Berbulu Lebat = Bernafsu Tinggi???

bulu1

bulu2

Anda mungkin pernah mendengar mitos bahwa wanita berbulu lebat memiliki nafsu yang tinggi. Apakah kepercayaan ini ada benarnya?

Kebanyakan penelitian mengatakan seorang wanita punya nafsu tinggi karena memiliki tingkat testosteron yang tinggi. Testosteron sering kali disebut sebagai hormonnya para pria. Namun dalam sejumlah penelitian terbaru, pada pria sehat, testosteron sama sekali tidak memiliki hubungan dengan gairah seks. Sedangkan pada wanita, testosteron yang tinggi hanya sedikit saja berhubungan dengan minat atau gairah seks dengan pasangan.

Libido secara bahasa bisa diartikan sebagai “gairah seksual”. Gairah seksual adalah sebuah dorongan seksual seseorang secara keseluruhan atau keinginan untuk melakukan aktivitas seksual. Libido ditentukan oleh faktor biologis, psikologis, dan sosial.

Secara biologis, kadar hormon seperti testosteron diyakini dapat mempengaruhi libido. Faktor sosial seperti pekerjaan dan keluarga juga memiliki dampak seperti halnya faktor psikologis terhadap libido wanita. Ketika kepribadian terganggu dan mengalami stres, maka secara otomatis libido juga akan terganggu.

Wanita yang berbulu lebat memiliki kadar testosteron lebih tinggi. Tidak sepenuhnya salah bila libido tinggi dikaitkan dengan kadar testosteron yang tinggi. Namun demikian perlu diingat bahwa faktor hormonal hanyalah sebagian kecil faktor pendorong libido. Jika faktor lain tidak menunjang maka tidak akan menyebabkan tingginya libido seseorang. Selain itu, adanya bulu lebat pada wanita perlu ditelaah lebih lanjut apakah keadaan tersebut terjadi sejak kecil atau setelah dewasa. Jika terjadi sejak kecil kemungkinan adalah faktor genetik yang berperan, sedangkan jika terjadi setelah dewasa kemungkinan terdapat ketidakseimbangan hormonal. Jadi tidak dapat ditarik hubungan linear antara bulu pada wanita dengan libido, karena terdapat banyak faktor lain yang mempengaruhi.

Jadi… berbulu lebat itu tidak berarti seseorang memiliki nafsu yang tinggi ya..

Karena banyak hal yang membuat orang berbulu lebat,dan bisa saja kemungkinan tidak sengaja orang itu memiliki bulu yang lebat dan nafsu yang tinggi secara kebetulan.

www.dokterandi.com

Klik: http://www.dokterandi.com/2017/02/17/3132/

facebook: Dr Andi Sugiarto  – Dr Seksologi

twitter: @andisugi

ig: dokter_andi

 

 

Menstruasi Saat Berhubungan Seksual??

mens1

mens2

Berhubungan seksual saat wanita sedang menstruasi menuai pro dan kontra. Menurut kepercayaan tertentu di masyarakat, berhubungan seksual saat wanita sedang menstruasi adalah dilarang. Namun ada kalangan tertentu yang melakukannya dan tidak beranggapan demikian.

Penjelasan Dari Segi Medis

Jika dilihat dari segi medis, berhubungan seks saat menstruasi memiliki beberapa manfaat.

 

  1. Meringankan sakit akibat premenstrual syndrome (PMS) dan menstruasi. Saat berhubungan seksual, orgasme bisa meringankan rasa sakit seperti kram. Selain itu, orgasme juga bisa melepaskan endorfin. Endorfin adalah hormon yang bisa membuat seseorang merasa senang sehingga bisa meredakan depresi atau bad mood.
  2. Berhubungan seks saat menstruasi juga bisa memberi kepuasan yang lebih. Alasannya karena terjadi perubahan hormon pada wanita yang sedang haid sehingga membuat mereka merasa lebih bergairah.

 

Namun, ada pula risiko yang akan dialami jika melakukan hubungan intim saat Anda menstruasi.

