Good Housekeeping
Dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang
Hp 081 2291 0565
Praktek :
Jalan Cinde Barat No. 13 Semarang
Senin sampai dengan Jumat Pk 11.00 – 20.00
Sabtu Pk 10.00 – 16.00
Good Housekeeping
Dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang
Hp 081 2291 0565
Praktek :
Jalan Cinde Barat No. 13 Semarang
Senin sampai dengan Jumat Pk 11.00 – 20.00
Sabtu Pk 10.00 – 16.00
Tanya:
Dr Andi,
Bagaimana caranya dapat meningkatkan kualitas ereksi, masalahnya saya seringkali tidak dapat menunaikan kewajiban terhadap istri. Saya usia 42 tahun, istri usia 34 tahun. Saya punya darah tinggi dan ada keturunan kencing manis. Terimakasih.
Rg di Smg.
Jawab dr Andi:
Penurunan kualitas ereksi bisa diakibatkan oleh disfungsi ereksi. Ini problem yang akhir-akhir ini banyak diderita oleh pria usia 40-50 tahun. Disfungsi ereksi ialah ketidak mampuan seorang pria untuk mencapai ereksi dan/atau mempertahankan ereksi itu sampai tercapai hubungan seksual yang memuaskan kedua pihak. Jadi ini berarti bahwa bisa saja seorang pria tidak bisa ereksi sama sekali, ataupun bisa ereksi pada awalnya, tapi sebelum hubungan seksual itu selesai, ereksinya sudah layu atau turun. Atau bisa juga bisa ereksi tapi kurang keras. kalau sudah begini, biasanya ejakulasi pun menjadi cepat dan kurang terkontrol, sehingga sang istri belum mencapai klimaks yang diinginkan tapi suami sudah ejakulasi.
Disfungsi ereksi bisa disebabkan oleh penyakit yang mendasari dan juga ditunjang oleh gaya hidup yang kurang aktif, serta tekanan psikologis yang timbul dalam pekerjaan, kehidupan suami istri, atau di lingkungan sosial.
Penyakit darah tinggi atau hipertensi ditandai dengan tensi 140/90 atau lebih. Ini akan menyebabkan pembuluh darah di penis yang menyerupai anyaman halus akan mengalami tekanan yang tinggi, sehingga akibatnya katup-katup di pembuluh vena akan mudah mengalami kebocoran (venous leakage).
Juga pembuluh darah lebih mudah mengalami pengerasan pada dindingnya (aterosklerosis). Ini mengakibatkan penis tidak bisa membesar secara maksimal dan tidak bisa keras.
Penyakit kencing manis atau diabetes melitus ditandai dengan sering kencing, dan mudah lapar dan haus.
Ini diakibatkan karena zat gula/ glukosa di dalam darah tidak bisa dimanfaatkan atau tidak bisa masuk kedalam sel. Padahal sel tubuh membutuhkan glukosa untuk energinya. Jadi kadar gula dalam pembuluh darah meninggi, tapi sel tubuh kita mengalami kelaparan. Ini membuat banyak gangguan.
Bila terjadi dalam sel saraf, akan terjadi neuropati diabetik yang artinya saraf dalam tubuh tidak menghantarkan impuls atau sinyal secara baik. Sering terjadi saraf tepi pada tungkai mengalami gangguan, sehingga kaki terasa tebal, gringgingen/ kesemutan, sampai tidak terasa sama sekali/ baal.
Pada saraf tepi yang mempersarafi daerah kelamin, hantaran impuls juga akan menurun sehingga ereksi juga akan sulit terjadi.
Penyakit yang lain adalah tingginya kadar kolesterol dan trigliserid. Ini akan mengakibatkan pembuluh darah mudah tersumbat oleh timbunan lemak. LDL kolesterol merupakan lemak yang ‘jahat’, harus dilawan dengan tingginya kadar HDL kolesterol yang merupakan lemak yang ‘baik’. HDL bisa dinaikkan bila kita banyak makan ikan laut, dan omega 3, 6 dan 9.
Tekanan psikologis juga bisa menyebabkan disfungsi ereksi yang tergantung keadaan dan siapa yang dihadapi. Seringkali rasa jenuh terhadap pasangan dapat menurunkan kualitas ereksi.
Dulu dianggap semua disfungsi ereksi disebabkan gangguan psikologis, tapi sekarang ternyata diketahui bahwa penyebab dari faktor psikologis hanyalah sekitar 20-25% saja.
Kadar hormon testosteron yang menurun juga bisa mengakibatkan disfungsi ereksi. Hormon testosteron berfungsi menjaga kinerja fungsi seksual dengan memperbaiki kerusakan pada daerah genital.
Selain itu juga dapat memperbaiki peredaran darah di daerah organ vital.
Bila mengalami disfungsi ereksi, bapak perlu berkonsultasi dengan dokter. dokter mungkin menyarankan untuk memeriksakan darah ke laboratorium seperti: kadar gula darah puasa dan 2 jam setelah makan, profil lipid darah, kadar hormon testosteron.
Setelah diperiksa dan diketahui penyebab disfungsi ereksinya, maka dokter bisa jadi akan memberikan obat bagi penyakit penyebabnya.
