedera atau luka bakar pada rektum, infeksi kandung kemih (sistitis), dan hematuria (kencing yang berdarah). Terapi penyinaran biasanya dilakukan sebanyak 5 kali/minggu selama 6-8 minggu.

  • Perawatan untuk kanker penis tergantung pada stadium kanker penis yang dialami, biasanya terdiri dari pemakaian obat-obatan, radiotherapy, kemoterapi, dan pembedahan. Tindakan pembedahan biasanya dilakukan adalah sebagai berikut:
  • Glansectomy (pengangkatan kepala penis)
  • Sunat atau circumcision (untuk mengangkat kulup penis)
  • Penectomy (pengangkatan seluruh bagian penis)
  • Lymphadenectomy (pengangkatan kelenjar getah bening)
  • Pembedahan Laser dan cryotherapy
  • Pembedahan Mohs micrographic
  • Pengangkatan langsung dengan menyayat daerah yang terjangkit kanker

Klik: http://www.dokterandi.com/2017/01/14/kanker-penis/ ?

www.dokterandi.com

facabook:  Dr Andi Sugiarto – Dr Seksologi

Twitter: @andisugi

Ig: dokter_andikanker penis 1

 

Tanda-Tanda Wanita Orgasme

orgasme2

orgasme1

Tanda-tanda Wanita Orgasme

Bicara tentang hubungan seksual, sekarang ini kebanyakan para suami belum mengetahui atau masih binggung tentang istrinya apakah sudah mencapai puncak orgasme atau belum.

Orgasme adalah puncak dari kegiatan seksual yang ditandai sebagai perasaan nikmat akibat dari kontraksi otot disekitar alat kelamin.  Orgasme pada pria berbeda dengan wanita. Pada pria, orgasme biasanya dapat diketahui dengan jelas karena proses orgasme yang selalu diikuti dengan ejakulasi sperma dari penis. Tanda-tanda orgasme pada wanita lebih sulit diketahui kecuali dengan memperhatikan beberapa gejala fisik yang terlihat ketika berhubungan.

Orgasme adalah puncak reaksi seksual yang diterima, baik oleh pria maupun wanita. Orgasme ditandai oleh dua hal. Pertama, secara psikis dirasakan sebagai perasaan nikmat. Kedua, secara fisik ditandai dengan kontraksi seluruh otot tubuh.

Tanda pertama tentu sulit Anda ketahui karena hanya dirasakan oleh istri. Untuk mengetahui ini, Anda dapat tanyakan kepada istri apakah merasa “nikmat atau enak”. Tetapi kontraksi otot dapat Anda rasakan.

Kontraksi otot dapat dirasakan berupa gerakan yang ritmik terutama di bagian kelamin, bokong,tungkai, lengan, dan wajah. Akibat kontraksi juga menimbulkan desahan bahkan teriakan. Namun kontraksi ini hanya berlangsung singkat, beberapa detik saja. Teriakan dan desahan juga tidak bisa di katakan sebagai penentu apakah istri sudah mengalami orgasme.

Ini adalah beberapa tanda wanita sudah mengalami orgasme

  1. Berteriak keras
    Teriakan yang berlebihan ketika orgasme patut dicurigai. Sebab jika memang benar-benar menikmati seks dan meraih klimaks, wanita tidak perlu berteriak keras dan membuat keributan.
  2. Tidak ada kontraksi
    Wanita akan mengalami kontraksi ketika mencapai orgasme. Jadi jika pria bisa menyadari adanya kontraksi atau tidak ketika wanita orgasme, mereka pasti tahu orgasme itu asli atau palsu.
  3. Suhu tubuh
    Selain kontraksi, wanita yang benar-benar meraih klimaks akan mengalami perubahan suhu tubuh yang semakin tinggi. Sebaliknya, jika suhu tubuh wanita tidak berubah, kemungkinan orgasmenya palsu.
  4. Napas tidak tersengal
    Salah satu ciri-ciri wanita yang orgasme adalah napasnya tersengal, meskipun ada juga sebagian yang bisa mengontrol napas ketika meraih klimaks. Jadi selain suhu tubuh, perhatikan juga napas wanita ketika mencapai klimaks.
  5. Menjawab pertanyaan
    Di tengah-tengah orgasme, coba beri pertanyaan yang membutuhkan jawaban singkat dari wanita. Jika wanita bisa menjawabnya, kemungkinan orgasmenya palsu. Sebab ketika orgasme benar-benar diraih, wanita pasti tak punya waktu untuk berpikir dan menjawabnya.

Ini secara garis besar tanda-tanda wanita mencapai orgasme adalah sebagai berikut :

  • Otot berkontraksi menyebabkan tubuh menggelinjang
  • Wajah dan dada kemerahan
  • Denyut jantung semakin cepat
  • Desahan kuat dan teriakan
  • Memeluk pasangan erat-erat
  • Tubuh menjadi lunglai setelah orgasme

www.dokterandi.com

klik:  http://www.dokterandi.com/2017/01/13/tanda-tanda-wanita-orgasme/ ?

facabook:  Dr Andi Sugiarto – Dr Seksologi

Twitter: @andisugi

Ig: dokter_andi