 

  • Anda berisiko lebih tinggi terkena infeksi atau tertular penyakit dibandingkan melakukan hubungan seks di luar masa menstruasi. Saat menstruasi, kondisi leher rahim akan terbuka sehingga memungkinkan darah untuk masuk ke dalamnya. Hal tersebut memudahkan bakteri untuk menuju rongga panggul.
  • Anda juga lebih mungkin untuk menularkan penyakit HIV dan hepatitis ke pasangan saat kondisi seperti ini karena lebih banyak cairan tubuh/darah.
  • Saat menstruasi, kadar potential Hydrogen (pH) vagina Anda lebih rendah, maka tingkat keasamannya pun berkurang. Kondisi tersebut lebih mungkin untuk infeksi jamur atau bakteri.
  • Risiko untuk hamil, walau kecil, tetap ada ketika Anda berhubungan intim tanpa pengaman atau kontrasepsi saat menstruasi. Untuk menghindari kehamilan, gunakan kondom saat bercinta.

Berhubungan seks saat menstruasi bisa menimbulkan sensasi menakjubkan (bahkan, percaya atau tidak, lebih menakjubkan dari seks biasa). Jika Anda tidak mengkhawatirkan tabu dalam budaya, periode menstruasi akan lebih terbuka untuk kesempatan selain sekotak es krim dan kram perut. Jika Anda dan pasangan tidak merasakan “jijik” yang dialami banyak orang, ikuti kiat-kiat berikut dan rasakan kenikmatan berhubungan seks saat menstruasi tanpa banyak “berlepotan”.

Berikut Cara Berhubungan Seksual saat Menstruasi:

  1. Siapkan handuk. Anda tentu tidak mau seprai dan kasur menjadi kotor karena cairan menstruasi (dan cairan lain), jadi letakkan handuk di bawah tubuh dan beberapa lembar tisu di samping tubuh Anda. Handuk untuk menahan cairan yang merembes sementara tisu digunakan untuk mengelap diri Anda tepat sebelum bangkit (ketika acara bercinta telah selesai).
  • Jika bau menjadi masalah, jangan biarkan suasana rusak karenanya—pakailah selimut. Jika diletakkan di atas perut, selimut akan membantu menghalangi aroma yang keluar.
  1. Pilihlah posisi misionaris. Berbaringlah telentang untuk mengurangi aliran darah ketika berhubungan
  • Selain itu, lakukan penetrasi dalam dengan pelan karena posisi serviks Anda mungkin lebih rendah dan lebih sensitif ketika sedang menstruasi. Jika Anda mulai merasakan sakit, beri tahu pasangan dan lanjutkan dengan lebih hati-hati.
  1. Bercintalah di bawah pancuran mandi. Bercinta sambil mandi tidak hanya lebih aman dari darah yang berlepotan, tetapi juga menciptakan sensasi baru. Ketika Anda berada di bawah aliran air, adanya aliran yang lain tidak akan terlalu kentara. Jika Anda dan pasangan muat dalam bilik pancuran dengan nyaman, cobalah (jika belum pernah).

 

  1. Jangan banyak memainkan tangan. Pasangan tidak akan merasakan kenikmatan apa-apa di bawah sana, kecuali basah karena cairan Anda. Akan tetapi, jika Anda tipe wanita yang membutuhkan banyak pemanasan, Anda beruntung! Sekarang ini Anda memiliki banyak pelumas, jadi jari pasangan (dan lain-lain) tidak diperlukan.
  • Ini bukan berarti Anda harus melewatkan pemanasan. Tidak. Tidak sama sekali. Jadikan menstruasi sebagai alasan untuk bereksperimen dengan trik dan gerakan baru.
  1. Lakukan saat menstruasi Anda tidak begitu deras. Ini masuk akal. Jika Anda tahu bahwa darah menstruasi di hari ketiga sampai kelima lebih ringan daripada hari pertama dan kedua, sebaiknya Anda menahan diri selama 48 jam pertama. Biarkan antisipasi di antara Anda dan pasangan terbangun semakin kuat dan hindari apa pun yang membuat pakaian dalam, seprai, atau handuk Anda ternoda berat oleh cairan.
  • Jika pasangan sama sekali tidak merasa terganggu dan sangat ingin bercinta pada hari pertama, Anda boleh mempertimbangkan ulang. Mungkin Anda bisa meninggalkan kekhawatiran jika dia tidak keberatan. Lagi pula, “kekacauan” yang terjadi tidak akan banyak berkurang dari biasanya, hanya saja lebih merah!
  1. Mandilah setelah selesai berhubungan. Kemungkinan akan ada sedikit noda di kulit Anda yang harus dibersihkan. Mandilah segera jika Anda tidak bercinta di kamar mandi, paling tidak sebentar untuk berbilas. Anda juga akan merasa lebih nyaman.
  • Jika Anda menggunakan alat bantu seks, bersihkan segera setelah selesai. Membiarkan alat bantu begitu saja tanpa dicuci akan menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan. Singkatnya, bersihkan semua sesegera mungkin.