Bila kurang jelas, bisa klik www.drAndi.com
Tanya Dr Andi:
Saya sering membaca di koran dan majalah, suami kurang puas dengan pelayanan istri di kamar tidur, lalu terjadi pertengkaran dan diakhiri selingkuh. Jadi saya ingin minta tipsnya agar bisa suami dan saya sama-sama bisa puas, sehingga kami bisa harmonis sampai akhir hayat. Usia suami 39 tahun, saya 36 tahun. Jujur saja saya seringkali kurang puas karena suami sering kecapaian dan langsung tidur. Saya ingin ia lebih mesra. Maaf dok smsnya panjang. Terimakasih.
(Ny B di Smg)
Jawaban dr Andi:
Ini pertanyaan yang bagus. Tujuan utama dari seksualitas pasangan suami istri adalah untuk reproduksi (punya keturunan), meningkatkan keintiman, merekatkan hubungan, dan memberi pagar kuat agar perkawinan kokoh sehingga godaan perselingkuhan bisa dihindari.
Persiapan diri sendiri: Suka atau tidak, suami istri akan melakukan hubungan intim secara teratur. Pada usia 30-40 tahun, biasanya seminggu melakukan 2-4 kali, bahkan ada yang lebih. Keduanya harus memahami, itu kebutuhan bersama. Jangan ada yang merasa kurang atau kelebihan, sehingga kurang bisa menikmati, dan ada perasaan terpaksa. Kualitas hubungan intim juga harus diperhatikan, bukan cuma frekuensinya. Untuk bisa menikmati, harus ada persiapan tenaga dan waktu, usahakan bila sudah 2-3 hari, persiapkan tenaga dan waktu agar malamnya tidak terlalu capek. Bila perlu, ada hari tertentu, semacam jadwal intim, begitu. Misalnya hari Selasa dan Jumat, atau Rabu dan Sabtu, Minggu. Di luar waktu tersebut, boleh saja dianggap bonus.
Bicarakan dengan suami: apa yang dianggap enak oleh kita, dan tanyakan apa yang ia mau saat berintim ria. Misalnya senang disentuh di bagian mana, terlalu geli atau tidak, atau minta lebih lama di bagian itu, dsb. Minta ganti posisi yang lain, sebagai variasi, atau mau coba di tempat yang berbeda, misalnya di kamar lain, atau di ruang keluarga yang tertutup saat anak-anak sudah tidur. Itu semuanya perlu dibicarakan. Bila malu, kita bisa mulai pelan-pelan dengan banyak curhat dan ngobrol dengan suami. Nanti lama kelamaan malunya akan terkikis, toh yang dibicarakan juga persoalan berdua suami istri, dan juga hal penting dan positip utk kemajuan berdua agar bisa harmonis.
Jangan malu berekspresi : maksudnya jangan malu bersuara saat berhubungan, jangan malu menampilkan ekspresi wajah, juga tampilkan apa yang anda rasakan dengan pelukan, remasan dengan jari dll. Jadilah aktor dan aktris dalam rumah/ kamar anda sendiri. Tidak perlu direkam dengan kamera, tentunya. Nanti bisa jadi tersebar di internet.
Jangan bandingkan dengan fantasi/ filem/ orang lain. Biarlah suami anda menjadi dirinya sendiri. Seringkali orang terbawa fantasinya, inginnya bercinta dengan bintang filem idola, atau termakan mitos dari filem blue, ingin dengan yang ukurannya besar, tapi ternyata yang dihadapi di kenyataan tidak begitu. Jadi harus melihat kenyataan juga dan fokuskan pada apa yang anda rasakan saat ini. Dengan begitu, bisa menikmati dengan maksimal.
Berikan suami kepercayaan diri dengan memuji penampilannya di ranjang, lihat apa yang positif dari dirinya, dari caranya, dan dari usahanya memuaskan anda. Berikan penghargaan yang tulus. Ucapkan terimakasih kepadanya karena telah memberikan anda nafkah lahir bathin. Berikan waktu kepadanya untuk mencerna segala penghargaan yang anda berikan. Dengan demikian, ia akan lebih mesra dan lebih hangat kepada anda sebagai istri. Ucapkan keinginan anda dengan jelas dan santun, jadi suami tahu pasti apa yang anda inginkan dan butuhkan.
Manfaatkan waktu yang ada, walau cuma setengah jam untuk olahraga ringan seperti jalan pagi, lompat tali (skipping), bersepeda, jogging di tempat, sepeda statis, treadmill, aerobik di rumah saja bisa. Kegiatan bersama ini akan meningkatkan kedekatan anda dengn suami. Ceritakan lelucon agar anda tertawa bersama.
Seksualitas tidak selalu dimulai dari kamar tidur. Keintiman di luar kamar memegang peran penting. Bila anda dan suami sering ngobrol ngalor ngidul, guyon bareng, tidak mudah marah, tidak mudah cemberut, maka kehidupan seksual akan lebih meriah dan mudah ditingkatkan.
Semoga sukses! (www.drAndi.com )
Good Housekeping edisi Desember 2012
Dr. Andi Sugiarto, SpRM Seksologi Semarang