Jadi… berhubungan seks saat menstruasi itu ada plus minus nya ya… dengan batasan-batasan tertentu pastinya. Saling berkomukasi bersama pasangan itu sangat perlu ya… agar kenyamanan saat berhubungan seksual bisa di nikmati. Saat perut terasa sakit saat berhubungan, bisa komunikasikan kepada pasangan agar bisa untuk pelan, dan melanjutkan nya secara perlahan.

Di sini kita tidak menggurui, hanya saja mau berbagi apa yang kita ketahui. Bila ada pandangan yang berbeda, alangkah indahnya juga saling memberi informasi agar kita semua dapat melakukan hal terbaik untuk bersama..

www.dokterandi.com

Klik: http://www.dokterandi.com/2017/02/16/3128/

facebook: Dr Andi Sugiarto  – Dr Seksologi

twitter: @andisugi

ig: dokter_andi

 

 

 

 

 

 

Pria Bisa Menopause??

andropause 1

andropause2

Andropause atau menopause pada pria terkadang digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi di mana terjadinya penurunan kadar testosteron atau penurunan bioavailabilitas testosteron yang berhubungan denganpenuaan.

Namun yang perlu ditekankan adalah menopause yang terjadi pada wanita, berbeda dengan andropause yang terjadi pada pria. Pada wanita, ovulasi berakhir dan produksi hormon merosot selama waktu yang relatif singkat. Pada pria, produksi hormon dan penurunan bioavailabilitas testosteron selama bertahun-tahun dengan konsekuensi tidak selalu jelas.

Penyebab utama terjadinya Andropause sama seperti menopause, perubahan hormon. Perubahan ini akan berdampak pada beberapa hal. Pada pria, akan terjadi perubahan pada kesuburan dan hormon seks. Berbeda dengan wanita yang akan berhenti menstruasi, pria yang mengalami Andropause tetap memiliki kemampuan menghasilkan sperma, hanya saja terjadi penurunan libido dan penurunan kemampuan dalam hal keintiman dengan pasangan.

Ada beberapa gejala yang bisa Anda lihat pada suami yang mengalami Andropause:

  • Penurunan libido atau hasrat seksual
  • Disfungsi ereksi atau sulit ereksi
  • Sering buang air kecil
  • Susah tidur
  • Mudah lelah
  • Mudah marah walaupun untuk hal kecil atau marah tanpa sebab
  • Sering tidak percaya atau curiga pada orang lain, termasuk pada pasangan
  • Kinerja menurun, sering tidak fokus
  • Sering pusing
  • Tiba-tiba merasa panas tanpa aktivitas berat
  • Sering sulit bernapas
  • Perut dan paha makin besar
  • Berat badan naik
  • Nyeri punggung
  • Keringat berlebih

Apa penyebab Andropause?

Penurunan hormon pada andropause terjadi secara perlahan sehingga seringkali tidak menimbulkan gejala. Beberapa penyebab andropause antara lain:

Faktor lingkungan

  1. Bersifat fisik: bahan kimia yang bersifat estrogenik yang sering digunakan di bidang pertanian, pabrik dan rumah tangga.
  2. Bersifat psikis: suasana lingkungan, kebisingan dan perasaan tidak nyaman.

Faktor Organik (Perubahan hormonal)

Penyakit-penyakit tertentu dapat menyebabkan perubahan hormonal yang dapat mempercepat penurunan hormon testosteron dan hormon-hormon lainnya. Misalnya diabetes mellitus, varikokel (pelebaran pembuluh darah testis), prostatitis kronis (infeksi pada prostat), kolesterol tinggi, obesitas, atropi testis, dan lain sebagainya.

Faktor Psikogenik

Penyebab psikogenik sering dianggap sebagai faktor timbulnya berbagai keluhan andropause setelah terjadi penurunan hormon testosteron.

www.dokterandi.com

Klik: http://www.dokterandi.com/2017/02/14/pria-bisa-menopause/

facebook: Dr Andi Sugiarto  – Dr Seksologi

twitter: @andisugi

ig: dokter_andi

 

 

Ngintip Orang Bisa Bikin Bergairah??

intip1

intip2

Voyeurisme adalah kondisi dimana seseorang memiliki prefensi tinggi untuk mendapatkan kepuasan seksual dengan melihat orang lain yang tanpa busana atau sedang melakukan hubungan seksual. Pada beberapa laki-laki voyeurism adalah satu-satunya aktivitas seksual yang mereka lakukan; pada laki-laki lain, lebih diminati namun tidak mutlak diperlukan untuk menimbulkan gairah seksual. Namun tidak di pungkiri bahwa voyeur juga bisa terjadi pada seorang wanita, tetapi tidak banyak dibandingkan pada laki-laki. Orgasme seorang voyeur dicapai dengan melakukan masturbasi, baik sambil tetap mengintip aatau setelahnya, sambil mengingat apa yang dilihatnya.kadang seorang voyeur berfantasi melakukan hubungan seksual dengan orang yang diintipnya, namun hal itu menjadi fantasi, dalam voyeurism jarang terjadi kontak antara orang yang diintip dan yang mengintip.
Selain itu bisa disebut sebagai gangguan psikoseksual di mana seseorang berasal kenikmatan seksual dan kepuasan dari melihat tubuh telanjang dan organ genital atau mengamati tindakan seksual orang lain dengan cara mengintip. Mengintip ini biasanya tersembunyi dari pandangan orang lain.

Ciri-ciri yang dapat dilihat:

Untuk lebih jelasnya, kami melihat kriteria voyeurism ,ada tiga kriteria yang menunjukkan seseorang itu voyeurism, antara lain:

  1. Seseorang berfantasi, memiliki dorongan, atau melakukan hal-hal yang menimbulkan gairah seksual berupa tindakan mengintip orang lain yang sedang tidak berpakaian atau sedang melakukan hubungan seksual tanpa diketahui korban (orang yang diintip). Hal ini terjadi secara berulang-ulang, sering dilakukan selama periode minimal 6 bulan.
  2. Orang tersebut sangat menderita atau memgalami masalah interpersonal (penurunan fungsi sosial, pekerjaan, atau bidang-bidang penting lainnya).
  3. Munculnya gangguan ini setidaknya pada usia 18 tahun.

    Penyebab voyeurism antara lain sebagai berikut :
    a. Ketidak-adekuatan relasi dengan lawan jenis dan rasa ingin tahu yang sangat mendominasi dirinya tentang aktivitas seksual
    b. Pernah mengalami trauma psikologis dari perlakuan jenis kelamin lain yang menambah kadar rasa kurang percaya diri.

Tujuan dari voyeurisme adalah untuk mengamati individu yang tidak menaruh curiga yang telanjang, dalam proses membuka pakaiannya atau terlibat dalam tindakan seksual. Orang yang sedang diamati biasanya orang asing bagi pengamat. Tindakan melihat atau mengintip dilakukan untuk tujuan mencapai gairah seksual. Pengamat umumnya tidak berusaha untuk memiliki kontak seksual atau aktivitas dengan orang yang sedang diamati
Voyeur sejati, hampir selalu laki-laki, tidak merasa gairah melihat perempuan yang sengaja membuka pakaiannya untuk kesenangan si voyeur. Elemen resiko nampaknya penting karena voyeur merasa bergairah dengan kemungkinan reaksi si perempuan yang diintipnya dika ia mengetahuinya. Beberapa voyeur mendapatkan kenikmatan tersendiri dengan secara diam-diam mengamati pasangan yang sedang melakukan hubungan seksual.

www.dokterandi.com

Klik: http://www.dokterandi.com/2017/02/13/3120/

facebook: Dr Andi Sugiarto  – Dr Seksologi

twitter: @andisugi

ig: dokter_andi

Kebayang Ga Sih Kalo Puasa Berhubungan Seks???

puasa1

puasa2

Pada pasangan suami istri, berhubungan seksual sangat dibutuhkan. Karena buka hanya mengikuti nafsu tetapi berhubungan seks juga dapat menambah keharmonisan dalam hubungan suami istri.

Nah.. sekarang apa yang akan terjadi kalo pasangan suami istri dalam rentang waktu yang lumayan lama?

Seks merupakan kebutuhan manusia. Seks bisa membuat orang canggung, lucu, dan tidak jarang terdengar kotor.Bagi masyarakat Timur, seks dipahami sebagai sesuatu yang tabu. Tak jarang, seks mucul sebagai olok-olokan yang dipercakapkan secara vulgar, sensasional bahkan cabul.

Bagi pasangan yang telah menikah, banyak situasi yang membuat pasangan berjauhan dan terpaksa tak lagi berhubungan seks. Hubungan jarak jauh, kehamilan dan lainnya. Tapi tahukan Anda, apa yang terjadi pada tubuh ketika berhenti melakukan seks?

Pastinya bakalan ada hal positif dan negative nya ya…

  • Menurunkan risiko infeksi saluran kemih dan penyakit menular seksual

Infeksi saluran kemih sering disebabkan oleh perpindahan bakteri ke saluran kemih akibat berhubungan seks. Tidak berhubungan seks mengurangi resiko ini. Selain itu, juga menghindarkan dari risiko penyakit menular seksual.

  • Vagina bertambah “sempit”???

Berpantang dari seks tidak membuat organ intim perempuan jadi semakin “sempit.” Itu hanya mitos. Vagina elastis. Tapi berhenti berhubungan seks sementara waktu bukan berarti mengembalikan keperawanan. Yang terjadi adalah, jaringan lapisan vagina tak lagi terbiasa rileks dalam menanggapi rangsangan maupun penetrasi, sehingga ototnya perlu dilatih lagi saat kembali berhubungan seks.

  • Pada pria, berpotensi disfungsi ereksi

Aktivitas seksual secara teratur memiliki efek positif pada kemampuan ereksi pria. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Medicine, pria yang jarang atau berhenti berhubungan seks lebih berisiko mengalami disfungsi ereksi dibanding pria yang melakukannya secara rutin. Penis terdiri dari otot. Seperti halnya olahraga, seks secara teratur mengencangkan otot.

  • Sistem kekebalan tubuh jadi lebih rentan

Para peneliti di Wilkes University Pennsylvania menemukan bahwa orang yang berhubungan seks sekali atau dua kali seminggu daya tahannya lebih tinggi terhadap virus atau kuman, dibanding yang jarang berhubungan intim. Jika tak berhubungan seks, perbanyaklah olahraga dan minum multivitamin.

  • Libido nenurun

Terdapat kontroversi mengenai itu. Beberapa ahli menyebutkan aktivitas seksual rutin “menyalakan” libido. Berhenti melakukannya bisa mengurangi hasrat dan hambat respon hormonal untuk gairah. Jika berhenti seks, tubuh dan pikiran menyesuaikan diri dengan kehidupan baru.Namun pakar lain tak setuju dengan hal itu. Menurut mereka, hal itu dikembalikan lagi pada pengalaman individu itu sendiri

  • Bisa menjadi stres

Berhubungan seks bisa melepas stres dan ketegangan dalam tubuh secara fisik dan emosional. Penelitian menemukan bahwa orang yang tak melakukan hubungan seksual secara teratur memiliki tekanan darah yang lebih tinggi dalam menanggapi stres daripada orang yang melakukannya. Olahraga bisa menjadi alternatif untuk mengurangi rasa stres ini.

  • Menjadi lebih gelisah

Seks membantu melepas rasa resah. Para peneliti Skotlandia menemukan orang-orang yang tidak memiliki kehidupan seksual lebih mereka berat menghadapi situasi sulit, dibanding mereka yang berhubungan seksual paling tidak dua minggu sekali. Sebab, saat berhubungan seks, otak melepaskan hormon pemicu rasa senang, seperti endorfin dan oksitoksin.

  • Jantung jadi lebih berisiko

Kehidupan seksual yang baik sangat terkait dengan kesehatan jantung. Anda bisa menyeimbangkannya dengan olahraga. Jantung akan kembali sehat daripada sebelumnya, ketika Anda berhenti berhubungan seks.

  • Memerlukan pelumas tambahan

Berhubungan seks secara teratur pada dasarnya adalah cara ‘memanaskan‘ organ seksual. Ahli kesehatan seksual menunjukkan bahwa proses pelumasan gairah dapat dipicu dari seks yang rutin. Jika Anda berhenti untuk sementara waktu, Anda mungkin perlu sedikit bantuan pelumas ekstra di ‘wilayah intim’.

  • Tak akan menambah kecerdasan

Para ilmuwan telah menunjukkan bahwa aktivitas seksual meningkatkan pertumbuhan neuron di hippocampus otak. Berhenti seks tidak membuat otak tumbuh sama sekali. Jika tiba-tiba Anda menjadi sangat produktif dan menyelesaikan teka-teki silang untuk pertama kalinya dalam enam minggu tak berhubungan seks, bisa jadi hanya karena Anda merasa bosan.

www.dokterandi.com

Klik: http://www.dokterandi.com/2017/02/11/kebayang-ga-si…rhubungan-seks/

facebook: Dr Andi Sugiarto  – Dr Seksologi

twitter: @andisugi

ig: dokter_andi